Jelang Akhir Masa Jabatan, Gubernur Khofifah Lantik 160 Pejabat Administrator Eselon III

waktu baca 3 menit
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menandatangani berita acara pelantikan Pejabat Administrator Eselon III di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (29/1

SURABAYA-KEMPALAN: Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Gubernur Jawa Timur pada 14 Februari mendatang, Khofifah Indar Parawansa melantik 160 Pejabat Administrator Eselon III di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (29/1) malam.

Secara khusus, gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini berpesan kepada seluruh Pejabat Administrator terlantik untuk terus berkontribusi dengan jujur dan berintegritas sebagai bentuk  implementasi core value ASN .

Bukan tanpa alasan, Khofifah menyebutkan terdapat 4 kunci kemajuan Jawa Timur yang muncul berkat Core Value ASN. Yang pertama adalah Reformasi Birokrasi.

“Reformasi Birokrasi di berbagai sektor ini dampaknya besar sekali untuk Jatim. Berbagai bidang yang diemban oleh para pejabat administrator memiliki sumbangsih nyata bagi kemajuan Jatim, dan ini dimulai dari penyelenggaraan birokrasi pemerintahan yang Inisiatif, Kolaboratif, dan Inovatif (IKI),” paparnya.

Dari Reformasi Birokrasi ini, Khofifah melanjutkan, kunci kedua adalah penurunan kemiskinan ekstrem. Yang mana dua hal ini sangat bersinambung dalam pencapaian penurunan kemiskinan ekstrem di Jatim.

“Reformasi Birokrasi  berdampak ini juga memiliki peran besar pada penurunan kemiskinan ekstrem. Berkat sinergi dan kolaborasi yang baik dalam RB Berdampak ini, kemiskinan ekstrem kita turun dari 4,4% di 2020 dan menjadi 0,8% persen di Maret 2023. Mudah-mudahan di 2024 ini sudah mendekati 0 persen,” ujarnya.

Kunci yang ketiga, sebut Khofifah, adalah Reformasi Birokrasi Berdampak  memberikan peningkatan pada investasi di Jatim. Sehingga Jatim menjadi primadona investasi baik di dalam dan luar negeri.

“Selain itu, reformasi birokrasi ini juga berdampak pada peningkatan investasi, maka para pejabat administrator  ini berkontribusi untuk meningkatkan investasi di Jatim,” ungkapnya.

“Investasi di jatim meningkat cukup signifikan. Kepercayaan investor dalam dan luar negeri ternyata melebihi rata-rata nasional dan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” sambung Khofifah.

Khofifah melanjutkan bahwa kunci keempat adalah ekosistem digital. Sehingga ia mengimbau para pejabat administrator untuk memberikan dampak pada ekosistem digital IT di Jatim melalui masing-masing bidangnya.

“Reformasi birokrasi memberikan dampak pada aktualisasi program-program yang digagas oleh bapak Presiden. Bahkan, Jatim kini memiliki e-katalog terbesar di antara Provinsi di  seluruh Indonesia,” kata Khofifah.

Selain itu, digitalisasi sistem Jatim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika juga menerima dua penghargaan, dimana pada kedua penghargaan itu Jawa Timur mendapat peringkat pertama.

Khofifah pun menyampaikan apresiasinya pada para pejabat administrator  yang dilantik. Ia berpesan agar para eselon III dapat terus memberikan kontribusi terbaiknya nya dalam  memajukan Jawa Timur.

“Dari 4 hal berdampak ini kita sudah mencapai hal yang membanggakan. Panjenengan adalah skuad  yang membuktikan bagaimana pada 2023 Jatim bisa mencapai titik terbaik. Tetap berikan layanan  terbaik pada masyarakat.  Semuanya terimakasih bahwa sinergi ini telah menjadi orkestrasi yang signifikan sehingga Jatim memimpin di antara seluruh provinsi lainnya. Teruslah memberikan yang terbaik,” tutupnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *