Mamak Alhadad: Timnas Indonesia dan Australia Sama-Sama Berpeluang Menang

waktu baca 3 menit
Muhammad Zein Alhadad

SURABAYA-KEMPALAN: Timnas Indonesia akan bermain di babak 16 besar Piala Asia 2023  menghadapi Australia di Stadion Jassim bin Hamad, Qatar, pada Minggu (28/1) pukul 18.30 WIB. 

Berdasarkan catatan, Indonesia sudah belasan kali ketemu Australia. Hasilnya, Tim Merah Putih hanya sekali menang dan 3 kali seri. Selebihnya menelan kekalahan.

Terakhir kali Timnas Indonesia bertemu Australia di Kualifikasi Piala Asia 2011. Kala itu, Tim Merah Putih menelan kekalahan dari Australia lewat gol semata wayang Mark Miligan (0-1). Timnas Indonesia pun gagal lolos karena menjadi juru kunci Grup B.

Di babak 16 besar Piala Asia 2023 kali ini banyak pengamat sepakbola di tanah air yang memprediksi Timnas Indonesia kali ini bakal kembali menelan kekalahan lawan Australia. Apalagi Australia merupakan tim tangguh yang menempati ranking 23 dunia dan sudah beberapa kali tampil mewakili Asia di Piala Dunia. Bahkan, media Inggris Sportsmole memprediksi Indonesia akan kalah dengan skor 0-2.

Kendati demikian, mantan pemain Timnas Indonesia Muhammad Zein Alhadad bependapat lain. Menurutnya, Marselino Ferdinan dkk dan Ausralia mempunyai kans yang sama untuk memenangkan pertandingan.

Timnas Indonesia yang akan menghadapi Australia di babak 16 besar Piala Asia 2023, Minggu (28/1).

“Bola itu bundar dan hasilnya tidak bisa dihitung secara matematika, seperti 1+1 hasilnya mesti 2. Dalam sepakbola segalanya bisa saja terjadi  Jadi, Timnas Indonesia harus tetap optimistis. Apalagi kali ini kekuatan Indonesia lebih baik karena punya rasa percaya diri tinggi dan tanpa beban,” kata mantan striker Niac Mitra yang akrab disapa Mamak Alhadad itu, Sabtu (27/1) malam.

Mamak Alhadad lantas memberi contoh Korea Selatan di Piala Dunia 2018. Kala ituKorea Selatan yang kebetulan juga ditangani pelatih Shin-Tae yong,  tampil luar biasa di matchday terakhir Grup F lawan Jerman. Secara mengejutkan Korea Selatan menang dengan skor 2-0.

Hasil itu membuat Der Panzer tersingkir secara tragis dengan status juru kunci klasemen. Padahal, kala itu di atas kertas banyak yang memprediksi Korea Selatan bakal kalah dan diacak-acak. “Itulah sepakbola. Hasilnya sulit diprediksi,” ucap Mamak Alhadad.

Yang penting, lanjut dia, Marselino Ferdinan dkk harus kerja keras dan main fight, ngotot, sejak kick off hingga wasit meniup peluit panjang. “Insya Allah peluang menang masih terbuka meskipun kemungkinan itu sangat kecil,” tegas mantan pelatih Persija Jakarta dan Deltras Sidoarjo itu.

Selain itu,  menurut  Mamak Alhadad,  pemain belakang harus disiplin dan tidak sampai kebobolan di menit-menit awal, seperti saat lawan Jepang.

“Pemain belakang harus lebih disiplin, sabar, tenang, dan tidak membuat kesalahan saat ditekan. Kalau sampai usai babak pertama barisan pertahanan Indonesia sulit ditembus, saya yakin Australia akan frustasi,” ujarnya.

“Saat itulah Indonesia bisa melakukan counter attack atau serangan balik dengan cepat. Apalagi Indonesia banyak diperkuat pemain muda yang punya kecepatan,” kata Mamak Alhadad.

Arek Suroboyo ini juga yakin Shin-Tae yong selaku pelatih Timnas Indonesia sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi Australia. Kita tunggu saja. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *