Harlah Muslimat NU, Khofifah Pamit dan Minta Dukungan Maju Lagi di Pilgub Jatim 2024

waktu baca 3 menit
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Harlah Muslimat NU ke-78 di Gedung Islamic Center Surabaya, Jumat (26/1).

SURABAYA, KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri acara Pengajian Akbar Harlah ke-78 Muslimat NU di Gedung Islamic Center Surabaya, Jumat (26/1). Acara yang digelar PC Muslimat NU Surabaya ini dihadiri  Ketua PW Muslimat NU Jatim Nyai Hj Masruroh Wahid, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim, dan penceramah KH Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah.

Dalam sambutannya Khofifah menegaskan bahwa dirinya hadir sebagai Gubernur Jawa Timur, bukan sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU. “Saya non aktif sampai selesai kampanye. Maka saya hadir sebagai gubernur Jawa Timur,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Khofifah kembali mengingatkan bahwa masa jabatannya sebagai gubernur Jawa Timur akan berakhir pada 13 Feberuari 2024. Selanjutnya Khofifah mengatakan bahwa dirinya akan mengikuti proses Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim periode kedua pada November 2024 mendatang.

“Mohon doa panjenengan. Mohon dukungan panjenengan. Mudah-mudahan dimudahkan Allah seluruh proses pemenangannya. Aamiin,” harap Khofifah.

Gus Miftah dan KH Asep Saifuddin Chalim ikut hadir di Harlah Muslimat NU ke-78.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga menyampaikan terima kasih kepada warga Jatim, warga NU, dan warga muslimat NU.
Pasalnya, mereka dinilai telah mengisi proses pembangunan di Jatim dengan berbagai kegiatannya. “Termasuk doa-doa panjenengan semua,” ujarnya.

Bahkan karena doa-doa mereka, lanjut Khofifah, dari seluruh provinsi di Indonesia, Jawa Timur mendapat penghargaan paling banyak. Termasuk dinobatkannya Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.

Singgung Pilpres 2024
Sementara itu, Ketua PW Muslimat NU Jatim Nyai Hj Masruroh Wahid dalam sambutannya menyinggung soal Pilpres 2024. Dia meminta kader Muslimat NU ikut pilihan politik Khofifah Indar Parawansa dan Gus Miftah.

Nyai Masruroh kemudian menyebut soal tiga paslon yang tidak ada calon perempuannya. “Kita akan menghadapi Pilpres. Calonnya tiga, laki semua, nggak ada perempuannya. Tapi yang menjadi perbincangan internasional adalah seorang perempuan bernama Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur,” kata Nyai Masruroh.

“Karena selama ini tidak ada ormas yang siapapun yang bisa mengumpulkan emak-emak se-Indonesia, bahkan sampai dari luar negeri di GBK dengan begitu sukses. Alhamdulillah. Saya tidak akan pidato apa-apa, cuma saya mengatakan rasa syukur saya kepada Allah SWT, Alhamdulillah kita dijadikan perempuan Indonesia, perempuan Nahdliyin Indonesia yang berhaluan  ahlussunnah wal jamaah,” sambungnya.

Nyai Masruroh meminta semua kader Muslimat NU Surabaya untuk menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024 mendatang. Untuk calonnya, Nyai Masruroh meminta kader Muslimat NU ikuti pilihan Khofifah.

“Maka jangan absen 14 Februari nanti harus menggunakan hak pilih dan hak demokrasinya untuk memilih pemimpin terbaik. Siapa yang dipilih? Ikut Bu Khofifah,” kata Nyai Masruroh.

“Siapa yang dipilih? Ikut Gus Mifftah. Siapa yang dipilih? Ikut Kiai Asep,” tambah Nyai Masruroh seraya menegaskan bahwa dirinya juga akan mengikuti pilihan politik Khofifah di Pilpres 2024. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *