MSP OPOP Jatim dengan Serunai Commerce Ditandatangani, Produk Halal Siap Go International

waktu baca 4 menit
Penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur dengan Serunai Commerce SDN. BHD Malaysia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (22/1) malam.

SURABAYA-KEMPALAN: Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur (Sekdaprov Jatim) Adhy Karyono menghadiri sekaligus menyaksikan langsung penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur dengan Serunai Commerce SDN. BHD Malaysia di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (22/1) malam.

MSP ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama dengan Islamic Development Bank (IsDB) yang telah dilakukan oleh Pemprov Jatim pada tanggal 8 Januari lalu di Jeddah, Saudi Arabia. MSP tersebut ditandatangani oleh Sekretaris OPOP Jatim Moh. Ghofirin dan CEO Serunai Commerce SDN. BHD Puan Amnah Shaari.

Untuk diketahui, kerjasama dengan IsDB dilakukan melalui program reverse linkage meliputi pelatihan, tukar pengetahuan, keahlian, teknologi dan sumber daya manusia. Dimana tujuannya, kerjasama ini diharapkan mampu meningkatkan standar kualitas produk halal UMKM Jatim, pelatihan juru sembelih sesuai syariat Islam dan medis. Serta, pemasaran produk halal Jatim ke negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umroh.

Dengan ditandatanganinya MSP, Sekdaprov Adhy mengatakan bahwa kerjasama dengan Serunai Commerce dilakukan untuk penguatan pengembangan ekosistem halal di Jawa Timur. Bahkan dirinya optimistis dapat memberikan kesempatan ekosistem pesantren untuk meningkatkan kualitas Koperasi dan UMKM di Jatim serta daya saing SDM tidak ketinggalan pula produk unggulannya. 

Sekdaprov Adhy Karyono bersama CEO Serunai Commerce SDN. BHD Puan Amnah Shaari (kiri) menunjukkan produk halal Jatim yang siap dipasarkan ke negara-negara anggota OKI.

“Sebab, Serunai Commerce menyediakan platform digital yang menghubungkan pembeli dan pemasok halal di seluruh dunia. Serta Serunai Commerce juga mitra dari IsDB yang mendapatkan lisensi untuk memasarkan produk halal secara global. Terima kasih inisiatif dari OPOP Jatim dalam membangun kerjasama,” katanya.

Selain itu, lanjut Sekdaprov Adhy, penguatan dan percepatan ekosistem halal melalui program Reverse Linkage sebagai mekanisme kerjasama untuk saling bertukar pengetahuan, keahlian, teknologi dan sumber data untuk mengembangkan kapasitas bersama dengan IsDB.

“IsDB berperan sebagai fasilitator dan penguhubung untuk memobilisasi sumber daya dan mengidentifikasi solusi pembangunan dari seluruh dunia,” sebutnya.

Ia kemudian mengatakan bahwa kehadiran OPOP menjadi penting. Sebab, terobosan itu tidak hanya memajukan ekonomi pesantren tetapi juga masyarakat secara umum. 

“Oleh karenanya, kerjasama ini akan kami implementasikan secara konkrit ke depannya,” katanya.

Sekdaprov Adhy yang juga Ketua OPOP Jatim menyampaikan pula, IsDB secara khusus menunjuk Serunai Commerce yang mampu menghubungkan pembeli dan pemasok halal dan melayani pelanggan di seluruh dunia.

“Dengan bekerja sama dengan Serunai Commerce, produk halal asal Jatim bisa menjangkau pasar global lebih luas karena kehalalan produk yang masuk platform milik Serunai telah diakui secara internasional,” jelasnya.

Di akhir, Adhy turut mengapresiasi inisiatif tim OPOP Jatim dalam membangun kerjasama yang dapat memberikan kesempatan ekosistem pondok pesantren bisa berkembang dan berdaya saing.

“Terima kasih juga kami sampaikan atas bersedianya Serunai Commerce untuk berkolaborasi dan bersinergi dalam proses pengembangan ekosistem halal di Jatim. Saya rasa ini adalah proses tercepat dari tindak lanjut atas kerjasama yang dilakukan pada awal Januari ini. Harapannya ini bisa mempercepat pelaksanaan program ini,” pungkasnya.

Sementara itu CEO Serunai Commerce SDN. BHD Malaysia Puan Amnah Shaari menyampaikan, alasan dipilihnya Jatim dalam kerjasama tersebut karena Jatim dinilai sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang telah matang industri halalnya.

“Kenapa Jatim, karena industri halalnya sudah sangat spesial. Banyak penghargaan halal yang diraih, ada Indonesia Halal Industry Award, dan sangat Jatim juga sangat inovatif,” katanya. 

Tak hanya itu, Ia juga menyebutkan, inovasi OPOP besutan Gubernur Khofifah merupakan terobosan baru dalam dunia ekonomi dan bisnis. Dengan memaksimalkan potensi santri di pesantren, banyak produk halal yang diproduksi.

“Saya diajak berkunjung tadi ke pesantren di Malang, ternyata yang membuat produknya adalah siswa (santri). Apalagi mereka sejak kecil sudah belajar Islam, sehingga kita tidak ragu lagi kalau produk yang mereka buat juga pasti halal. Ini luar biasa,” pungkasnya. 

Di akhir Ia berharap dengan adanya kerjasam ini, produk-produk halal yang diproduksi oleh OPOP Jatim dapat dijual ke seluruh dunia. 

“Kita berharap produk-produk halal dari sini dapat diekspor ke seluruh dunia. Dan integrasi industri halal di negara OKI khususnya Indonesia juga dapat tercipta seperti tujuan dari islamic deelopment bank,” ucapnya berharap.

Dalam laporannya Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Prov. Jatim Andromeda Qomariyah menyampaikan bahwa penandatanganan ini merupakan intervensi tahap kedua rencana jangka pendek 2024-2025 kerjasama antara Pemprov Jatim dengan Serunai Commerce.

“Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas dan berpotensi untuk mengembangkan Joint Venture. Bahkan, pihak Serunai Commerce juga telah meninjau produk-produk unggulan OPOP yang ada juga berkunjung ke Pondok Pesantren yang bagian dari OPOP,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *