Eksperimen Gagal STY, Indonesia Dibantai 4-0

waktu baca 3 menit
Salah satu momen pada laga Indonesia vs Libya (*)

KEMPALAN: Eksperimen Shin Tae-yong pada laga Indonesia vs Libya berujung bencana. Tim Garuda dibantai dengan skor telak empat gol tanpa balas. 

Kekalahan telak tersebut dialami Timnas Indonesia saat menghadapi Libya di laga uji coba yang berlangsung di Mardan Sports Complex, Antalya, Turki, pada Selasa (2/1/2024) malam WIB. 

Empat gol Libya dicetak oleh Ahmed Ekrawa pada menit ke-25, Omar Alkhoja pada menit ke-54, Nouradin Elgelaib pada menit ke-89, dan Alaa Al Qadar pada menit ke-90+2.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, melakukan eksperimen pada laga ini. Shin memainkan formasi 4-4-2 pada babak pertama. 

Padahal pada dua laga terakhir Timnas Indonesia sebelumnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Shin Tae-yong selalu menggunakan pola tiga bek, meski juga tidak berjalan efektif.

Pakem 4-4-2 terakhir kali digunakan Shin Tae-yong ketika Timnas Indonesia membantai Timnas Brunei Darussalam dengan agregat 12-0 di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia pada Oktober tahun lalu.

Formasi 4-4-2 cukup berhasil di babak pertama. Timnas Indonesia menguasai jalannya pertandingan, namun sayang serangan para pemain Indonesia jarang sampai di kotak penalti Libya.

Pada paruh kedua, Shin Tae-yong merombak susunan pemain Timnas Indonesia. Sepuluh pemain dimasukkan. Satu yang menarik adalah diturunkannya Witan Sulaeman sebagai bek sayap kanan, yang jelas bukan posisi aslinya.

Witan hanya sempat berperan sebagai wing back kiri dan kanan ketika membela Persija Jakarta di putaran pertama BRI Liga 1 2023/2024, dia kemudian tapi tidak pernah menjadi fullback kanan lagi.

Selain itu, Shin Tae-yong juga memaksakan Hubner untuk bermain. Padahal, kapten Wolverhampton Wanderers U21 itu baru bergabung dengan Timnas Indonesia dalam pemusatan latihan di Turki.

Hasilnya, Hubner membuat blunder fatal yang berujung gol ketiga Libya. Umpan Hubner dipotong pemain Libya yang kemudian tinggal menceploskan bola ke gawang Syahrul Trisna.

Rekan Hubner di area pertahanan Jordi Amat, juga terlihat tidak dalam kondisi terbaiknya. Bek Johor Darul Ta’zim (JDT) itu juga melakukan kesalahan yang berujung gol kedua dan gol keempat untuk Libya.

Di lini tengah tim Egy Maulana Vikri juga terlihat kurang memberikan kontribusi, Winger Dewa United itu tidak lebih banyak memilih me-delay bola dan mengoper ke rekan setimnya ketimbang mengkreasi peluang.

Ramadhan Sananta dan Hokky Caraka yang berperan sebagai ujung tombak Timnas Indonesia pada 45 menit kedua juga terlihat tidak memberikan apa-apa.

Keduanya terisolasi oleh lini belakang Libya. Mereka juga kerap kehilangan bola karena first touch yang buruk dan tidak mampu lepas dari tekanan pemain lawan.

Timnas Indonesia masih akan menjalani satu laga uji coba Libya Libya pada 5 Januari 2024 nanti. Semoga berbagai kesalahan di laga pertama ini tak terulang laga di pertandingan kedua nanti. 

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *