Menyelami Perkembangan Internet di Indonesia

waktu baca 5 menit

KEMPALAN: Perkembangan Internet di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun, dan terbukti bahwa Internet memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan. Awalnya Internet dikembangkan dan digunakan untuk keperluan militer pada abad ke-19, namun perkembangan dan kebutuhan teknologi terus mengharuskan penggunaan Internet di berbagai bidang seperti perdagangan, kesejahteraan sosial, dan bahkan sistem pemerintahan.

Mulai pada 1995, beberapa BBS di Indonesia mulai memiliki jasa untuk mengakses Telnet ke luar negeri dengan menggunakan remote browser Lynx di Amerika Serikat. Dengan begitu, akses Internet di Indonesia bisa menggunakan HTTP yang berfungsi sebagai pengatur format agar dapat mengakses berbagai macam sumber online. Kegunaan Internet sangat diperhitungkan dari segi tren e-commerce masa sekarang. Banyak dari masyarakat Indonesia meraup keuntungan pada aktivitas jual beli yang dilakukan melalui platform penyedia ruang bisnis bagi siapa saja. Persaingan semakin ketat dengan adanya inovasi baru dan fitur promosi menarik. Perkembangan tren live commerce, pengiriman di hari yang sama, optimalisasi platform, serta peningkatan pembayaran digital menjadi suatu kemudahan bagi konsumennya.

Internet Service Provider Indonesia

Sekitar tahun 1994, IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya bertransformasi menjadi Penyedia Akses Organisasi (ISP) bisnis utama di Indonesia. POSTEL belum sepenuhnya memahami kemampuan bisnis online pada saat itu, dan penggunaan internet masih terbatas. Namun IndoNet mengambil langkah berani dengan memanfaatkan koneksi dial-up sebagai akses awal ke internet yang terletak di kawasan Rawamangun kompleks guru UI. Sejak awal, IndoNet menggunakan mode teks dengan akun shell, program Lynx, klien email Pine, dan tempat kerja bicara di server AIX. Pada tahun 1995, pemerintah Indonesia melalui korespondensi Bagian Transmisi Pos mengizinkan lisensi ISP untuk IndoNet dan Radnet yang dipimpin oleh Sanjaya dan Roy Rahajasa Yamin dari BRM.

Selama perkembangan ini, beberapa BBS (Bulletin Board System) di Indonesia, seperti Clarissa, mulai menawarkan manfaat untuk akses Telnet di luar negeri. Dengan menyertakan program jarak jauh Lynx di AS, klien web di Indonesia dapat mengakses web melalui acara HTTP. Contoh mendasar yang terakhir adalah bisnis online dan web bistro saling mendukung satu sama lain, menjadikan budaya Indonesia semakin solid dalam ranah informasi. Spesialis bisnis online membangun jaringan mereka dengan mengirimkan beberapa mailing list utama.Pengguna awal internet di Indonesia pada awalnya mengakses melalui CIX (Inggris) dan Compuserve (AS) sejak 1988. CIX menawarkan layanan E-mail dan Newsgroup, sementara Compuserve menawarkan layanan serupa dan mulai menyediakan akses HTTP/FTP pada tahun 1989. Beberapa pengguna Compuserve menggunakan modem yang terhubung dengan Gateway Infonet di Jakarta. Meskipun biaya akses Compuserve masih tinggi, namun lebih terjangkau dibandingkan dengan CIX.

Dengan perkembangan ini, dapat disimpulkan bahwa masa awal internet di Indonesia ditandai oleh upaya nekat, inovasi, dan keterbukaan terhadap teknologi baru, membuka jalan bagi perubahan besar dalam akses dan penggunaan internet di tanah air.

Kegunaan Internet

Sebagai aturan umum, web digunakan untuk menghubungkan jaringan di seluruh dunia dan sebagai media korespondensi. Internet dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, termasuk bisnis, akademisi, pemerintahan, dan organisasi lainnya. Ini terutama digunakan untuk:

            Akses Informasi Cepat dan Ekonomis:

Internet memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi dengan cepat dan dengan biaya yang lebih rendah melalui berbagai aplikasi seperti email, NewsGroup, www, dan FTP.

  • Pengurangan Biaya Kertas dan Distribusi:

Penggunaan internet dapat mengurangi biaya kertas dan distribusi, menggantikan media cetak seperti koran, majalah, dan brosur.

  • Media Promosi:

Internet digunakan sebagai platform promosi, seperti pengenalan dan pemesanan produk. Bisnis dapat memanfaatkan internet sebagai saluran untuk memperluas jangkauan promosi mereka.

  • Komunikasi Interaktif:

Internet mendukung komunikasi interaktif melalui email, dukungan pelanggan melalui www, video conferencing, Internet relay chat, dan Internet phone.

  • Alat untuk Penelitian dan Pengembangan:

Internet berfungsi sebagai alat untuk penelitian dan pengembangan serta pertukaran data. Peneliti dan pengembang dapat dengan mudah mengakses informasi terbaru dan berbagi temuan mereka dengan cepat.

Dengan berbagai kegunaan ini, internet telah menjadi tulang punggung bagi perkembangan dan transformasi dalam berbagai aspek kehidupan, memungkinkan efisiensi, aksesibilitas, dan inovasi di berbagai sektor.

Membahas Dampak Penggunaan Internet di Indonesia

Pemerintah Indonesia, melalui upaya Depkominfo yang mensponsori iklan di media televisi, semakin mendorong warganya untuk menggunakan media internet. Meski banyak manfaat positif yang ditemui, terdapat juga beberapa dampak negatif yang perlu diperhatikan:

Sisi Positif:

Peningkatan Pengetahuan dan Teknologi:

Pengguna internet, terutama pelajar, dapat memperoleh dan berbagi informasi serta teknologi melalui jejaring sosial. Hal ini mendorong pertukaran ilmu pengetahuan yang signifikan.

Kemudahan Transaksi dan Layanan:

Internet telah membuka akses untuk melakukan berbagai transaksi, seperti perbankan online, pembelian tiket, dan berbelanja di toko online. Tempat dan waktu bukan lagi kendala utama dalam melakukan transaksi.

Sisi Negatif:

Ketidakamanan Akses untuk Anak-Anak:

Kemudahan akses internet tanpa batasan usia dan kurangnya pengawasan orangtua dapat membawa risiko. Anak-anak rentan mengakses situs-situs yang tidak sesuai, menunjukkan perlunya filter dan pengawasan yang lebih ketat.

Alienasi dari Dunia Nyata:

Internet, meskipun memberikan kenyamanan, dapat menjadi penyebab alienasi dari dunia nyata. Orang-orang terkadang menghabiskan waktu yang berlebihan di depan komputer, mengorbankan interaksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar.

Pentingnya Keseimbangan:

Pendidikan dan Kesadaran Orang Tua:

Orang tua perlu memainkan peran penting dalam mendampingi dan mengawasi anak-anak saat menggunakan internet. Pendidikan dan kesadaran tentang risiko yang mungkin terjadi harus diterapkan.

Pengembangan Kebijakan:

Pemerintah dan lembaga terkait perlu mengembangkan kebijakan yang memberikan batasan usia pada akses tertentu serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi risiko dan cara mitigasinya.

Penggunaan Internet yang Produktif:

Masyarakat perlu memahami bahwa internet adalah alat yang dapat digunakan secara produktif. Keseimbangan antara penggunaan internet untuk hiburan dan kepentingan produktif harus diterapkan.

Dengan adanya perubahan teknologi, risiko dan dampak, baik positif maupun negatif, perlu mendapatkan perhatian serius dari semua pihak. Penting untuk merangkul kecanggihan teknologi internet sambil tetap menjaga keseimbangan antara dunia maya dan nyata serta memberikan arahan dan pengawasan yang tepat, terutama untuk generasi yang sedang tumbuh dan berkembang.

(Shelly Novita Sari/Dela Andriyani/Ravisha Dicky Ardiano/Sevia Kikan Azzahra–Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *