Diduga Terlibat Pengaturan Skor, Begini Jawaban Manajemen PSS Sleman

waktu baca 3 menit
Presiden Direktur PT PSS Sleman, Gusti Randa (*)

JAKARTA-KEMPALAN: Presiden Direktur PT PSS Sleman, Gusti Randa memberikan keterangannya terkait tuduhan pengaturan skor (match fixing) yang menyeret nama manajemen klub Super Elang Jawa. 

Kasus pengaturan skor ini kembali mencuat ke permukaan setelah beberapa tersangka ditetapkan oleh Satgas Antimafia Bola Polri atas nama Vigit Waluyo (VW) pada Rabu (13/12).

Satgas Antimafia Bola menyebut ada praktik pengaturan skor pada laga PSS Sleman vs Madura FC di pada babak 8 besar Liga 2 2018. Laga ini berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 6 November 2018 silam.

Delapan nama ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Antimafia Bola. Selain Vigit, ada juga wasit nama wasit yang bertugas di laga itu, yaitu M Reza Pahlevi, Agung Setiawan, Khairuddin, dan Ratawi.

Kemudian ada nama Dewanto Rahadmoyo Nugroho yang saat itu menjabat asisten manajer PSS Sleman, Kartiko Mustikaningtyas (LO wasit), serta satu orang kini berstatus DPO bernama Gregorius Andy Setyo.

Gusti Randa menegaskan bahwa apapun tindakan yang dilakukan manajemen PSS Sleman di tahun 2018 tak ada kaitannya dengan manajemen saat ini. Mantan Plt Ketua Umum PSSI itu juga menegaskan bahwa pihaknya enggan berkomentar terlalu jauh terkait dugaan tersebut.

“Yang pertama enggak ada kaitannya dengan manajemen saat ini. Itu kan tahun 2018 ya. Nah waktu itu kan diduga, ada tersangkanya dan masih diduga,” ujar Gusti Randa.

“Manajemen enggak ada komentar soal ini, kan pidana itu tanggung jawab pribadi,” tambahnya. 

Pria berusia 58 tahun itu menegaskan bahwa dugaan pengaturan skor hanya berhubung dengan personal yang kini menjadi tersangka. Selain itu, juga belum ada keputusan hukum yang mengikat (inkracht) atas kasus tersebut.

“Kalau dia terbukti di persidangan, sidang dulu makanya. Kan sidangnya juga masih lama. Katakan dia kena vonis dan terbukti, kan masih bisa banding,” kata Gusti. 

“Terus banding kalah, masih bisa kasasi. Kalau sekarang masih tersangka kan, tapi bukan klubnya yang jadi tersangka. Manajemen belum ada komentar lebih jauh terkait ini,” tambahnya.

Penetapan tersangka Vigit Waluyo diungkapkan secara langsung oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Listyo menyebut bahwa Vigit adalah orang lama yang sudah malang melintang di dunia sepak bola Tanah Air.

“Ada salah satu aktor intelektual pengatur skor yang mungkin namanya cukup malang melintang di dunia persepakbolaan dengan inisial VW (Vigit Waluyo),” papar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Ini sudah dikenal dari tahun 2008 dan diproses hukum. Alhamdulillah ini berhasil kita ungkap,” imbuh Listyo Sigit.

Penetapan tersangka kepada Vigit Waluyo ini disebut karena adanya dugaan pengaturan skor pada Liga 2 musim 2018.

“Secara umum kami mengindikasi pihak klub melobi perangkat pertandingan untuk bisa memenangkan klub. Pihak klub telah mengeluarkan uang Rp1 miliar untuk melobi wasit, ada 19 saksi, dan 8 tersangka,” terang Kasatgas Antimafia Bola Asep Edi Suheri yang menimpali.

“Kami telah mengamankan barang bukti, berkas perkara sudah kami kirimkan ke Kejaksaan Agung, kami menunggu perintah berkas P21. tersangka VW akan kami perlihatkan,” lanjutnya.

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *