Bambang Haryo Dorong Pemerintah Lakukan Relokasi Pasar Tebel Sidoarjo

waktu baca 2 menit

Sidoarjo – Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono, Rabu (20/12) menyambangi pasar desa Tebel, Kecamatan Gedangan Sidoarjo.

Dalam kunjungannya, pemilik sebutan akrab BHS itu nampaknya berkeliling menemui sejumlah lapak pedagang di pasar yang terhimpit Frontage road dan rel kereta api.
Kepada awak media, anggota DPR-RI periode 2014-2019 ini berharap Pemerintah dapat memberikan perlindungan kepada pedagang dan konsumen. Lantaran pasar menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang dimanfaatkan oleh ratusan bahkan ribuan rakyat di sekitarnya.

“Pemerintah diharapkan bisa memberikan perlindungan dan perhatian terhadap kehidupan pasar ini. Karena pasar tempatnya perputaran perekonomian rakyat dan pusat ekonomi kerakyatan,” kata BHS.

Disamping meminta perhatian dan perlindungan kepada pemerintah, BHS yang kini maju sebagai Caleg DPR-RI P. Gerindra Dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo nomor urut 1 ini juga setuju jika pemerintah melakukan relokasi pasar, karena letak pasar tersebut ada di antara jalan raya frontage dengan rel kereta api dan itu sangat membahayakan terhadap keselamatan konsumen maupun pedagang. Tetapi harus dibangunkan tempat baru yang bisa menampung pedagang pasar secara keseluruhan dan lokasinya mudah terjangkau oleh konsumen atau pembeli. “Katanya

Dikatakan BHS, kalau pemerintah membuatkan tempat baru, semua lapak harus digratiskan, sehingga beban biaya yang harus ditanggung pedagang tidak menjadi beban konsumen kedepannya karena konsumen mempunyai daya beli yang terbatas sehingga pasar tersebut bisa tetap ramai.

BHS juga memperhatikan harga – harga komoditas di pasar tersebut yang cenderung lebih mahal dari komoditas yang ada di pasar pasar Surabaya. Padahal Kabupaten Sidoarjo mempunyai lahan yang bisa di manfaatkan untuk pertanian dan peternakan jauh lebih luas dari Kota Surabaya. Tetapi kenapa harga komoditas pokok lebih mahal? seperti ; ayam di Surabaya hanya 27 ribu rupiah/kg di pasar tersebut sampai mencapai 33 ribu rupiah/kg, telor di Surabaya 26 ribu rupiah/kg di pasar tersebut sampai mencapai 28 ribu rupiah/kg dan lain lain.

Diharapkan pemerintah Kabupaten Sidoarjo bisa mendorong kecukupan jumlah komoditas dan murah harganya dengan peningkatan produksi pertanian, peternakan dan perikanan baik budidaya maupun tangkap di wilayah Sidoarjo dan masyarakat Sidoarjo mau memanfaatkan hasil produk Sidoarjo untuk di konsumsi. “Tutup BHS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *