Di Rakor PPDI, Khofifah Pamit dan Mohon Doa Restu Maju Lagi di Pilgub Jatim 2024

waktu baca 3 menit
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Rakor PPDI Provinsi Jawa Timur 2023 di Jatim Expo, Selasa (19/12).

SURABAYA-KEMPALAN: Di hadapan ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Provinsi Jatim,  Gubernur Khofifah Indar Parawansa pamit dan minta dukungan untuk maju kembali sebagai Bacagub di Pilgub Jatim 2024.

“Insya Allah saya akan mengakhiri pada periode ini pada tanggal 30 Desember yang akan datang, mohon doa panjenengan semua. Insya Allah saya akan mengikuti Pilgub pada 2024” kata Gubernur Khofifah saat memberikan sambutan dalam Rakor PPDI Provinsi Jatim 2023 di Jatim Expo Surabaya, Selasa (19/12).

Sebelumnya,  Gubernur Khofifah lebih dulu menyampaikan isu-isu, potensi konflik di Jatim, dan mengajak seluruh aparatur desa agar dapat menciptakan suasana aman dan nyaman saat pemilu beserta dapat menjadi mediator saat terdapat konflik.

“14 Februari 2024 akan ada pemilihan presiden dan wakil presiden, DPD RI, DPR RI, nanti apakah September/November baru pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Walikota” terang Khofifah.

Dia juga memperlihatkan daftar pemilih tetap di Jatim. Diketahui jumlah pemilih ada 31.402.838, dimana laki-laki ada 15.495.556, perempuan ada 15.907.282, dan jumlah TPS sebanyak 120.666 “Rupanya pemilih perempuan lebih banyak dari pemilih laki-laki” ucap Khofifah.

“Saya mohon semuanya bersama-sama menjadi bagian yang ikut menciptakan kondisi-kondisi yang aman, damai, dan tentram,” pintanya.

Menurut Khofifah, isu-isu strategis dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada, ada kaitan dengan peraturan perundang-undangan, penyelenggaraan, logistik, peserta, pemilih, sampai dengan tahapan pelaksanaan.

“Saya ingin menyampaikan maping potensi komunal di Jawa Timur. Potensi konflik bisa karena lahan dan tambang, bisa karena bola, bisa karena intoleransi, pilkada dan pilpres, persoalan faham keagamaan, dan perguruan silat,” jelasnya.

Khofifah menyampaikan bahwa sudah ada pelatihan pra paralegal justice Untuk itu, ia berharap kepada para kepala desa dan lurah, memahami bagaimana menjadi mediator ketika terjadi masalah-masalah yang tidak diharapkan di desa masing-masing.

“Mudah-mudahan semua berjalan aman, damai, tentram, dan kondusif. Proses demokrasi ini bisa kita junjung tinggi sehingga kita bisa dapatkan pemimpin terbaik untuk memimpin bangsa dan negara Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono yang hadir pada acara tersebut menyampaikan, pertemuan tersebut menjadi penting. Pasalnya, para perangkat desa mempunyai peran yang sangat strategis sebagai ujung tombak pemerintah yang terjun langsung di lapangan selama pemilu dan penuh dengan risiko.

Adhy juga menyebut, selama lima tahun di bawah kepemimpinan Khofifah, Jawa Timur berkembang terus menjadi provinsi yang maju.

“Pembangunan segala bidang juga makin dilihat, semakin maju. Semua ini karena pembangunan tercapai,” kata Adhy Karyono.

Semua itu, kata Adhy, baru lima tahun. Dan menurutnya keberhasilan Khofifah itu berkat kontribusi dan para perangkat desa. “Tanpa bantuan tugas-tugas panjenengan semua tidak mungkin Ibu Gubernur berhasil memimpin Jawa Timur ini,” tegasnya.

Sebagai perhatian dan rasa terima kasih, maka selama tiga tahun terakhir, yakni 2022, 2023, dan 2024, Gubernur Khofifah mengalokasikan tambahan insentif.

Tahun 2022 sebesar Rp 26 miliar. Tahun 2023 naik menjadi Rp 52, 3 miliar. Dan tahun 2024 tetap Rp 52,3 miliar. “Kami mengusulkan lebih tapi yang keluar sama,” tutur Adhy.

Insentif tersebut, menurut Adhy,  untuk 105.032 orang perangkat desa.

Atas perhatiannya kepada para perangkat dssa sekaligus prestasi yang diraih selama memimpin Jatim, pada kesempatan itu Ketua PPDI Jatim H Sutoyo M Muslih menganugerahkan penghargaan kepada Gubernur Khofifah sebagai Ibu Perangkat Desa Jawa Timur.

“Kami bersama pengurus menyampaikan terima kasih sedalam-dalamnya. Dan kami PPDI se-Jawa Timur, sepakat untuk menganugerahkan kepada Gubernur kita Ibunda Kofifah Indar Parawansa sebagai Bunda perangkat desa Jawa Timur,” kata  Sutoyo.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Kepala DPMD Jatim Budy Sarwoto, para kepala DPMD kabupaten/kota Jatim se-Jatim, para kepala bidang pemerintah desa kabupaten/kota se-Jatim, dan ribuan anggota PPDI se-Jatim. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *