Ditahan Imbang Persebaya, Aji Santoso: Kami Kurang Beruntung

waktu baca 2 menit
Pelatih Persikabo, Aji Santoso (*)

JAKARTA-KEMPALAN: Pelatih Persikabo 1973, Aji Santoso menyebut bahwa faktor keberuntungan menjadi penyebab utama kegagalan anak asuhnya memetik kemenangan dari Persebaya. 

Persikabo hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 saat menjamu Persebaya Surabaya di  Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (17/12) sore, di lanjutan pekan ke-23 Liga 1. 

Pada laga ini, Persebaya Surabaya unggul terlebih dahulu lewat gol Robson Duarte di babak pertama. Dalam keadaan tertinggal, Persikabo 1973 kemudian berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Andy Setyo di menit ke-65. 

Pelatih Persikabo, Aji Santoso menyebut bahwa kegagalan anak asuhnya menekuk Persebaya dikarenakan faktor kurang beruntung saja. Apalagi, gol Bajul Ijo dicetak dari satu-satunya peluang yang mereka dapat.

Namun, Aji juga mengakui bahwa timnya kebobolan karena kesalahan sendiri. Pelatih berusia 53 tahun itu juga kecewa karena para pemainnya gagal menerapkan strategi yang telah dilatih.

“Yang pertama kembali lagi gol yang tercipta oleh lawan bukan karena satu proses permainan yang dibangun oleh lawan, tetapi lebih pada kesalahan kami sendiri.” ujar Aji setelah laga melawan Persebaya Surabaya. 

“Padahal dalam latihan, selalu saya ingatkan kalau dalam keadaan bahaya mendingan bola bisa di long pass ke depan, tetapi pemain saya memberikan ke gelandang, dan kontrolnya salah, terjadi counter attack dan gol,” keluh pria asal Malang itu.

“Itu gol, yang saya lihat Persebaya cuma punya satu peluang itu, untungnya babak kedua kita bisa menyamakan kedudukan. Meski pun, babak kedua kami benar-benar menguasai jalannya pertandingan, terbukti dengan banyak sekali shot on target,” tambah mantan pelatih Persebaya itu.

“Menurut saya tim kami belum beruntung dari segi hasil tetapi kalau lebih babak kedua tadi, melakukan penyerangan yang sangat bagus, hanya saja gol belum tercipta. Menurut saya kita unlucky dalam pertandingan kali ini,” tutupnya.

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *