Diresmikan Gubernur Khofifah, Pabrik Kapiten Nusantara Diharapkan Mendunia

waktu baca 4 menit
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat peresmian Pabrik Kapiten Nusantara, Sabtu (9/12) pagi

MALANG-KEMPALAN:  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Pabrik Kapiten Nusantara pada Sabtu (9/12) pagi. Kendati baru diresmikan, namun pada Juli lalu pabrik milik Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo Malang yang beroperasi sejak 2020
ini sudah melakukan ekspor perdana 1.800 kaleng ke Malaysia.

Selain itu, Kapiten Nusantara juga tengah menjajaki kerja sama ekspor ke India tahun depan. Proyeksinya, pabrik yang memproduksi minuman kopi bersoda asli dari Malang ini juga akan merambah ke Afrika dan New Zealand. Bahkan, ke depan menjadi produk yang dunia.

Prosesi peresmian pabrik ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Khofifah didampingi Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Malang KH. Fathul Bari dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) OPOP Jawa Timur Mohammad Ghofirin.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga berkesempatan secara langsung meninjau proses produksi yang dilakukan di dalam pabrik.

Gubernur Khofifah meninjau pabrik Kapiten Nusantara yang memproduksi ninuman kopi bersoda asli dari Malang.

Dalam arahannya, gubernur perempuan pertama di Jatim ini menyampaikan bahwa Pemprov Jatim terus mendukung dan mendorong masyarakat Jatim untuk memiliki kemandirian ekonomi. Salah satunya mendorong terus berkembangnya  wirausaha baru  di Jatim dengan mengembangkan program OPOP.

Pasalnya, hal ini sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW yang juga lama menjadi seorang saudagar. Dimana dengan tumbuhnya wirausaha di Jatim akan semakin meningkatkan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di Jatim.

“Institusi yang paling strategis dalam pembinaan umat secara sistemik dan terstruktur itu ada di pesantren. Maka kalau di pesantren ada usaha ekonominya, maka ekosistemnya akan lengkap. Mulai dari pesantrennya, santrinya hingga alumninya,” katanya.

“Tiga elemen itu bahkan menjadi tiga pilar program OPOP yaitu santripreneur, pesantrenpreneur, sosiopreneur. Bagaimana ini menjadi penguat kita untuk melakukan dakwah dan jihad bil-maal. Ini juga menjadi kekuatan kita bersama untuk membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir,” ucap Khofifah.

Menurut Khofifah, usaha atau ekonomi berbasis pesantren ini akan memberikan multiplier effect baik bagi pesantren, santri maupun alumninya. Juga memberikan penguatan bagaimana masyarakat hidup lebih sejahtera dengan pengembangan ekonomi.

“Target kita tahun 2024 itu 1.000 santripreneur, tapi sejak Agustus lalu sudah 1.300 santripreneur. Ini bukti santri sangat berminat untuk ambil bagian dari pengembangan ekosistem OPOP,” jelasnya.

Lebih jauh, Ia juga menuturkan bahwa dalam pengembangan produk santripeneur pihak OPOP Jatim juga telah menyiapkan sistem communal branding sebagai proses pemasarannya.

“Misal produknya kopi, dari tempat berbeda tapi dengan nama brand yang sama. Tujuannya agar bisa menembus permintaan pasar ekspor yang lebih luas,” ucapnya.

Gubernur Khofifah menyerahkan secara simbolis rekening tabungan kepada salah seorang santri.

“Ini adalah salah satu format yang sudah siap dan telah disinergikan dengan banyak pihak. Bahwa ini harus terus dibangun, dikuatkan dan didampingi kedepannya,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Kapiten Nusantara merupakan sebuah produk minuman kopi bersoda asli dari Malang. Kapiten Nusantara diproduksi Ponpes An Nur II sejak tahun 2020. Dengan pabrik baru yang diresmikan ini, produksi bisa mencapai lebih dari 150.000 kaleng per bulan. Didistribusikan ke beberapa kota besar di Indonesia seperti Malang Raya, Jabodetabek, Bali, Banjarmasin, hingga Sumatera.

Kapiten Nusantara juga tengah menjajaki kerja sama ekspor ke India tahun depan. Selain itu, proyeksinya juga akan merambah ke Afrika dan New Zealand. Bahkan pada Juli lalu, produk kopi soda dalam kemasan ini telah diekspor menuju Malaysia dengan jumlah 1.800 kaleng.

Dengan ekosistem perekonomian PP An-Nur II Malang yang tumbuh dengan baik, Khofifah berharap ekosistem ini akan terus terjaga.

Pada kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga turut menyerahkan 1.000 rekening tabungan secara simbolis kepada 10 orang santri dan turut diserahkan pula 1 sepeda listrik kepada pengasuh pondok.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren An Nur II Al-Murtadlo Malang KH. Fathul Bari menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah yang telah hadir langsung meresmikan Pabrik Kapiten Nusantara. Kapiten Nusantara merupakan salah satu produk koperasi Ponpes An Nur II.

Berkat dukungan Gubernur Khofifah melalui program OPOP, Kapiten Nusantara bisa menembus pasar mancanegara.

“Terima kasih atas dukungan dari Gubernur Khofifah. Kami berharap Kapiten Nusantara bisa menjadi produk yang mendunia,” katanya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *