Banyak Gagal di Ujian Praktik, Polresta Sidoarjo Bantu dengan Cekatan SIM

waktu baca 2 menit
Pemohon SIM menjalani ujian praktik di lintasan huruf S.

SIDOARJO-KEMPALAN: Tingkat kelulusan pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di Sidoarjo ternyata masih rendah kendati Polri telah mengganti lintasan angka 8 dan zigzag dengan lintasan huruf S.

Kendala yang dihadapi pemohon pada ujian praktik SIM tersebut langsung diantisipasi Satlantas Polresta Sidoarjo dengan meluncurkan program Cekatan SIM (Cepat Tingkatkan Kemampuan Ujian Praktik dan Ujian Teori SIM).

Dengan program ini calon pemohon SIM memperoleh pelatihan melewati lintasan S sebelum mengikuti ujian sesungguhnya.

Menurut Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Indra Budi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M, inovasi ini dilakukan setelah melihat masih banyak pemohon di wilayah Kota Sidoarjo yang kesulitan lulus dari ujian praktik SIM.

“Rendahnya kelulusan Itulah yang mendorong kami berinovasi dengan memberikan coaching clinic atau pelatihan kepada calon pemohon SIM sebelum mereka melakukan tes sesungguhnya,” ucap Kompol Indra. Kamis, (7/12/2023).

“Program Cekatan ini kami gelar untuk meningkatkan kemampuan berkendara para pemohon SIM agar mereka lebih mudah lulus. Itu sebabnya materi pelatihan yang diberikan persis sama dengan saat tes sesungguhnya. Materi latihan diberikan oleh petugas kami dan itu pun tidak cuma sekali atau dua kali, tetapi sampai mereka benar-benar mahir dalam berkendara,” tambahnya.

Kompol Indra menyebut pelatihan uji praktik SIM di Polresta Sidoarjo dibuka setiap hari Rabu dan Jumat pada pukul 15.00-16.00 WIB. Bahkan, ia menyebut pihaknya berencana membuat lapangan latihan di seluruh kecamatan di Kabupaten Sidoarjo untuk menampung animo masyarakat.

“Sejauh ini masyarakat Sidoarjo menyambut baik program pelatihan Cekatan SIM karena mereka sendiri merasakan manfaatnya. Banyak permintaan untuk menggelar pelatihan uji praktik di desa mereka demi memudahkan warga,” tutur lulusan Akademi Kepolisian 2009 ini.

“Itu sebabnya kami membahas rencana pembangunan lapangan uji praktik di 18 kecamatan yang ada di Sidoarjo agar bisa menjangkau lebih banyak masyarakat. Nantinya, personel Bhabinkamtibmas dan unit lantas di masing-masing polsek yang sudah kami latih akan menjadi pemateri,” katanya.

Kompol Indra menegaskan bahwa pihaknya tidak membebankan biaya apapun kepada peserta pelatihan uji praktik ini.

“Semuanya gratis dan kami bimbing sampai mahir. Lewat program Cekatan SIM ini pula kami jajaran Satlantas Polresta Sidoarjo ingin masyarakat jadi mengetahui serta mengalami sendiri bahwa proses pembuatan SIM yang sesuai aturan di Polresta Sidoarjo ternyata mudah, murah, dan cepat,” pungkasnya. (Muhammad Tanreha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *