Kapolda Jatim Ajak Insan Pers Ikut Berperan Aktif Mewujudkan Pemilu 2024 yang Kondusif

waktu baca 3 menit
Kapolda Jatim.Irjen Pol Drs Imam Sugianto M.SI menyerahkan cinderamata kepada Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim.

SURABAYA–KEMPALAN: Jelang Hari Pers Nasional (HPN) dan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Kapolda Jatim Irjen Pol. Drs. Imam Sugianto, M.Si bersilaturahmi dengan pengurus PWI Jatim di kantor PWI Jatim Jalan Taman Apsari 15-17 Surabaya, Rabu (6/12).

Kedatangan kapolda yang didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim disambut Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim dan jajaran pengurus.

Dalam sambutannya, Irjen Pol Imam Sugianto menyampaikan permohonan maaf karena selama satu bulan menjabat Kapolda Jatim baru bisa silaturahmi ke kantor PWI Jatim. 

Pasalnya, banyak sekali kesibukannya. “Belum serah terima jabatan saja sudah dikunjungi Presiden dan juga Ibu Negara. Belum lagi kegiatan-kegiatan penting lain, sehingga mohon maaf kalau saya baru bisa datang hari ini,” kata Irjen Pol Imam Sugianto.

Pada kesempatan tersebut kapolda mengaku bersyukur karena dalam seminggu pelaksanaan kampanye Pemilu 2024 di Jawa Timur berlangsung aman.

“Saya berharap kondisi ini berlangsung hingga selesai Pemilu nanti. Saya tidak melihat daerah di luar Jawa Timur, yang penting Jawa Timur aman,” harapnya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto foto bersama jajaran pengurus PWI Jatim.

Untuk, pria asal Malang ini mengajak insan pers untuk ikut berperan aktif dalam mewujudkan situasi Pemilu 2024 yang kondusif.

“Mari kita sama-sama kawal agar Jatim di tahun depan tidak ada hal yang menonjol yang mengganggu keamanan,” ujarnya. 

Ketika ditanya soal netralitas Polri, kapolda mengatakan bahwa pihaknya sudah menekankan kepada seluruh jajarannya, termasuk istri-istrinya, agar menjaga hal ini.

“Bahkan sampai instagram atau sosial media yang dimiliki anggota dan istrinya juga mendapat perhatian agar jika ada hal-hal yang mengganggu segera diselesaikan. Kita harus netral,” tegasnya.

Mengenai peta kerawanan Jawa Timur saat pelaksanaan Pemilu 2024 ini, mantan ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu menyebutkan, Polda Jatim bersama Mabes Polri sudah memetakan kondisi daerah dengan seksama.

“Untuk Jawa Timur yang masuk daerah rawan satu adalah Pulau Madura, Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep, juga daerah tapal kuda,” ungkapnya.

Namun, lanjut kapolda,  dalam penilaian ketiga bulan Agustus lalu, Jawa Timur sudah masuk kategori rawan saja. “Untuk itu butuh kerjasama dengan semua komponen, termasuk wartawan, dalam menciptakan kondisi Pemilu 2024 di Jawa Timur aman dan menyejukkan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim mengaku sangat senang atas kunjungan kapolda ke kantor PWI Jatim. Apalagi hubungan pers dengan polda dan jajarannya sangat baik. 

Kendati demikian, Pak Item –sapaan akrab Lutfil Hakim–, berharap wartawan tetap independen dan menjaga kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas kewartawanannya.

“Dengan berpegang pada kode etik jusnalistik, kita akan terhindar dari permasalahan akibat pemberitaan,” tegasnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *