Komunitas Seduluran Semanggi Suraboyo Gelar Sawung Jabo dan Sirkus Barock

waktu baca 3 menit
Poster Sawung Jabo (*)

KEMPALAN: Tahun lalu, 2022, komunitas Seduluran Semanggi Suroboyo (SSS) menggelar dua aktivitas, yaitu orasi budaya Eros Djarot di Balai Budaya kompleks Balai Pemuda Surabaya, pada 12 Juli dimana selain orasi budaya, juga disuguhkah lagu-lagu yang ditulis oleh budayawan dan dibawakan penyanyi Djatu Parmawati, Desy Agustina, Dian Permana, Putri Ajeng, dan sejumlah seniman musik pendukung lainnya. 

Empat bulan kemudian, pada 25 November, digelar diskusi dan pembacaan puisi kumpulan puisi “69 Cinta untuk Rayni” karya pewarta dan pengarang Noorca M. Massardi di Wisma Jerman (dulu disebut Goethe Institute). 

Acara tersebut didukung pembacaan puisi  oleh seniman Jawa Timur: Wina Bojonegoro, Ndindy & Helen (teatrikal puisi-musik), Denting Kemuning, Heti Palestina Yunani, serta musikalisasi puisi oleh Bambang Jon, Arul Lamandau. 

Tahun ini 2023, SSS menggelar launching dan diskusi buku “Senja Keemasan Peter A. Rohi” yang ditulis jurnalis senior Amang Mawardi, bertempat di Balai Wartawan Surabaya pada 15 Juni, dengan pembicara guru besar Unair Prof. Dr. Hotman Siahaan, Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim, Henky Kurniadi Ketua SSS, dan Inyo Rohi salah satu putra jurnalis idealis Peter Apolinus Rohi yang sedang berada di Tanah Air. Inyo adalah staf KBRI Rusia di Moskow. Bertindak sebagai moderator adalah Toto Sonata wartawan dan penyair. 

Menutup tahun ini, SSS akan menggelar pertunjukan musik Sawung Jabo & Sirkus Barock bertempat di Gedung Cak Durasim kompleks Taman Budaya Jawa Timur Jl. Genteng Kali 85 Surabaya pada Selasa 14 November 2023.

Ketua Panitia Cak Sjamsul Umur menjelaskan bahwa acara ini diberi tajuk “Kado Nggo Jabo” (Kado untuk Jabo). 

“Sebagai seniman yang lahir dan besar di Surabaya yang lantas merantau di Jogjakarta,  kemudian malang melintang di jagad  kesenimanan –khususnya permusikan–  antara lain pernah berguru dan berkiprah di Bengkel Teater Rendra, Swami dan Kantata Takwa serta sejumlah komunitas dan entitas lain, sudah selayaknya kalau kami mengadakan gelar musik yang dimotori Cak Jabo ini. 

Sebagaimana aktivitas Jabo yang tiada henti di kanal musik yang lahir di kampung Ampel  dan yang  kini mukim di Sydney, Australia, tahun lalu Sawung Jabo menggebrak Jogja, dilanjut Bandung dan Bogor. “Dan tahun ini, giliran kotane awake dewe, rek. Kota kelahirane Jabo:  Suroboyo!” kata Cak Sjamsul yang terkesan pendiam tapi nyatanya grapyak ini. 

Pertunjukan _Kado Gawe Jabo_ ini dibagi dua sesi. Sesi I dimulai pukul 18.00 menampilkan pemberi kado para seniman keluarga besar SSS, yaitu Djatu Parmawati, Utiek, Desy Agustina, Bambang Jon, Ndindy & Helen (teatrikal puisi-musik), Prof. Rubi Castuby Band, dan Asri Nugroho (teatrikal seni rupa). 

Sedang Sawung Jabo & Sirkus Barock  memulai pertunjukan pukul 19.15 hingga selesai acara diperkirakan sekitar pukul 22.00.

Para personel Sawung Jabo & Sirkus Barock: Sawung Jabo (gitar), Emanuel Hertoto (Toto Tewel) lead guitar,  Ucok (violin), Denny (perkusi), Hasnan (cello), Bagus (keyboard), Joel (gitar), Tauhid (bas), dan Wasis (drum). 

Kata Cak Sjamsul, pertunjukan ini gratis. “Bagi yang sudah kehabisan tiket, jangan kuatir. Bisa nonton via streaming,” ujarnya. “Ojo’ lali, ndelok yo…”. (AM).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *