Aksi Bela Palestina dan Fenomena Amin

waktu baca 5 menit
Potret aksi bela Palestina yang berlangsung di Monas (*)

KEMPALAN: Dua juta orang mengikuti aksi bela Palestina di area sekitar Monas, Ahad (5/11). Massa aksi akbar yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina menuntut agar perang segera dihentikan dan agar dilakukan penyelidikan internasional atas kejahatan kemanusiaan dan perang oleh Israel, untuk diajukan ke Mahkamah Internasional. 

Aliansi juga menentang keras penjajahan Israel atas Palestina dan mengecam keras politik apartheid, genosida, dan holokaus serta terorisme yang terus dilakukan Israel. Tuntutan ini diajukan demi kemanusiaan perdamaian dan keadilan.

Sejak aksi bela Islam 2016 yang dikenal sebagai 212 baru kali ini jutaan manusia memenuhi Monas. Inilah aksi bela Palestina terbesar di dunia sejak konflik Palestina-Israel pecah Oktober 2023. Aksi massa yang membludak menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia adalah pendukung sejati kemerdekaan Palestina.

Puluhan demonstrasi dilakukan di seluruh dunia, mulai dari Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara berpenduduk Islam di seluruh dunia. Namun, baru kali ini massa yang berkumpul bisa mencapai 2 juta orang. Pesan tunggal yang diberikan adalah bahwa Indonesia mendukung Palestina tanpa reserve. Ramalan eskatologis bahwa pembebasan Palestina akan datang dari Indonesia terlihat kenyataannya.

Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina mengajukan enam tuntutan. Pertama, menuntut agar perang segera dihentikan, dan agar dilakukan penyelidikan internasional atas kejahatan kemanusiaan dan perang oleh Israel untuk diajukan ke Mahkamah Internasional.

Kedua, demi kemanusiaan, perdamaian, dan keadilan, menentang keras penjajahan Israel atas Palestina, dan mengecam keras politik apartheid, genosida, holocaust serta terorisme yang terus dilakukan Israel.

Aliansi menyerukan kepada Pemerintah Negara-Negara Islam/Negara-Negara Arab untuk membatalkan hubungan diplomatik dan/atau tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel sampai Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdiri tegak.

Sebagai bentuk solidaritas bagi Palestina Bangsa Indonesia, sebagai bangsa cinta damai dan keadilan, memboikot dan tidak membeli produk-produk Israel, dan produk-produk pakaian, makanan dan minuman yang menyumbang kepada Israel.

Ketiga, memberi apresiasi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas keputusan dan resolusi-resolusinya atas Israel antara lain sebagai pelanggar HAM berat. Namun, PBB perlu melakukan langkah-langkah nyata dan tegas dalam menegakkan resolusi-resolusinya, dengan menghilangkan kekuatan veto dari negara-negara yang menampilkan standar ganda terhadap masalah Palestina.

Keempat, mendukung dengan penghargaan atas sikap tegas dan konsisten Indonesia, yang sejak zaman Presiden Soekarno hingga sekarang, terus menolak penjajahan Israel dan mendukung Palestina merdeka. 

Kelima, aliansi menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu bangsa Palestina/Gaza dengan diplomasi, hingga demonstrasi, opini, dana dan doa. Berharap agar itu semua dapat membuka nurani dunia dan menyelamatkan kemanusiaan dan akal sehat, untuk membantu membuka pintu hati dan kebijakan internasional bagi hadirnya keadilan dan perdamaian dari kawasan Timur Tengah hingga ke seluruh dunia.

Keenam, aliansi menyerukan kepada umat berbagai agama untuk terus memanjatkan doa kehadirat Allah Yang Maha Kuasa untuk memberi kekuatan lahir dan batin bagi rakyat Palestina dalam menanggung penderitaan, dan mewujudkan kemerdekaan bangsa dan negaranya.

Menteri Luar Negeri Retno. Marsudi yang hadir pada acara itu menegaskan sikap pemerintah Indonesia yang mendukung kemerdekaan rakyat Palestina. Selain menyuarakan dukungan melalui forum resmi, langkah yang ditempuh pemerintah juga dengan mengirimkan bantuan kepada rakyat Palestina. Oleh karena itu, ia menilai aksi bela Palestina ini menjadi langkah dukungan masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina.

Bantuan tahap pertama sudah diberangkatkan dan dilepas oleh Presiden Joko Widodo. Ini bukan hanya bantuan dari Pemerintah, tetapi dari seluruh rakyat Indonesia yang disalurkan melalui lembaga-lembaga kemanusiaan.  Retno juga membacakan sebuah puisi yang ia ciptakan sendiri untuk Palestina. 

Aksi ini menjadi kode keras bahwa masyarakat Islam Indonesia akan bisa disatukan oleh satu single issue yang konkret. Hal ini akan membawa resonansi pada pemilihan presiden 2024 mendatang. Dalam pilgub DKI 2017 petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kalah dari Anies Baswedan karena umat Islam DKI bersatu karena munculnya kasus pelecehan terhadap Alquran oleh Ahok.

Kali ini umat Islam Indonesia belum menemukan tema sentral untuk bisa bersatu seperti pada pilgub DKI. Namun, bergabungnya Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar menjadi fenomena baru yang memungkinkan munculnya dukungan massal umat Islam terhadap pasangan itu.

Sampai sekarang pasangan Amin belum menemukan tema sentral untuk mempersatukan umat. Namun, koalisi Amin sudah membangkitkan semangat persatuan di kalangan umat Islam karena koalisi ini mewakili dua arus besar Islam Indonesia Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Anies Baswedan menjadi satu-satunya calon presiden yang menghadiri acara itu. Hadir bersama istri, anak, dan menantu, Anies mendapatkan sambutan paling antusias dari peserta aksi. Tidak bisa dimungkiri bahwa mayoritas peserta aksi—kalau tidak seluruhnya—adalah pendukung Anies.

Presiden Jokowi tidak hadir dan mengirimkan tiga menteri untuk mewakili, yaitu Menko PMK Muhadjir Effendy, Menlu Retno Marsudi, dan Menag Yaqut Cholil Qoumas. Muhadjir mengingatkan massa bahwa dukungan pemerintah Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tidak perlu diragukan lagi. Retno Marsudi juga sudah menunjukkan sikap tegas yang dianggap heroik di arena sidang Persatuan Bangsa Bangsa (PBB).

Kendati begitu panggung aksi menjadi milik Anies dan tiga menteri Jokowi itu terlihat seperti pemain pembantu. Anies merasa at home karena massa inilah yang menjadi kekuatan utamanya dalam pilgub DKI 2017.

Fenomena ini memunculkan spekulasi bahwa Anies akan kembali memainkan politik identitas sebagaimana yang selama ini dituduhkan kepadanya. Dengan tetap mengandalkan suara dari pendukung garis kanan Anies diperkirakan tidak bisa bersaing dengan dua capres lainnya. 

Namun, Anies rupanya punya kalkulasi tersendiri. Ia merawat pendukung tradisionalnya dari kanan dan berusaha mendapatkan dukungan yang lebih luas dari kalangan muslim moderat. Persekutuannya dengan Muhaimin Iskandar memungkinkannya untuk mendapat dukungan yang lebih luas dari kalangan muslim moderat dari NU dan Muhammadiyah.

Jika aliansi Anies-Muhaimin bisa mengonsolidasikan kekuatan pemilih muslim konservatif dan moderat, lawan-lawan politiknya harus benar-benar waspada. Sambutan antusias peserta aksi bela Palestina terhadap Anies menjadi kode keras bagi lawan politiknya untuk waspada.

Oleh: Dhimam Abror Djuraid (Founder kempalan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *