Khofifah Berharap Hilirisasi Mangrove Mampu Beri Nilai Tambah dan Jadi Best Practice Petani

waktu baca 2 menit
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menunjukkan batik yang diproduksi Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi terhadap upaya hilirisasi yang telah dilakukan oleh para petani Mangrove di Jatim. Pasalnya, upaya tersebut dinilai bisa memberikan nilai tambah dan manfaat lebih bagi masyarakat atas berbagai produk yang dihasilkan.

Produk hilirisasi tersebut, antara lain berupa  produk sirup mangrove, aneka makanan ringan dari mangrove, hingga batik mangrove yang dipamerkan pada Festival Mangrove Jawa Timur V di Romokalisari Adventure Land, Surabaya, Selasa (31/10).

“Saya berharap hal ini bisa menjadi best practice semua yang bergerak di sektor mangrove. Jadi, ada yang menanam dan ada yang bergerak di sektor hilirisasinya untuk memberikan nilai tambah dan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” kata Khofifah saat hadir langsung pada Festival Mangrove V.

“Sehingga, usaha yang dihasilkan dari mangrove ini tidak hanya makanan dan minuman, tetapi  berupa produk fashion dan sebagainya dengan tetap menjaga kelestarian mangrove,” sambungnya.

Secara khusus, Khofifah juga mengapresiasi batik mangrove karya Lulut Sri Yuliani. Sebab batik produksinya mampu menjadi buah tangan pada ajang internasional bergengsi G20 yang digelar beberapa waktu lalu di Bali.

Batik karya Lulut tersebut, juga memiliki sertifikat yang menunjukkan bahwa batik ini terbuat dari bahan alami tanpa merusak tanamannya.

“Bu lulut ini topnya top, jadi produk batiknya beliau sudah menjadi gift pada saat G20. Jadi Batik Mangrove top itu adalah produknya Bu lulut dan beliau ini luar biasa,” pujinya.

Selain itu, lanjutnya, ada pula batik mangrove organik seperti yang diproduksi Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu). Bahkan, produk batik Yagasu  sudah berhasil masuk di katalognya Hermes. Dimana, ini membuktikan bahwa kualitas batik ini tidak hanya bagus tapi sudah berkelas internasional.

Untuk itu, Khofifah mengajak agar semua pihak ikut mendengungkan bahwa tidak cukup hanya menanam tetapi juga perlu dilakukan hilirisasi Mangrove. Sehingga, hal ini bisa diketahui oleh masyarakat luas baik di Jatim maupun luar Jatim. Dengan demikian, akan semakin banyak manfaat yang bisa diberikan dan semakin banuak.lagi yang menanam mangrove.

“Harus sering  kita sampaikan, supaya yang lain terkonfirmasi dan kemudian ikut tergerak bagaimana kita menanam dan kemudian hilirisasinya bisa memberikan nilai tambah,” tegasnya.

“Karena sejatinya hidup adalah untuk memberikan kehidupan, seperti kata Sunan Kalijogo , Urip Gawe Urup. Artinya, dimana kita berada harus bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk lingkungan sekeliling kita,” pungkasnya.  (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *