Kaesang Sang Mawar

waktu baca 6 menit
Kaesang Pangarep bertemu Ketua PSI Giring Ganesha. (Tangkapan Layar)

KEMPALAN: Nama ‘’Mawar’’ biasanya dipakai sebagai samaran untuk seorang perempuan. Lebih khusus, nama itu dipakai oleh media untuk nama seorang perempuan korban pelecehan seksual, terutama pemerkosaan. Entah dari mana asal muasalnya, nama Mawar menjadi nama favorit oleh media untuk menjadi identitas korban pelecehan.

Nama lain yang sering muncul adalah Bunga. Narasinya selalu sama. ‘’Mawar (bukan nama sebenarnya), seorang gadis belasan tahun korban perkosaan..’’. Atau, ‘’Bunga (sebut saja begitu), gadis cantik dari desa yang diperkosa….’’.

Kali ini nama Mawar muncul lagi sebagai nama samaran. Tapi, sangat mugkin dia bukan korban pelecehan seksual, apalagi korban perkosaan. Mawar yang muncul kali ini ialah seorang laki-laki. Setidaknya, suara yang muncul mewakili sosok Mawar adalah suara laki-laki.

Adalah PSI (Partai Solidaritas Indonesia) yang memunculkan sosok ‘’mistery guest’’ dalam sebuah video yang menggambarkan seseorang yang menyatakan siap masuk ke dunia politik. Dalam video itu tidak ada visualisasi seseorang, hanya ada gambar siluet yang disertai dengan suara seorang laki-laki.

Laki-laki misterius itu disebut sebagai ‘’Mawar’’. Agak aneh, karena Mawar identik dengan feminitas, sementara suara Si Mawar terdengar bariton. Spekulasi bermunculan bahwa suara itu milik Kaesang Pangarep, anak bungsu Presiden Joko Widodo.

Beberapa waktu belakangan ini PSI terlihat sangat bernafsu untuk merekurt Kaesang. Beberapa waktu yang lalu PSI memasang sejumlah baliho dengan foto Kaesang di Kota Depok. Narasinya menyebutkan bahwa Kaesang mengumumkan siap menjadi ‘’Depok Pertama’’.

Meski tidak secara langsung menyebut siap menjadi walikota, tetapi pernyataan terbuka Kaesang itu sudah mengisyaratkan keinginannya untuk merebut kursi walikota Depok pada pemilihan walikota 2024 mendatang. Setidaknya begitulah tafsir beberapa partai politik.

Wajah Kaesang sudah menampang di billboard di beberapa titik kota Depok. PSI menjadi partai pertama yang menyatakan dukungannya kepada Kaesang. Menyusul kemudian Partai Gerindra dan PDIP.

Jika Kaesang masuk ke politik lengkap sudah transformasi keluarga Jokowi ke dunia politik. Anak mbarep Gibran dan sang menantu Bobby Nasution masing-masing sudah mendapat jatah tanah pardikan sebagai walikota Solo dan walikota Medan. Kaesang akan melengkapi trio anak mantu Jokowi menjadi ‘’the three musketeers’’ yang berkiprah dalam jagat politik Indonesia.

Dengan munculnya three musketeers ini dinasti politik Jokowi sudah lengkap. Ketika Jokowi nanti lengser pada 2024 dinasti Jokowi sudah mendapatkan jatah tanah pardikan masing-masing. Keberlanjutan wangsa politik Jokowi terjamin, dan keamanan politik keluarga juga terjaga.

Di antara the three musketeers klan Jokowi, Kaesanglah yang paling high profile. Ia menjadi bintang medsos dan menjadi pengusaha muda yang terbang tinggi dengan banyak memiliki start up dari berbagai jenis usaha. Salah satunya kuliner pisang yang diberi nama Sang Pisang yang sudah punya puluhan cabang di beberapa kota. Total ada 12 start up milik Kaesang yang kebanyakan bergerak di bidang kuliner.

Sebagai anggota the first family tidak susah bagi Kaesang untuk mendapatkan suntikan modal. Banyak venture capital yang berebut memberi dana kepada Kaesang. Koneksi bisnis dan politik dengan the first family tentu menjadi daya tarik yang menggiurkan bagi banyak pengusaha.

Ada suntikan dana yang profesional tapi pasti ada suntikan yang sifatnya politis. Karena itu duet Gibran-Kaesang pernah dilaporkan ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) oleh aktivis politik Ubaidillah Badrun, karena diduga mendapat aliran dana yang berbau cuci uang atau money laundering. Setelah sempat heboh, kasus cuci uang ini sekarang sudah bersih tanpa jejak lagi.

Kaesang sangat populer di dunia maya. Ia piawai memainkan isu-isu populer di kanal pribadinya. Cuitannya selalu diikuti dengan antusias oleh 3,1 juta pengikutnya di Twitter. Berbagai macam tingkah polahnya diolah menjadi bahan unggahan yang sering menjadi viral dan trending topic.

Popularitas Kaesang di dunia medsos menjadi modal yang sangat penting. Ketika semua orang berlomba-lomba dengan berbagai cara memanfaatkan media digital untuk menjadi sarana promosi diri, Kaesang melenggang berselancar dengan nyaman. Tanpa susah-susah melakukan pansos, panjat sosial, Kaesang sudah memanjat sangat tinggi.

Kaesang pun menasbihkan diri sebagai ikon bisnis anak milenial. Ia cukup aktif melakukan trading saham dan mengampanyekan kepada anak muda agar melakukan investasi di pasar ekuitas. Sosok Kaseang menjadi salah satu dari sekian banyak influencer saham yang mampu menarik banyak investor baru untuk masuk ke pasar saham.

Selain investasi di perusahaan yang berkaitan dengan kuliner, gurita bisnis Kaesang kemudian merambah ke bisnis sepakbola dengan membeli saham mayoritas Persis Solo. Di tangan Kaesang, Persis Solo yang semula hanya klub medioker langsung menjadi klub elite yang moncer. Hanya setahun memegang Persis, klub itu langsung promosi dari Liga 2 ke Liga 1.

Kehidupan pribadi Kaesang pun menjadi berita yang populer. Ia putus cinta dengan pacarnya di Singapura, lalu memacari karyawatinya, lalu memutusnya, dan kemudian menikahi Erina Gudono.

Pernikahan Kaesang degan Erina pun menjadi show yang spektakular. Presiden Jokowi kembali memercayai Erick Thohir untuk mengurus Kaesang. Kali ini Erick menjadi ketua panitia perkawinan Kaesang. Dan–seperti ketika menjadi ketua panitia Asian Games 2018–Erick menyulap pesta pernikahan itu menjadi show extravaganza yang spektakuler.
Modal sosial dan popularitas Kaesang sudah melimpah ruah. Kaesang pun memutuskan untuk masuk ke petualangan baru, dan memilih politik sebagai lahannya. Dengan modal popularitas yang tinggi dan beking politik dan modal yang berlimpah Kaesang sudah hampir pasti melenggang menang di perhelatan politik 2024.

Pertanyaannya sekarang mengapa Kaesang memilih Depok? Kalau mau aman tentunya Kaesang lebih memilih untuk terjun di kancah pemilihan walikota Solo yang sudah menjadi habitatnya sejak kecil. Solo juga sudah dikuasai dan diamankan oleh sang kakak Gibran Rakabuming.

Skenario politik yang sempat muncul adalah Gibran diproyeksikan naik kelas menjadi calon gubernur Jawa Tengah atau DKI. Bahkan, ada rumor bahwa Gibran sedang diproyeksikan untuk menjadi salah satu kandidat wakil presiden. Gugatan PSI ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengubah ambang batas usia calon presiden-wakil presiden, disebut-sebut bagian dari skenario itu.

Menerjunkan Kaesang ke Depok adalah ‘’risky business’’, bisnis yang berisiko. Tantangannya terlalu berat, karena Depok adalah kandang macan yang sudah dikuasai PKS (Partai Keadilan Sejahtera) selama 20 tahun terakhir.

Memang Kaesang terlihat lebih berani berpetualang dibanding kakak-kakaknya. Kaesang terlihat lebih bertype ‘’risk taker’’ ketimbang saudara-saudaranya. Tetapi, menerjunkan Kaesang ke kandang macan Depok sangat berisiko dan tidak ‘’worth it’’.

Sampai detik ini belum ada keterangan resmi dari Kaesang maupun dari bapaknya. Yang muncul justru bantahan dari Gibran, sang kakak. Ia sangsi bahwa suara itu milik Kaesang. Gambar siluet yang muncul—menurut Gibran—bukan adiknya, tapi penyanyi Afgan.

Mengapa penuh misteri? Pasti ada misteri besar di balik skenario besar ini. Salah satunya, Kaesang dipersiapkan menjadi ketua umum PSI. Tunggu saja. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *