Wakil Sekretaris PDIP Dukung Pelestarian Budaya Nusantara melalui Wayangan

waktu baca 2 menit

SURABAYA-KEMPALAN: Peringatan Suroan atau Tahun Baru Islam di Muharram 1445 Hijriyah dilakukan dengan beragam budaya warga diantaranya Wayangan , Doa Bersama hingga Santunan Anak Yatim Piatu.

Pada Bulan Suro tujuan masyarakat menggelar selamatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan berdoa agar mendapatkan berkah yang melimpah di tahun mendatang.

Di antaranya dilakukan oleh warga Gresik PPI yang menggelar Wayangan dengan dalang Ki Aryo Jatmiko dan lakon berjudul “Pandu Suwargo”. Tidak hanya itu di Tambak Asri kelurahan Morokrembangan juga dilaksanakan pagelaran wayang kulit.

Kegiatan itu digelar dengan Bergotong – Royong dari warga di lingkungan setempat dan berharap dihindarkan serta dijauhkan dari bala maupun marabahaya .

Wakil Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDIP Achmad Hidayat mendukung pelestarian Budaya Nusantara melalui wayangan.

 “ Dalam lakon wayangan kita belajar pesan – pesan kebajikan , ilmu kehidupan untuk dipraktikan dalam kehidupan sehari – hari”, kata Achmad Hidayat.

Dirinya juga menjelaskan dalam lakon Wayang Pandu Suwargo mengajarkan agar manusia berpasrah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa , menebarkan cinta kasih kepada sesama manusia dan menerima Kehendak yang telah dihariskan oleh Tuhan.

“Makin suburnya budaya Nusantara membuat kita menjadi bangsa yang kokoh dalam memiliki kepribadian , tidak muda goyah dan berkarakter kuat. Itu juga implementasi Trisakti Berkepribadian dalam budaya”, tegas Achmad Hidayat.

Ia juga mendorong agar dioptimalkan kebijakan Kepemimpinan Eri Cahyadi – Armuji dalam memberikan alokasi anggaran bagi kelurahan yang menggelar sedekah bumi maupun kebudayaan dalam setiap tahunnya sebagai wujud konsistensi pelestarian budaya Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *