PG Terancam Jadi Dongeng Kerajaan Politik Masa Lalu, Yusuf: Hanya Opung yang Bisa Menyelamatkan!

waktu baca 3 menit
Yusuf Husni, Penasihat Partai Golkar Jatim

SURABAYA-KEMPALAN: Pelaksanaa pemilu semakin dekat. Tinggal sekitar enam bulan lagi. Namun, amanat munas nyaris tidak bisa dilakukan secara konsisten. Hasilnya pun dapat diprediksi. Tidak sesuai harapan.

Tidak hanya itu. Jargon politik “Golkar Menang , Erlangga Presiden” juga semakin jelas tidak bisa terwujud. Jargon wajib yang sampai hari ini dikumandangkan bila pengurus DPP PG ke daerah itu, semakin tidak jelas maksud dan tujuannya. “Hanya retorika yang diucap tanpa makna,” kata Yusuf Husni, Penasihat Partai Golkar (PG) Jatim dengan nada ketus, Minggu (23/7).

Yusuf yang mengklaim sebagai Ketua Umum PPK-Kosgoro 1957 asli ini benar-benar gerah melihat kondisi PG saat ini di bawah kepemimpinan AH (Airlangga Hartarto), yang seakan nekad maju terus untuk memimpin PG, meskipun kader di bawah mendesaknya untuk mundur dan menggelar Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa).

Menurut Yusuf, pihak AH mestinya terus terang mengatakan kalau ikhtiar politik berdasarkan amanat munas sudah tidak tercapai. Kendaraan politik dipastikan tidak ada. Elektabilitas partai dan AH juga jauh dari harapan. Karena politik itu dinamis, realita politik harus kita terima dengan memberi isyarat PG tidak jadi nyapres.

“Bilang begitu kan enak. Semua kader diajak bicara dan memikirkan untuk mencari jalan keluar yang terbaik. Bukan seperti sekarang, seoerti buta, tuli, dan bisu politik. Tanpa merasa tidak bersalah sama sekali,” teriak politikus senior PG yang dikenal sangat kritis ini dengan suara lantang.

Bahkan celakanya, lanjut Yusuf Husni perilakunya sudah sangat mendekati  munafikun politik. “Bila bicara bohong. Kalau janji ingkar. Diberi kewenangan pun khianat. Sampai melupakan atau gak paham kalau pemilik saham politik terbesar PG adalah rakyat,” ujarnya.

Menurut Yusuf, bukan berarti karena pemilik STNK politik adalah DPP, sehingga seenaknya menjalankan kendaraan politik. Bila kendaraan dikendarai secara ugal-ugalan, tentunyapemilik saham banyak yang marah.

“Dan yang paling berbahaya adalah  jika pemilik saham menarik sahamnya, sehingga kendaraan tidak layak jual dan kemudian menjadi besi tua. Apa mereka paham akan hal ini,” tegas mantan anggota DPRD Jatim dan anggota DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar ini.

Dalam agama Islam,  munafik dosanya tidak akan dapat ampunan dan tempatnya neraka. Dalam politik hukumannya amputasi politik. Bukan hanya Ketum AH, tapi juga termasuk jajaran pengurus DPP wajib diamputasi melalui Munaslub. “Untuk mereparasi kembali PG, ahlinya saat ini hanya satu, yaitu menunjuk LBP (Luhut Binsar Panjaitan) sebagai pengganti AH,” tandasnya.

Dia yakin betul  LBP sangat paham apa yang akan terjadi di Pemilu 2024 bila PG dibiarkan seperti sekarang ini. Partai yang tidak punya makna politik sangat sulit untuk recovery. Butuh waktu cukup lama dan sangat melelahkan, sekitar dua sampai tiga periode pemilu lagi.

Sebelum kejadian dan senyampang waktu masih ada, maka ia bersama kader PG di Jatim sangat berharap agar Opung (LBP) bersedia menyelamatkan PG dari ambang kehancuran.

Yusuf Husni yakin bila Opung diam dan tidak berbuat, nantinyan akan merasa bersalah di belakang hari. Pasalnya, Opung telah membiarkan PG jika kelak hanya tinggal nama, dan menjadi sebuah dongeng ‘Kerajaan Politik di Masa Lampau”.

“Jadi, hanya Opung yang bisa menyelamatkan PG,” pungkas Yusuf Husni. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *