Debat Capres Bayangan

waktu baca 5 menit
Anies Baswedan saat tampil pada acara Apeksi di Makassar. (istimewa)

KEMPALAN: Dalam dunia tinju ada teknik latihan yang disebut sebagai shadow boxing atau tinju bayangan. Latihan ini dilakukan dengan mempraktikkan seluruh gerak bertinju yang telah dikuasai, baik pukulan-pukulan dasar maupun pukulan kombinasi yang cepat, dikordinasikan dengan gerak tubuh maupun gerak kaki pada posisi menyerang maupun posisi bertahan, tanpa menghadapi lawan yang sesungguhnya.

Teknik dijalani sebelum pertandingan yang sesungguhnya. Dari shadow boxing ini bisa dilihat kemampuan teknik seorang petinju. Tinju bayangan tidak menampilkan seluruh kemampuan petinju. Tetapi, setidaknya kemampuan teknik seorang petinju sudah bisa dilihat dari kemampuannya melakukan shadow boxing.

Pemilihan presiden Indonesia baru dilaksanakan tahun depan. Sudah ada tiga bakal calon presiden yang muncul. Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Penyebutan ini berdasarkan abjad nama, bukan berdasarkan hasil survei popularitas dan elektabilitas yang sering naik turun.

Tiga kandidat itu masih belum bisa disebut sebagai the real candidate atau kandidat yang sebenarnya. Ketiganya juga belum benar-benar terlibat dalam the real boxing, tinju yang sesungguhnya. Ketiganya lebih tepat disebut sebagai the shadow candidate, dan persaingan yang mereka lakukan masih sebatas shadow competition, meskipun tingkat intensitasnya sudah sangat tinggi.

Ketiganya masih terlibat dalam pertandingan tinju bayangan. Memukul, menghindar, melakukan gerakan clinch, merangkul lawan, tanpa ada lawan yang sesungguhnya.

Tiga petinju bayangan itu sama-sama tampil pada acara Rakernas Apeksi (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) di Makassar, Kamis (13/7). Ketiganya tampil di depan walikota dari seluruh Indonesia memaparkan pandangan-pandangannya sebagai calon presiden.

Inilah untuk kali pertama ketiga kandidat itu tampil bersama-sama dalam forum kepala daerah seluruh Indonesia. Inilah untuk kali pertama para kandidat itu tampil dalam forum yang dibentuk dengan format debat kandidat.

Ibarat pertandingan tinju, debat yang diselenggarakan oleh Apeksi itu mirip dengan shadow boxing. Ketiganya tampil bergantian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panel yang dipimpin oleh Bima Arya, walikota Bogor yang menjadi ketua Apeksi.

Meskipun hanya shadow boxing, tapi bisa dilihat dengan jelas bagaimana kemampuan teknik masing-masing kandidat dalam bertinju. Ketiganya memamerkan keahlian masing-masing dalam menjawab pertanyaan yang tajam dan kadang menjebak.

Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tampil lebih enerjik dan penuh vtitalitas. Prabowo Subianto tidak tampil dengan gayanya yang garang. Kali ini Prabowo agak off-day dan tampil di bawah form. Beberapa kali intonasi suaranya kurang terkontrol.

Tapi, Prabowo justru bisa menunjukkan kemampuannya dalam melempar humor. Ia mengomentari passapu, ikat kepala khas Makassar yang dipakai tiga kandidat. Kebetulan ketiganya memakai passapu berwarna merah. Prabowo mengatakan ia tidak ada masalah dengan memakai passapu warna merah, kuning, atau hijau. Hadirin tertawa karena Prabowo merujuk pada warna partai.
Tiga kanadidat tampil bergantian di atas panggung menjawab pertanyaan Bima Arya. Format dan materi pertanyaan yang diajukan layaknya pertanyaan dalam debat kandidat presiden. Karena itu forum ini bisa disebut sebagai debat kandidat presiden bayangan.
Materi yang ditanyakan lebih banyak di sekitar pengelolaan pemerintahan daerah, khususnya perkotaan. Banyak pertanyaan yang bersifat normatif, tetapi ada pertanyaan sensitif yang diajukan, yaitu mengenai pembangunan IKN, Ibu Kota Negara.

Anies menegaskan, bila dirinya terpilih menjadi presiden, dirinya tak akan serta-merta anti dengan hasil pembangunan Presiden Jokowi. Setiap proyek yang memberikan manfaat pada publik, itu memang harus diteruskan. Begitu kata Anies.

Anies juga menyinggung bahwa konsep pembangunan atau kebijakannya. Kalau ada yang kurang baik, tentu akan dikoreksi. Terhadap konsep pembangunan yang sudah berjalan Anies mengajukan 4 alternatif, yaitu diteruskan, dikoreksi, dihentikan dan baru dilakukan.

Anies menyingung soal pembangunan di Indonesia yang belum merata. Listrik pun belum dinikmati seluruh masyarakat. Hal itu dipaparkan Anies melalui peta Indonesia di malam hari. Terlihat bahwa yang terang hanya sebagian wilayah Jawa. Di luar Jawa kondisinya gelap. Ini bukti kongkret ketimpangan pembangunan, tanpa harus menyajikan data statistik yang rumit.

Jebakan batman terjadi ketika Bima Arya mengajukan pertanyaan mengenai proyek IKN. Ganjar Pranowo jelas dan tegas mengatakan akan melanjutkan proyek itu. Anies malah melempar balik pertanyaan, mengapa selalu ditanyakan soal IKN, apakah dalam mindset kita berpikir bahwa IKN memang banyak pertanyaan.

Jawaban Anies singkat tapi menjelaskan positioningnya yang jelas. Anies bukan fotokopi Jokowi meskipun tidak serta-merta akan anti-Jokowi. Anies memberikan gambaran yang jelas mengenai perubahan, terutama mengubah ketimpangan pembangunan menjadi kesetaraan dan kemerataan.

Ganjar jelas dan tegas akan menjadi penerus Jokowi. Menurut Ganjar proyek IKN bukan sekadar memindahkan ibu kota tapi memindah mindset, cara berpikir masyarakat. Ganjar mengungkap bahwa pembangunan IKN tidak terbatas hanya soal infrastruktur, namun juga sistem dan implementasi dari lingkungan hijau. IKN bukan hanya soal membangun gedung tapi soal energi hijau, juga soal ekonomi biru. Ketika bicara soal IKN, berarti bicara gambaran masa depan Indonesia.

Kata Ganjar IKN dapat menampung kreativitas pemuda pemudi Indonesia dalam hal pembangunan dan menjadi creative hub sebagaimana yang terjadi di Silicon Valley. Pembangunan infrastruktur teknologi informasi diperhatikan, sehingga semua imajinasi dan kreativitas bisa dikembangkan disana.

Jawaban Ganjar lancar dan disiapkan dengan sangat baik. Jawaban Ganjar mirip seorang sales, sementara jawaban Anies lebih kritis. Ibarat debat kandidat capres sudah jelas positioningnya. Ganjar akan menjadi penerus program Jokowi, dan Anies akan melihatnya dari berbagai sudut pandang sebelum memutuskan go atau no go.

Kalau kemenangan calon presiden ditentukan oleh debat kandidat, maka debat bayangan di Makassar bisa disebut sebagai panggung Anies vs Ganjar, two horse race, balapan dua kuda. Siapa yang bakal leading, kita tunggu even balapan yang sesungguhnya. ()

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *