Daya Sinergi Airlangga: Mewujudkan Pemberdayaan Ekonomi Anak Disabilitas

waktu baca 2 menit
Suasana acara Daya Sinergi Airlangga (*)

SURABAYA-KEMPALAN: Kolaborasi luar biasa antara akademisi, pemerintah, dan dunia bisnis menghasilkan acara ‘Daya Sinergi Airlangga’ yang bertujuan untuk memberdayakan anak-anak disabilitas secara ekonomi.

Acara ini merupakan bagian penting dari mata kuliah yang diampu oleh Bapak Gancar Premananto, seorang dosen ternama di Perguruan Tinggi Negeri Surabaya.

Acara puncaknya adalah peluncuran resmi ‘Daya Sinergi Airlangga’ pada tanggal 28 Mei 2023, yang akan diadakan di Rumah Anak Prestasi, yang terletak di Jalan Nginden Semolo No. 2, Surabaya.

Momentum penting ini akan ditandai dengan pameran produk-produk luar biasa yang dihasilkan oleh anak-anak disabilitas. Pameran ini akan diselenggarakan dibawah naungan Rumah Anak Prestasi dengan kehadiran orang tua dan beberapa pemangku kepentingan, seperti Pemerintah Kota Surabaya, perusahaan, dan perwakilan LSM.

Tema utama acara ini adalah memungkinkan anak-anak disabilitas untuk berkarya dan meraih prestasi demi pemberdayaan ekonomi mereka. Melalui kerja sama yang erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan perusahaan, ‘Daya Sinergi Airlangga’ bertujuan untuk mendorong kemajuan bangsa Indonesia.

Menurut Riki Saputra dari ‘Daya Sinergi Airlangga’ tujuan acara ini adalah untuk menghasilkan produk atau karya-karya luar biasa oleh dan untuk anak-anak disabilitas, sehingga mereka dapat mengembangkan ekonomi mereka sendiri, menciptakan lapangan kerja yang layak, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Acara ini juga dilaksanakan untuk menciptakan skema dan sistem yang dapat direplikasi dalam menghasilkan karya-karya lain untuk pemberdayaan ekonomi anak-anak disabilitas.

Selain itu, acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemitraan antara perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan perguruan tinggi agar dapat menghasilkan nilai bagi semua pihak, mendorong perkembangan masyarakat, dan memperkuat pembangunan berkelanjutan.

Acara ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan kreativitas dan inovasi mereka sambil aktif menerapkan prinsip-prinsip Creating Shared Value.

“Acara ini bukan hanya memberikan kesempatan unik bagi anak-anak disabilitas untuk memamerkan karya-karya mereka yang luar biasa, tetapi juga sebagai platform kolaboratif bagi pertukaran gagasan di antara berbagai pihak yang berkomitmen untuk memberdayakan potensi ekonomi anak-anak disabilitas.” kata Riki Saputra.

(ris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *