Jawab Tantangan Masa Kini, Gubernur Khofifah Ajak Perempuan Jatim Implementasikan ‘IKI’

waktu baca 3 menit
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA-KEMPALAN: Sebanyak 38 perempuan Jawa Timur mendapatkan penghargaan sebagai ‘Perempuan Inspiratif’ dari  Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE-KIM) besutan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan istri Wapres Wuri Estu Handayani.

Penyerahan penghargaan ‘Perempuan Inspiratif’ pada 38 penerima tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan didampingi oleh Kepala DP3AK Jatim Restu Novi Widiani dan Ketua TP PKK Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak di Gedung Negara Grahadi, Jumat (19/5).

Para penerima mendapatkan piagam, plakat, serta apresiasi uang tunai. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara pada para perempuan yang telah berjasa dan berprestasi di bidang pendidikan, lingkungan hidup, pertanian, sosial budaya, dan juga kesehatan.

Kegiatan ini  dilaksanakan dalam  peringatan Hari Kartini ke-145 tahun 2023 yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian pemerintah daerah dalam mendorong kinerja perempuan untuk berprestasi pada bidang-bidang tertentu.

“Di kesempatan ini kami turut mengingatkan betapa pentingnya peran organisasi perempuan. Dimana masing-masing organisasi memiliki perannya masing-masing. Apakah saat ini kita sudah merasa selesai dengan perjuangan perempuan? Tidak. Sangat banyak persoalan-persoalan yang dianggap sesuatu dan  bersifat domestik ternyata adalah hal strategis. Misalnya membangun karakter keluarga,” kata gubernur perempuan pertama Jatim tersebut.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, berbagai persoalan domestik tersebut tidaklah sederhana. Dimana di antaranya yakni isu-isu persoalan mengenai kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya.

“Saya menyampaikan ini dengan segala hormat, ini hal yang luar biasa. Tanggung jawab bersama.  Panjenengan semua sudah mendapatkan apresiasi perempuan inspiratif dari OASE Kabinet Indonesia Maju,  diantar oleh bupatinya, diantar juga oleh wakil bupati, wakil wali kota, diantar ketua tim penggerak PKK. Tidak ada penghargaan diantar oleh pejabat selengkap seperti sekarang ini,” jelasnya.

Meski piagam tersebut ditandatangani langsung oleh ibu negara dan istri wapres RI, Gubernur Khofifah menambahkan hal tersebut merupakan wujud apresiasi yang juga terkonfirmasi langsung oleh wali kota dan bupati masing-masing daerah.

Di kesempatan tersebut mantan menteri sosial RI ini mengatakan, perempuan masa kini  memiliki banyak tantangan yang kompleks. Oleh karena itu, dirinya berpesan agar para perempuan memiliki kompetensi untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Maka dalam 10 hal skill yang harus dimiliki perempuan dalam menghadapi berbagai  disrupsi , maka   nomer 1 adalah complex problem solving. Maka saya menyampaikan menghadapi kompleksitas persoalan dinamika global maupun nasional,  kita antara lain  diingatkan bagaimana sesungguhnya warning terkait  global warming  yang saat ini dampaknya sangat terasa,” jelasnya.

Selain itu, Khofifah juga mengatakan, adapun jawaban dari berbagai kompleksitas persoalan yang terjadi utamanya pada upaya menjaga  stabilitas di ranah global dan  nasional maupun regional yakni Inisiatif, Kolaborasi dan Inovasi (IKI).

“IKI jawabane , jadi hari-hari seperti ini memang bagaimana ide-ide kreatif yang inspiratif itu menjadi penting. Kita hidup menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang terbaik, kita hidup usahakan anfauhum linnas yakni memberi manfaat  bagi masyarakat atau warga negara yang lainnya,” jelas Khofifah.

Menanggapi kompleksitas tersebut, menurut Gubernur Khofifah maka kolaborasi dari inti industri 4.0, Society 5.0, dan Society 6.0 serta inovasi merupakan jawaban dari tantangan jaman. Salah satunya hal tersebut diterapkan oleh Pemprov Jatim.

Menurutnya, hal ini harus terus selalu didorong, ditingkatkan dan dikembangkan oleh Pemprov Jatim. Hal tersebut harus terus dilakukan untuk menciptakan efisiensi, efektivitas dan signifikasi bagi kinerja dan layanan publik terbaik bagi  masyarakat Jawa Timur.

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerjasama antara Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jatim dengan beberapa instansi, yaitu Fisip Unair Surabaya di bidang Politik, IWAPI Jatim, Ubaya di bidang Hukum, BKOW Prov. Jatim bidang Sosial dan Ekonomi sebagai upaya sinergi membentuk pusat pembelajaran pemberdayaan perempuan di Jawa Timur. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *