Piala Dunia di Ujung Tanduk

waktu baca 4 menit
Erick Thohir dan Gianni Infantino

KEMPALAN: Piala Dunia U-20 di Indonesia di ujung tanduk. Otoritas sepak bola internasional FIFA membatalkan acara undian peserta yang rencananya akan dilaksanakan di Bali 31 Maret. Hal ini menjadi indikasi bahwa perhelatan itu akan berubah jadwalnya, dan sangat mungkin Indonesia dicoret sebagai tuan rumah.

Undian peserta atau drawing, menjadi momen yang menyatu dengan perhelatan Piala Dunia. Pada saat itulah 24 peserta akan menerima nasib untuk berada pada grup nyaman atau grup maut. Acara drawing menjadi rangkaian pertunjukan Piala Dunia yang mengasyikkan dan sekaligus menegangkan. Semua peserta harus hadir pada acara drawing.

Drawing dibatalkan karena Israel belum mendapat kepastian jaminan kedatangan dan keamanan dari pemerintah Indonesia. Beberapa hari terakhir ini ketegangan malah semakin memuncak, karena polarisasi di masyarakat semakin meluas. Kali ini polarisasi tidak hanya berdasarkan pada spektrum agama, tetapi juga politik.

PDIP sebagai partai pemenang dan partai pemerintah berada pada garis paling depan dalam menentang kehadiran timnas Israel. Dua gubernur dari PDIP–Ganjar Pranowo dari Jawa Tengah dan I Wayan Koster dari Bali–yang menjadi tuan rumah babak penyisihan, sudah tegas menolak kehadiran timnas Israel.

PDIP sebagai induk Ganjar dan Wayan Koster sudah terlebih dahulu menolak kehadiran timnas Israel. Sekjen Hasto Kristiyanto malah meledek FIFA yang tidak berani bertindak tegas dengan menjatuhkan sanksi kepada Israel. Menurut Hasto, FIFA berani tegas kepada Rusia yang menyerang Ukranina, tetapi lembek terhadap Israel yang menjajah Palestina.

Rusia mendapat sanksi keras dari FIFA dengan menggeser lokasi final Piala Champions 2022 dari Moskow ke Paris. Rusia juga mendapat sanksi tegas tidak boleh mengikuti lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia. Akibatnya, Rusia tidak bisa mengikuti putaran final Piala Dunia di Qatar.

Ketika sanksi FIFA itu jatuh, Rusia baru beberapa bulan menginvasi Ukraina. Sikap FIFA ini berbalik 180 derajat terhadap Israel yang sudah menduduki Palestina selama 75 tahun sejak 1948. FIFA tidak pernah menjatuhkan sanksi terhadap Israel, dan malah memberi proteksi kepada negara itu.

Salah satu bentuk proteksinya adalah menempatkan Israel di bawah federasi sepak bola UEFA yang beranggotakan negara-negara Eropa. FIFA memberikan proteksi ini karena negara-negara Arab yang bertetangga dengan Israel tidak ada yang bersedia menerimanya sebagai bagian dari federasi negara-negara Arab.

Akhirnya Israel diproteksi dengan memasukkannya ke federasi Eropa. Jadinya lucu. secara geografis Israel berada di Timur Tengah, tetapi dalam berkompetisi mengikuti Eropa. Jadi, sekarang ini Israel ikut Piala Dunia sebagai wakil dari Eropa, bukan wakil Timur Tengah.

Penolakan keras dari banyak elemen masyarakat memaksa FIFA untuk mengambil tindakan tegas. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa FIFA sudah menjatuhkan sanksi pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah. Pembatalan acara drawing adalah salah satu indikasinya. Surat sudah dikirim kepada PSSI tetapi belum diungkap ke publik.

Erick Thohir pun terbang ke markas FIFA di Zurich, Swiss untuk melobi Presiden FIFA, Gianni Infantino. Erick Thohir puya hubungan akrab dengan Infantino sejak Erick menjadi presiden klub sepak bola Seri A Italia, Inter Milan. Hubungan dekat Erick ditunjukkan ketika Indonesia terancam sanksi FIFA menyusul tragedy Kanjuruhan yang menewaskan 135 suporter Arema, Oktober 2022.

Berkat lobi Erick Indonesia lolos dari sanksi FIFA. Malah, Infantino berkunjung ke Indonesia bertemu dengan Presiden Jokowi dan kemudian bertemu dengan petinggi PSSI. Dalam pertemuan itu Infantino berjanji membantu Indonesia dalam melakukan reformasi sepak bola nasional.

Alih-alih menjatuhkan sanksi kepada PSSI Infantino malah asyik bermain bola bersama para pengurus PSSI. Infantino juga merasa tidak perlu mengunjungi korban tragedy di Malang. Hal ini mengecewakan para korban tragedi Kanjuruhan.

Sekarang, Erick melakukan misi untuk membujuk Infantino. Publik Indonesia menunggu kesaktian Erick dalam melobi Infantino. Informasi yang beredar, FIFA akan melakukan tukar guling dengan membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20. Sebagai gantinya Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U17 yang bakal digelar pada November 2023.

Penyelenggaraan Piala Dunia U20 akan dialihkan ke Peru yang sebelumnya sudah ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U17. Tukar guling seeperti ini mungkin tidak akan memuasakan Indonesia, karena skala dua kejuaraan itu berbeda.

Pada Piala Dunia di Qatar tahun lalu Gianni Infantino berani pasang badan membela tuan rumah dari serangan banyak pihak. Qatar menolak pemakaian ban kapten pelangi lambang LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender), dan semua hal yang berkaitan dengan LGBT. Qatar juga menolak penjualan minuman beralkohol. Dua hal ini memantik protes keras dari negara-negar Eropa. Qatar bergeming dan Infantino pasang badan membela Qatar.

Publik akan melihat bagaimana hasil lobi Erick kepada Infantino. Apakah Infantino akan memberi konsesi ataukah dia akan menjatuhkan vonis kepada Indonesia? Nasib Indonesia sedang berada di ujung tanduk. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *