Pejabat Pemkot Surabaya Adu Skill Story Telling dalam Lomba Bercerita Sejarah

waktu baca 3 menit
Salah satu finalis lomba bercerita sejarah yang tampil di atas panggung Gedung Balai Budaya Surabaya, Selasa (21/3/).

SURABAYA-KEMPALAN: Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tampak adu skill di atas panggung Gedung Balai Budaya Surabaya, Selasa (21/3/). Mereka yang merupakan Kepala Perangkat Daerah (PD) tersebut, tak canggung tampil di atas panggung dalam lomba Bercerita Surabaya.

Para Kepala PD yang tampil di Gedung Balai Budaya tersebut sebelumnya telah melalui tahapan seleksi oleh dewan juri. Setidaknya ada 10 Kepala PD yang lolos menjadi finalis dalam lomba yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Surabaya.

Di hadapan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Bunda Literasi Surabaya Rini Indriyani, satu per satu Kepala PD bersama tim mereka tampil. Mereka menampilkan cerita sesuai judul yang diangkat dalam buku Ensiklopedia Sejarah dan Budaya Surabaya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Eri Cahyadi menerangkan bahwa seni dan budaya bisa dikolaborasikan dalam program kerja Pemkot Surabaya. Seperti misalnya dalam sosialisasi Musyawarah Pembangunan Kelurahan (Musbangkel) kepada masyarakat bisa dilakukan lewat ludruk atau story telling.

“Saya jadi terinspirasi, sebuah kerja itu tidak harus menggunakan ilmunya dan tidak harus dalam bentuk yang formal. Kerja itu bisa dalam bentuk dongeng, ludruk, dan sejenisnya,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Oleh karena itu, Eri Cahyadi meminta kepada kepala PD, khususnya camat dan lurah agar mengolaborasikan seni dan budaya saat berkomunikasi dengan warga. Bahkan, kata dia, kepala PD juga bisa tampil di Gedung Balai Budaya dalam penyampaian informasi dengan dikemas lewat ludruk.

“Ini nanti saya minta khususnya camat dan lurah untuk menjelaskan kepada RT/RW LPMK tentang tata cara mengusulkan Musbangkel, itu bisa dibuat ludruk. Jadi camat dan lurah bisa tampil di sini (Gedung Balai Budaya) yang lihat RT/RW dan LPMK,” ujarnya.

Sedangkan terkait dengan lomba Bercerita Surabaya,  Eri Cahyadi menginginkan agar hasil karya juara 1, 2 dan 3 ditampilkan ke dalam videotron. Bahkan ketika ada pertunjukan seni dan budaya di lingkup pemkot, para pemenang lomba Bercerita Surabaya juga bisa tampil.

“Nanti terbaik akan saya tampilkan di videotron. Karena saya ingin membangun sistem Pemerintahan Kota Surabaya dengan semangat kebersamaan. Seperti ketika pada waktu Covid-19, semua elemen bersama akhirnya Covid-19 bisa diselesaikan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Surabaya Mia Santi Dewi menyebutkan bahwa lomba Bercerita Surabaya bertujuan untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan sebagai warga Kota Pahlawan.

“Tema yang diambil dalam lomba Bercerita Surabaya ini adalah isi dalam buku Ensiklopedia Sejarah dan Budaya Surabaya yang tahun (2022) kemarin kita launching bersama,” kata Mia Santi Dewi.

Mia juga mengungkapkan, bahwa ada sebanyak 63 karya atau Kepala PD yang mengikuti lomba Bercerita Surabaya tahun 2023. Karya yang dikirim dalam format video tersebut mewakili satu instansi atau dinas di lingkungan Pemkot Surabaya.

“Sejumlah 63 karya video Kepala Perangkat Daerah telah dikirimkan kepada panitia dan dinilai dewan juri. Dan menghasilkan 10 finalis yang hari ini tampil secara live,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, 10 finalis atau kepala PD yang tampil dalam lomba Bercerita Surabaya di Gedung Balai Budaya adalah Kepala Dispursip Mia Santi Dewi, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ira Tursilowati, Direktur RSUD Dr. Muhammad Soewandhie dr. Billy Daniel Messakh, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Yusuf Masruh  dan Sekretaris DPRD Surabaya Musdiq Ali Suhudi.

Kemudian, Kepala Bagian Umum, Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Vykka Anggradevi Kusuma, Camat Wonocolo Muslich Hariadi, Camat Wonokromo Maria Agustin Yuristina, Camat Bulak Bambang Udi Ukoro, dan Camat Simokerto Noervita Amin. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *