Minggu, 24 Mei 2026, pukul : 10:41 WIB
Surabaya
--°C

PSSI bertemu Asprov, Bahas Rencana Kompetisi Kelompok Usia Muda

JAKARTA-KEMPALAN: Federasi Sepakbola Indonesia, PSSI mengadakan pertemuan dengan Asosiasi Provinsi (Asprov) untuk membahas format dan rencana kompetisi kelompok usia muda.

Pembahasan tersebut dilakukan PSSI untuk mewujudkan rencana strategis yang tertuang dalam Visi PSSI 2045, yang terdiri dari 4 fase, yaitu pemulihan (tahun 2023), pengembangan (tahun 2024-2028), performa (2028-2034), keemasan (2034-2045).

Untuk mewujudkan visi tersebut, PSSI berencana mengadakan kompetisi usia muda untuk putra dan putri, Elite Pro Academy Liga 1 dan 2, dan pembinaan wasit untuk kompetisi Liga.

Untuk mewujudkan rencana ini, PSSI kemudian menawarkan 11 program untuk dilaksanakan oleh Asprov diantaranya, Liga 3 Provinsi, kompetisi usia muda Soeratin U17 dan U-14, grassroot putra dan putri (U-9, U-10, U-11, U-12), kompetisi usia muda putri (Pertiwi U-14), Piala Pertiwi (Amatir Putri Senior), dan melakukan update registrasi pemain, pelatih, dan wasit dalam sistem PSSI.

BACA JUGA  Sport Science UNESA Fondasi Atlet Voli Masa Depan Banyuwangi

Selain itu, PSSI juga menugaskan Asprov untuk melakukan kursus kepelatihan minimum 2 kategori (PSSI D dan AFC/PSSI C) dan melakukan kursus wasit minimum 2 kategori (PSSI C3 dan C2).

“Ini merupakan sarasehan kedua, setelah sebelumnya bersama klub liga 1 dan Liga 2. Sarasehan itu apa? Kita ingin mendengar apa permasalahan sepak bola yang ada di provinsi.” kata Ketua Umum PSSI Erick Thohir.

“Kita punya mimpi bersama. Tidak mudah tapi kita harus berani. Contoh, pembinaan usia dini harus dimulai dari usia 9 tahun, karena target persiapan event-event di tahun 2034 harus dari usia itu.” tambah pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu.

Itu salah satu program yang tadi kita diskusikan dengan asprov. Kemudian, untuk jangka pendek. Kita lakukan turnamen liga 2 dan 3 ketika liga 1 mulai. Liga 1 formatnya agak berbeda sedikit.” imbuh pria berusia 52 tahun itu.

BACA JUGA  Demi Keselamatan dan Sanksi, Persebaya Haramkan Flare di Gelora Bung Tomo

“Semua itu kami diskusikan dengan Asprov, banyak masukan dari mereka, kemudian kita mencari solusi bersama-sama.” tutup Erick.

(*) Edwin Fatahuddin

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.