Alat Medis Tak Lengkap, Pemain Madura United Kritik PSSI

waktu baca 2 menit
Momen saat terjadi insiden di laga Madura vs PSIS (*)

JAKARTA-KEMPALAN: Gelandang Madura United, Lee Yujun mengkritik PSSI karena buruknya penanganan tim medis saat terjadi insiden di laga Madura vs PSIS Semarang.

Sebuah insiden memilukan terjadi di Stadion Jatidiri, saat laga Madura United melawan PSIS Semarang sedang berlangsung. Salah satu pemain Laskar Sape Kerrab, Ricki Ariansyah, mengalami kolaps di lapangan.

Ricki mengalami kolaps usai mencetak gol ke gawang PSIS Semarang di menit-menit akhir pertandingan. Ricki mengalami kolaps setelah berbenturan dengan pemain PSIS Farrel Arya yang berupaya menghalau bola sundulan Ricki.

Usai benturan tersebut, Ricki kolaps dan tak sadarkan diri. Beberapa pemain mencoba melakukan pertolongan pertama sampai kemudian tim medis datang dengan ambulans.

Terkait insiden horor itu,salah satu rekan satu tim Ricki, Lee Yujun memberikan kritik pedas kepada PSSI. Pemain asal Korea Selatan itu menilai bahwa standar keselamatan pada penyelenggaraan pertandingan Liga 1 sangat buruk.

“Pertama harus jaga kesehatan pemain. Sebelum pemain, kita semua manusia,” tulis Lee Yujun dalam unggahan InstaStorynya.

“PSSI harus punya regulasi terkait keadaan darurat (emergency) untuk pemain. Seperti kejadian tadi, ambulance ada, tapi perlengkapan medis untuk hal-hal darurat tidak ready.” tambahnya.

“Bahkan sekedar oksigen saja tidak ada. Tolong hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan pemain itu diutamakan. Jangan hanya bicara naturalisasi saja. Tapi team medis tidak terstandar sama sekali.” ujar Lee Yujun

Keluhan yang sama juga disampaikan Pelatih Madura United Rachmad Basuki. Rachmad mengatakan bahwa pertolongan pertama untuk Ricky tak bisa berlangsung optimal karena ada keterbatasan alat medis.

“Tim medis lambat dan ada peralatan yang tidak lengkap.” kata Rachmad Basuki.

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *