Emosi Serumpun

waktu baca 12 menit
Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

KEMPALAN: “INDONESIA itu sudah seperti negerinya yang kedua,” ujar sahabat Disway asal Malaysia.
Saya bertanya kepadanya: bagaimana bisa Anwar Ibrahim, perdana menteri Malaysia itu, berpidato dalam bahasa Indonesia yang begitu baik. Hampir tidak terasa logat Melayu-nya.

Saya termasuk yang hadir di acara kemarin sore itu. Di auditorium Bank Mega Jakarta. Chairul Tanjung, konglomerat pemilik Bank Mega, memang mengundang Anwar untuk mampir. Anwar lagi berkunjung ke Jakarta. Bertemu Presiden Jokowi kemarin pagi.

Ke Jakarta adalah kunjungan pertama Anwar ke luar negeri setelah menjabat perdana menteri akhir November lalu. Begitulah sopan santun hubungan persahabatan antar negara. Mengutamakan sahabat sejati. Seperti juga presiden Amerika Serikat yang selalu ke Inggris dulu sebelum ke negara lain –kecuali Donald Trump.

Atau juga perdana menteri baru Jepang yang selalu harus  ke Amerika dulu sebelum ke lainnya.

Indonesia adalah negara serumpun dengan Malaysia. Bisa juga dianggap sebagai saudara tua. Kata-kata serumpun itu memang tidak lagi sesering dulu diucapkan di publik. Kemesraan antar dua negara seperti sudah berlalu. Yang lebih sering muncul justru caci-maki. Soal perbatasan, soal hak cipta budaya, soal TKI dan soal sepakbola yang hampir selalu kalah.

Kata ”serumpun” itu sebenarnya riil. Begitu banyak orang Minang di Negeri Sembilan. Begitu mengakar orang Aceh di semenanjung. Begitu erat kekeluargaan orang Riau dan Melaka. Begitu terasa keberadaan orang Bugis di Selangor. Pun turunan Banten dan Jawa.

Dua negara ini dulunya memang satu. Bahkan tiga negara –yang satu lagi Singapura. Pulau Singapura itu, ketika masih bernama Temasek, adalah salah satu ”provinsi” di kerajaan Riau. Yang ibu kotanya Tanjung Pinang.

Kesatuan serumpun itu pernah juga diwujudkan di  tahun 1470-an. Ketika Portugis kali pertama akan menyerang pelabuhan besar Melaka. Waktu itu semua kerajaan Nusantara sepakat: kirim armada ke Melaka. Untuk mempertahankan Selat Melaka.

Kerajaan Aceh, Riau, Palembang, Banten dan Bugis kirim armada besar-besaran ke Melaka. Kerajaan Bugis mengirim armada yang terbesar.

Tapi armada Portugis terlalu kuat. Dengan senjata meriamnya yang tergolong senjata termodern saat itu. Melaka belum punya teknologi baru itu. Melaka jebol. Portugis menjajah Nusantara. Pasukan dari berbagai kerajaan itu tercerai berai. Masuk hutan. Jadilah mereka warga Semenanjung Melaka. Kawin-mawin. Belakangan keluarga mereka pun menyusul. Perdana Menteri Najib Razak pernah berterus terang: ia keturunan Bugis.

Usaha untuk membangkitkan hubungan serumpun itu sudah  sering dilakukan. Tapi belum ada yang terlihat nyata. TVRI pernah punya program bersama. Sudah lama pula mati.

Anwar Ibrahim termasuk yang punya semangat menghidupkan emosi serumpun seperti itu. Tapi belum ada tokoh puncak Indonesia yang punya emosi serupa. Jusuf Kalla harusnya punya. Tapi, dua kali menjadi wapres, tidak menunjukkan semangat ke sana.

Sedang teman-teman seangkatan Anwar sudah banyak yang meninggal. Atau tidak di posisi berkuasa.

Anwar sangat akrab dengan tokoh-tokoh muda Islam modernis Indonesia. Ia boleh dikata salah satu murid ideologi Kang Imad dari Bandung. Almarhum Imaduddin adalah tokoh pemikir Islam dari ITB. Anwar sering ke Jakarta dan Bandung sejak masih mahasiswa. Ia seperti dalam satu barisan dengan perjuangan angkatan muda Islam di Indonesia.

“Banyak yang mengira saya pernah sekolah di Indonesia,” ujar Anwar kemarin. “Saya tidak pernah sekolah di sini. Tapi saya punya banyak teman,” tambahnya. “Cewek juga tidak punya,” guraunya.

Semangat serumpun itulah yang ia tunjukkan saat bertemu Presiden Jokowi kemarin pagi. Di Istana Bogor. “Saya berbincang dengan Presiden Jokowi lama sekali. Sampai protokolnya kelihatan gelisah,” ujar Anwar. Tapi mereka terus berbincang. Pak Jokowi mengabaikan isyarat itu.

Tentu banyak yang dibicarakan. Mulai dari sawit sampai TKI. Termasuk ibu kota baru Indonesia bernama Kota Nusantara. Anwar menilai ibu kota baru itu baik bagi kawasan. Maksudnya, baik bagi Malaysia. Terutama Malaysia Timur: Sabah dan Serawak. Dari Sabah ke Nusantara itu memang akan lebih dekat dari pada dari Jakarta ke Nusantara.

Sebanyak 11 nota kesepahaman ditandatangani di depan Presiden Jokowi dan PM Anwar Ibrahim. Malaysia, diwakili 11 perusahaan itu, berminat ikut membangun Nusantara.
Kedua pemimpin juga sepakat untuk menghadapi boikot sawit dari Uni Eropa. Indonesia dan Malaysia adalah negara nomor 1 dan nomor 2 penghasil sawit terbesar dunia.

Sebelum bertemu Presiden Jokowi, Minggu malam, Anwar Ibrahim makan malam bersama warga Malaysia yang ada di Jakarta. Di situ Anwar menegaskan: akan memberantas korupsi secara all out, sampai pun jabatan taruhannya. “Banyak orang Malaysia yang sudah frustrasi menghadapi korupsi ini,” ujarnya. “Banyak pemimpin yang mengaku membela Islam tapi tidak mencerminkan prinsip Islam dalam hal  korupsi,” tambahnya.

Anwar mengaku telah membaca buku karya Muchtar Lubis soal korupsi yang sudah jadi budaya. Ia juga membaca buku penyair Taufiq Ismail soal korupsi berjudul Malu Jadi Orang Indonesia.
Indonesia dan Malaysia jangan-jangan juga serumpun dalam hal korupsinya.

Rasanya Jokowi di Indonesia dan Anwar di Malaysia banyak yang bisa disepakati. Dengan atau tanpa emosi serumpun. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 9 Januari 2023: Senyum Tulip

mz arifinuz

Penyesalan p Dahlan adakan camp Agrinex, karena merusak imajinasi nya, chayal nya, ttg perempuan. Imajinasi kebutuhan seniman, yg berjiwa seni. P Dahlan sebagai wartawan, jurnalis, butuh juga fakta, data. Jiwa jurnalis & jiwa seni, bentrok, kompromi? kolaborasi? Fakta, data bisa perkuat imajinasi? Berhenti jadi jurnalis, bisa anti fakta, data. Imajinasi palsu bila tanpa fakta, data. Imajinasi bisa ndorong nguber, ngaali fakta, data?

Juve Zhang

Kalau lihat kampung saya yg jalan depan rumah kecil dan tak ada nama jalan, no.rumah pun tak ada. Tapi dalam 2 bulan ini , 3 tetangga beli 3 mobil, yg 2 cash keras, yg 1 kredit, 90% resesi gak mampir di Indonesia. Kalau Eropa ,Amerika, Betul akan ada resesi ekonomi percaya. Indonesia rasanya sudah kebal. Wkwkwk.

yea aina

Di Tiongkok dan Singapura “big data” tersedia karena aturan HAM dan demokrasi di sana memungkinkan. Apakah di Amerika dan Indonesia sama-sama menjunjung tinggi HAM dan demokrasi? hingga big data belum lengkap. Di Amerika big data penting untuk mengungkap kasus pembunuhan. Di sini big data untuk keperluan menutup pembunuhan berencana terhadap demokrasi.

ra tepak pol

sejawat semua kalo boleh dicontohkan bahwa saya mau ke Disway Jakarta, banyak sekali jalannya… nah carilah jalan yang bersih dan mulus (perambah tak ada iklan) jangan jalan banyak jebakan dipaksa lihat kiri kanan… CHD Disway sekarang saya lihat diperambah lain tak menyediakan kotak iklan, tapi Disway kamar sebelah duh terpaksa tidak saya baca

Fiona Handoko

di semarang ada kasus pembunuhan pns bpk iwan budi. jasadnya ditemukan tdk utuh dan tdk lengkap, di pantai marina semarang. sudah 4 bulan belum terungkap. sampai keluarga bpk iwan budi minta bantuan pengacara utk mendorong kepolisian agar lebih serius menyelidiki. mungkin bung mirza juga mengikuti kasus ini

Pryadi Satriana

Iklan di blog itu dipasang karena tahu bahwa blog itu dibaca orang, dan karena itulah orang kemudian membuat blog, supaya ‘dikunjungi’. Begitu banyak yg ‘datang’, iklan pun juga ‘berdatangan’. Dahlan bilang bahwa Disway adalah ‘ungkapan rasa terima kasihnya pada jurnalisme’. Bukan untuk tujuan komersial. Bull shit! Tai kebo! Kalau memang itu untuk ucapan “terima kasih”, buang itu iklan, pakai ‘mode’ TANPA IKLAN. Mau? Mbelgedhes! #gak usah munafik, ngisin-ngisini!# Komen apa adanya, maaf kalau ada yang tersinggung. Salam. Rahayu.

Er Gham

Anak saya tadi malam pinjam HP. Dia cari dompet di beberapa market store online. Saat ini, iklan iklan di page CHD saya dibanjiri iklan dompet dan tas kecil pria. Sepertinya berbeda beda iklan setiap pembaca. Disesuaikan dengan minat sepertinya. Saya tidak tahu, bagaimana pengaturan iklan di internet.

Leong putu

Si kancil makan ketimun / Sang beruang minum susu / Jangan banyak makan timun / Ada uang perbanyak mimik susu / … 365_mantun susu

Nimas

Sejatinya setiap hari sy sedang belajar di kampus Disway GRATIS pula, dg mata kuliah beragam. Hari ini ilmu hukum pidana. Jika jenuh sy langsung masuk ” kelas pantun. Biar g spaneng Bagi saya… Setiap orang yg sy temui adalah guru, setiap tempat yg sy datangi adalah kelas dan setiap kejadian sy alami adalah pelajaran.

Leong putu

Menutur pendapat saya, ada dua jenis pelaku tindak kriminal yang berpikir ‘konyol’….. Yang pertama : Pelaku tindak pidana pembunuhan. Kenapa saya berpendapat mereka “konyol” ? Menurut saya kalau kita punya dendam dan terbersit pikiran agar orang yang padanya kita menaruh dendam mati, tinggal tunggu saja. Pasti mati-mati sendiri. Lha wong manusia pasti mati. Semisal usianya sekarang 30 tahun, coba bersabar tunggu 70 tahun lagi. …. Yang ke dua: Yang lebih konyol adalah pelaku tindak pidana perkosaan. Jelas konyol, pakai bangeeeeet. Saya tambahi semprul dan sontoloyo. Mbok ya mikir, walaupun kamu memperkosanya di semak – semak yang sepi, tidak ada yang lihat. Lha….barang bukti mbok tinggal di dalam.

Jimmy Marta

Sistim juri di Amerika ini menarik. Dipilih dari warga sekitar. Saya duga ini sekitar tkp. Juri dipilih berdasar bbrp kriteria. Dibuat pendaftaran dan kemudian diseleksi. Peradilan jury trial ini diterapkan di negara yg menganut sistem common low spt Amerika. Apa yg menarik dari sistem ini?. Menurut LII Cornell Law School, sistem ini adalah salah satu bentuk perlindungan terhadap terdakwa. Dari jaksa yg korup atau terlalu bersemangat. Dan terhadap hakim yg patuh, bias atau eksentrik (LII Cornell Law School). Metoda ini ibaratnya menyaring pake dobel2 saringan. Adanya penilaian kesalahan yg bertingkat. Makin ketat tentu makin mengeliminir terjadinya tingkat kesalahan dl mem vonis. Apakah ini bisa diterapkan di Indonesia?. Masih banyak persoalan tentunya. Terutama dg keamanan dan kenyamanan dewan juri. Indepedensi, pengaruh dan intimidasi mungkin berat. Itu, pak hakim kasus sambo aja banyak video macam2. Dan herannya ini gk diusut..!

AnalisAsalAsalan

Sharing tentang iklan Google Adsense: 1. Kalau kita pernah mencari/klik sebuah produk, maka iklan Google Adsense sesuai dengan yang pernah kita cari. Misal mencari sepatu, ya muncul sepatu di Disway. 2. Kalau kita tidak mencari/klik di browser tentang sebuah produk, iklan akan muncul acak. Di sini peran admin blog, apakah memilih jenis iklan tertentu atau membolehkan semua iklan. Jadi, kalau muncul iklan viagra di browser kita, padahal kita ga pernah mencarinya, itu berarti acak dari Google Adsense. Yang rame di komentar adalah apakah iklan viagra atau sejenisnya termasuk porno? Ini mau bicara hukum positif ataukah sensitivitas masing-masing orang. Agak ribet memang.

thamrindahlan

Sawah merambah padi menguning/ Petani gemetar hama penyakit/ Hari Senin tiba perusuh pening Bingung komentar senyum tulip/

Atho’illah

Ini bukan imaji, bukan pula ilusi. Ini adalah realita yang terjadi. Markonah bukan nama asli. Nama asli dia K***a Maharani. Dia bukan saudara Puan Maharani. Tetapi, mereka berdua memiliki kesamaan. Puan Maharani suka mematikan mic. Maharani yang satunya ini, suka mematikan harapan. Katanya, dia belum move on dari mantan. Sebulan lalu, mereka baru balikan. Saya cuma dianggap teman. Di tempat kuliahan. Sampe nanti skripsian. Aahhh sungguh mengenaskan.

AnalisAsalAsalan

Prinsip kejahatan dan kebaikan. Orang baik berbuat jahat itu susah: 1. Gugup ketika melakukan 2. Tidak rapi 3. Mengulang metode yang sama (dari video atau dari kejahatan pertama) 4. Meninggalkan jejak (teledor) Orang jahat juga butuh usaha keras kalau mau melakukan kebaikan. Maka, kalau sudah jadi orang baik, jangan berpikiran apalagi melakukan kejahatan. Mudah banget ditangkap. Tulisan selanjutnya hanya intermeso: Kalau jadi orang jahat, sekalian deh kelas kakap. Orang baik ditolong malaikat, orang jahat ditolong setan. Yang separuh-separuh (nanggung), ga ada yang nolong. Hahahahaha.

Johan

Google tahu banyak apa yang ada di handphone kita. Google adsense tidak harus mengecek apa yang kita browsing untuk mengetahui minat kita. Aplikasi keyboard (gboard) tentu sangat tahu apa yang anda input. Anda sering kirim WA mengumpat Au atau fck, jangan heran suatu ketika ada iklan makanan anjing, atau obat kuat, dlsb. Aktivitas input anda sudah meninggalkan jejak. Semua bekerja secara otomatis dan diolah oleh AI milik google. Jadi kesimpulannya, jika ada iklan yang kurang senonoh, cukup diam saja. Kita semua bukan orang suci. Biarlah semua hanya kita sendiri beserta Tuhan dan google yang tahu.

EVMF

Seperti adegan di film-film pembunuhan, pelakunya memegang pisau yang ada sarungnya, kemudian menarik pisaunya dengan penuh gaya sambil digigit tuh sarung pisaunya, hahahahaha… Sepertinya Bryan terinspirasi adegan film-film pembunuhan seperti itu. Maka menempellah air liur Bryan pada sarung pisau yang tertinggal di dekat tempat tidur salah satu korban.

Mirza Mirwan

(Sambungan) Andrew Miller memberi nama rumpun tulip kuning dan putih itu “Ethan’s Smile” (Senyum Ethan) — Pak DI menulisnya “Tulip Tersenyum”. Miller memberi nama itu setelah minta izin ayah Ethan yang juga bekerja di kebun tulip itu bersama dua saudara kembar Ethan: Maizie dan Hunter — sebelum kuliah di U of I Ethan juga bekerja di situ. * Mungkin pembaca agak bingung tentang rumah orang tua Bryan. Dalam komentar seminggu yang lalu saya menulis Albrightsville. Kini Pak DI menulis Chestnuthill Township — mungkin juga ada media menulis Effort. Mana yang benar? Semua benar. Itu seperti orang menyebut Tambun dan Bekasi. Albrightsville dan Effort, juga Chestnuthill Township, itu di Monroe County semua. Letaknya berdekatan. Tetapi Chestnuthill Township yang paling besar. Ada Chestnuthill Township, ada pula Chestnut Hill. Dua-duanya di Pennsylvania yang Township itu hanya semacam kota administratif, yang tanpa township ada di selatan (dekat Philadelphia). Itu kompleks perumahan mewah.

EVMF

“Kalau sebelum sidang itu Bryan sudah menyatakan bersalah, maka kita sulit berharap mengetahui apa motif pembunuhan ini. …..” disway. Motifnya akan diketahui di kemudian hari, umumnya melalui jurnal ilmiah mengenai criminal psychology, apalagi kejadian ini termasuk “menarik” untuk diteliti. Menarik dalam arti kata pelakunya justru orang yang sangat mengerti perihal hukum. Di Amerika dan Eropa, sumbangsih riset dari berbagai universitas sangatlah signifikan. Umumnya, berbagai disiplin ilmu di universitas sudah menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai instansi terkait. Istilah-istilah seperti : Scientific Crime Investigation (SCI), Criminal Psychology, dlsb, adalah hasil dari kerjasama tersebut. Secara psikologis, orang yang sudah melakukan tindakan kriminal (melawan hukum) cenderung akan berbohong. Maka penelitian dengan pendekatan psikologis dengan berbagai disiplin ilmu pendukungnya, secara scientific bisa dipertanggung-jawabkan walaupun tingkat kebenarannya tidak mungkin mencapai 100%. Rangkaian kebohongan-kebohongan yang diungkap pelaku ketika diwawancarai ataupun diinvestigasi base on scientific, justru akan mengarah kepada kesimpulan motif sang pelaku.

Jimmy Marta

Cara terbaik nyari barang yg hilang adalah beli yg baru. Cara terbaik menghindari iklan adalah gk pake internet…

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *