Mayat di Juanda Sidoarjo, Dibunuh karena Goda Istri Pelaku

waktu baca 2 menit
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro didampingi Kasatreskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo menanyai tersangka AY saat jumpa pers di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (6/1).

SIDOARJO-KEMPALAN: Satreskrim Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap identitas mayat laki-laki yang ditemukan di lahan kosong di Jalan Raya Juanda Desa Semampir, Kecamatan Juanda, Sidoarjo pada Kamis, 5 Januari 2023.

Bahkan tidak sampai 24 jam, polisi juga berhasil mengungkap penyebab kematian korban dan menangkap pelaku pembunuhan.

Sebelumnya, polisi sudah mencurigai jika mayat yang ditemukan adalah korban pembunuhan. Sebab, pada tubuh korban terdapat luka bacok di dada kiri, lengan kiri dan punggung kiri. Selain itu, polisi juga menemukan clurit dan sepeda motor yang diduga milik korban di lokasi kejadian.

“Hasil penyelidikan polisi akhirnya diketahui jika korban adalah DS (20 tahun), warga Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo,” ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro dalam keterangan persnya di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (6/1).

Setelah mengetahui identitas korban, penyidik Unit Resmob Polresta Sidoarjo dan Polsek Sedati kemudian melakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi. Hasilnya, polisi mendapatkan petunjuk jika sebelum kejadian diketahui AY alias B telah mengajak korban bertemu di TKP.

Dari petunjuk yang diperoleh, selanjutnya penyidik melakukan pengejaran dan berhasil membekuk AY (21 tahun) di rumah keluarganya di Desa Pepe Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo, Kamis (5/1), sekitar jam 21.30 WIB.

Hasil pemeriksaan di Satreskrim Polresta Sidoarjo, AY mengakui sebagai pelaku pembunuhan. Alasannya, karena DS telah menggoda istrinya.

Padahal, AY dan DS sudah lama berteman. Namun, baru 2 bulan ini ia memperkenalkan DS dengan istrinya. Sejak itu, kata AY, DS sering berkunjung ke rumahnya.

“Jadi motif pelaku membunuh korban karena cemburu dan sakit hati, setelah mengetahui adanya komunikasi Chat WhatsApp antara korban dan istri pelaku,” kata Kusumo didampingi Kasat Reskrim AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo dan Kasi Humas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono.

“Penyidik telah menetapkan AY sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup atau paling lama dua puluh tahun,” jelas Kusumo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *