Gubernur Khofifah: Tak Perlu Lagi Berobat ke Luar Negeri, Cukup di RSUD dr Soetomo

waktu baca 3 menit
Gubernur Khofifah saat menandatangani prasasti Neu ICU dan Soetomo Training Center, Rabu (4/1).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan enam program inovasi strategis RSUD dr. Soetomo untuk tahun 2023 di Ruang Pertemuan Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD dr. Soetomo, Surabaya, Rabu (4/1).

Didampingi oleh Direktur RSUD dr. Soetomo dr. Joni Wahyuhadi dan Kadinkes Jatim dr. Erwin Ashta Triyono, Gubernur Khofifah  meluncurkan Soetomo Vendor Management System (Soetomo Vemes), Information Technology (IT) Mandiri, Soetomo Revenue Center, serta Bangun Serah Guna Hostel.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menandatangani prasasti Neuro Intensive Care Unit (Neu ICU) dan Soetomo Training Center yang diperuntukkan untuk mengembangkan skill dan expertise klinis maupun manajemen dari seluruh staf dr. Soetomo.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengatakan bahwa peluncuran layanan unggulan RSUD dr Soetomo hari ini adalah upaya membangun top of mind masyarakat bahwa berobat dengan layanan yang baik dan advance cukup di Jawa Timur.

Pasalnya, Jatim melalui RSUD dr Soetomo ingin menangkap pasar dengan menggaet masyarakat yang masih gemar berobat ke luar negeri dan mensubsitusinya dengan berobat di dalam negeri saja.

Terlebih ada data yang sempat termuat di media, setidaknya rata-rata per  tahun  Rp 164 trilliun uang masyarakat Indonesia digunakan untuk berobat ke luar negeri.

“Maka kami hari ini dengan meluncurkan enam program inovasi strategis RSUD dr Soetomo untuk membangun top of mind masyarakat agar berobat dengan pelayanan terbaik dan advance cukup di Jawa Timur saja, di RSUD dr Soetomo saja,” tegas Gubernur Khofifah.

“Tadi saya minta Kepala Dinkes Jatim untuk menghitung kalau khusus warga Jatim yang biasa berobat keluar negeri berapa. Itu yang harus menjadi target dari Soetomo setelah melaunching Revenue Center,” ucapnya.

Bukan tanpa alasan, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa RSUD dr Soetomo telah memiliki banyak sekali kualitas layanan yang memiliki keunggulan  kompetitif dan komparatif  yang harus disampaikan kepada publik.

“Inilah pentingnya membangun top of mind masyarakat. Agar mereka percaya dan merasa mendapatkan pelayanan terbaik,” tambah Khofifah.

Lebih jauh, mantan Menteri Sosial RI itu memaparkan bahwa Indonesia menjadi kontributor terbesar pada sektor medical tourist.  Pasalnya, jumlah pasien yang mencari pengobatan di luar negeri pada 2015 mencapai 600.000 orang, hampir mencapai dua kali lipat dari data pada 2006.

“Tujuan utama mereka untuk Asia Tenggara adalah Malaysia dan Singapore . Padahal kita tahu kalau dr. Soetomo punya banyak pelayanan dengan standar internasional seperti saraf dan jantung,” jelasnya.

Khofifah kemudian menerangkan, berdasarkan hasil  riset patients  beyond borders.com  yang diunggah katadata.co.id tahun 2019 bahwa  alasan kenapa masyarakat lebih memilih pengobatan luar negeri. Yakni kurangnya mutu pelayanan dan pengawasan kesehatan di Indonesia, kecanggihan obat-obatan, dan problem komunikasi dokter atau tenaga pembantu.

Ada pula perihal reputasi rumah sakit luar negeri yang sudah mendunia, harga yang dikatakan lebih murah, ketepatan diagnosis, kecanggihan teknologi, dan akomodasi luar negeri yang lebih menyenangkan.

“Ini berdasarkan data dari sumber yang cukup kredibel. Makanya kita harus melqkukan refleksi, evaluasi  dan berinovasi terus menerus. Bisa juga dibantu  ahli komunikasi untuk mempromosikan keunggulan Rumah sakit kita agar masyarakat makin mengetahui keunggulan rumah sakit kita,” pungkasnya.

Tak hanya itu, Khofifah mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jatim sendiri tengah berusaha mengembangkan medical tourist di daerah. Hal ini dilakukan dengan membangun strong partnership dengan pihak lain.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Soetomo dr. Joni mengatakan, Program Inovasi  Strategis RSUD dr. Soetomo untuk 2023 merupakan perwujudan dari arahan yang diberikan oleh Gubernur Khofifah.

Di mana, orang nomor satu di Jatim itu mengamanatkan agar pelayanan kesehatan sudah harus berbasis IT mandiri. Sehingga, efisiensi dapat tercapai dalam setiap program yang dicanangkan.

“Ini adalah master plan untuk ke depan. Juga sebagai penerus perjuangan untuk membesarkan Soetomo. Ini tinggal selangkah lagi, sesuai dengan amanat Bu Gubernur bahwa IT harus mandiri,” tuturnya. (Dwi Arifin)

Editor: DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *