Polresta Sidoarjo Ungkap 765 Kasus Selama 2022

waktu baca 2 menit
Ribuan botol miras digilas dengan tendem roller (*)

SIDOARJO-KEMPALAN: Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap sebanyak 765 kasus dari 800 kasus yang dilaporkan masyarakat selama 2022.

Keberhasilan tersebut diungkapkan oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro kepada awak media saat press release akhir tahun di Mapolresta Sidoarjo, Kamis (29/12).

Dari 765 kasus tersebut, 8 diantaranya adalah kasus pembunuhan.
“Paling menonjol ada 8 kasus pembunuhan. Alhamdulillah, pembunuhan seperti penembakan terhadap juragan rongsokan, dan yang terakhir pembunuhan di kamar kos berhasil kami ungkap,” ujar Kusumo.

Kapolresta mengecek barang bukti sepeda motor

Selama setahun ini pula, Polresta Sidoarjo dan Polsek jajaran berhasil menyita ribuan barang bukti, yakni narkoba jenis sabu sebanyak 855 gram, pil ekstasi 40 butir, pil dobel L 200 ribu butir, minuman keras 2426 botol dan knalpot brong 20 unit. Ada juga barang bukti sebanyak 20 unit sepeda motor.

Selain barang-barang bukti di atas, sebanyak 47 tersangka yang berhasil ditangkap selama Desember ini juga dihadirkan.

Selanjutnya, barang-barang bukti dimusnahkan di halaman Mapolresta Sidoarjo, Kamis siang (29/12), disaksikan jajaran Forkopimda Sidoarjo dan para Kapolsek.

Barang bukti pil ekstasi dimusnahkan dengan cara diblender. Sabu-sabu dibakar, knalpot brong dipotong. Sedangkan miras dimusnahkan menggunakan alat berat jenis tendem roller.

47 tersangka ditangkap Desember ini

“Terima kasih dan apresiasi kepada Forkopimda yang selama ini telah mendukung dan bekerja sama dengan kami, berkolaborasi bersama untuk mewujudkan komitmen bahwa Sidoarjo ini harus menjadi kota yang ramah, aman dan tertib,”imbuh Kusumo.

“Tentunya kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan dari stakeholder-stakeholder yang lain. Mari kita bersama membangun Sidoarjo ini menjadi lebih bagus lagi,” kata Kusumo menambahkan.

Menurutnya, kejahatan harus diungkap. Semua sama di muka hukum. Kalau bersalah akan kita proses. Tidak ada tebang pilih, tidak ada pilih kasih, semua sama perlakuannya.

Ia mengharapkan pelaksanaan perayaan malam tahun baru sama dengan perayaan Natal yang berjalan aman dan lancar. “Saya mengimbau kepada masyarakat agar tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan,” pungkasnya. (Muhammad Tanreha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *