Cuaca Ekstrem

waktu baca 6 menit
ILUSTRASI: cuaca Ekstrem (Foto: Pixabay)

KEMPALAN: ‘’SIAPA pun Anda yang tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022.’’ Itu adalah cuitan twitter Ema Yuliastin, peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang viral beberapa hari terakhir.

Penelitin klimatologi ini menjelaskan, badai dahsyat akan bermula dari laut dan berpindah ke darat melalui dua jalur. Pertama, dari barat melalui angin baratan yang membawa hujan badai dari laut atau westerly burst. Kedua, dari utara melalui angin permukaan yang kuat atau northerly. Sehingga diperkirakan ada dua suplai hujan atau dua suplai badai yang akan terakumulasi di kawasan Jabodetabek tersebut. Maka Banten, dan Jakarta-Bekasi akan menjadi lokasi sentral tempat serangan badai tersebut. Dimulai sejak siang hingga malam hari pada 28 Desember 2022.

Prediksi hujan ekstrem menggemparkan masyarakat. Tapi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum dapat memastikan terjadinya badai pada di Jabodetabek hari ini. Alih-alih badai ekstrem, BMKG lebih suka menyebutnya sebagai sebagai hujan lebat dan hujan ekstrem.

Untuk mengantisipasi kondisi buruk, Plt Gubernur DKI Heru Budi Hartono menyiapkan berton-ton garam untuk disebar sebagai upaya memecah awan supaya menyebar dan tidak semuanya tumpah di wilayah DKI dan sekitarnya. Ini bukan ritual perdukunan ala Mbak Ara di Mandalika. Penyebaran garam ini diakui sebagai metode ilmiah untuk memecah awan.

Beberapa waktu yang lalu di media sosial beredar video yang menunjukkan emak-emak menyebar garam di sekitar rumahnya ketika hujan lebat disertai angina terjadi. Narasi pada video yang viral itu menyebutkan bahwa si emak berusaha menghentikan hujan dengan ritual itu.

Ritual itu ternyata ditiru oleh Heru Budi Hartono dengan skala yang jauh lebih besar. Kalau si emak cuma menyebar garam beberapa genggaman tangan, Heru Budi menyebar berton-ton garam di sekitar langit Jakarta.

BACA JUGA: Sukadiono Atau Tidak Suka-diono

Teknologi modifikasi cuaca (TMC) ini dilakukan dengan cara menaburkan garam dapur atau natrium klorida di sejumlah tempat. TMC sudah sudah melakukan 55 kali penerbangan dengan menaburkan 154,3 ton garam dapur. Modifikasi cuaca ini mulai dilakukan 26 Januari lalu atas permintaan Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan BPPT.

Guna mengantisipasi prakiraan BMKG tersebut, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Tentara Nasional Angkatan Udara (TNI AU) akan melakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) dengan menyemai garam ke awan-awan yang menuju wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.

Dari pagi hingga siang pada Jumat, 3 Januari 2020, telah dilakukan tiga kali penyemaian dengan menggunakan dua pesawat TNI AU, yaitu pesawat angkut CN 295 yang mampu mengangkut 2,4 ton garam sekali terbang dan pesawat Cassa 212 dengan kapasitas 800 kilogram garam.
Cara menyemai awan dilakukan menggunakan pesawat angkut yang membawa berton-ton garam. Kemudian, pesawat tersebut memasukan garam tersebut kedalam inti awan.

Menurut ramalan BMKG, cuaca ekstrem yang berpotensi di Jakarta dan sejumlah kota lain mulai hari ini hingga tahun baru 2023 mendatang. Cuaca ekstrem di Jakarta dan kota lain akan menimbulkan hujan lebat hingga sangat lebat yang berlangsung sampai 2 Januari 2023.

BACA JUGA: Budak

Pada 21 Desember 2022 BMKG telah mengeluarkan rilis potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi dalam sepekan hingga tanggal 1 Januari 2023. Informasi tersebut berkaitan dengan adanya signifikansi dinamika atmosfer yang dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem selama periode Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

Berdasarkan analisis cuaca terkini, kondisi dinamika atmosfer di sekitar Indonesia masih berpotensi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah dalam sepekan kedepan.

Cuaca ekstrem menjadi masalah internasional yang bisa membawa dampak serius di seluruh dunia. Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah menyetujui deklarasi keadaan darurat di Negara Bagian New York. Hal itu menyusul dampak parah yang dialami wilayah tersebut akibat badai musim dingin Elliot.

Presiden Biden memerintahkan bantuan Federal untuk melengkapi upaya tanggapan negara bagian dan lokal karena kondisi darurat akibat badai musim dingin yang parah yang dimulai pada 23 Desember 2022, dan berlanjut.

Salju menyelimuti lingkungan, Ahad, 25 Desember 2022. Jutaan orang berjuang melawan cuaca beku yang telah menewaskan sedikitnya 24 orang di seluruh Amerika dan diperkirakan akan merenggut lebih banyak nyawa setelah menjebak beberapa penduduk di dalam rumah dengan timbunan salju dan mematikan listrik ke beberapa ratus ribu rumah dan bisnis.

Terdapat lebih dari 3.800 penerbangan dari maskapai-maskapai AS yang dibatalkan akibat badai musim dingin Elliot. Diperkirakan gangguan dalam lalu lintas penerbangan akibat Elliot masih akan berlanjut hingga fase perjalanan liburan Tahun Baru akhir pekan ini.

BACA JUGA: Wanita Emas

Badai musim dingin Elliot dilaporkan telah menyebabkan setidaknya 60 warga AS meninggal. Sebagian besar korban berada di New York. Suhu dingin pun mengganggu pengoperasian pembangkit listrik. Ratusan ribu warga yang tersebar di sejumlah wilayah AS harus menghadapi pemutusan aliran listrik.

Miliarder Bill Gates sudah mengingatkan jauh-jauh hari bahwa ada bencana yang tidak kalah serius ketimbang Covid-19. Dalam bukunya ‘’How to Avoid Climate Disaster’’ (2021) Gates mengingatkan bahwa bencana selanjutnya setelah Covid-19 adalah bencana lingkungan.

Hal ini terjadi karena manusia ugal-ugalan dalam memakai energi yang tidak terbarukan atau non-renewable energy. Satu mantra yang menjadi andalah Gates adalah ‘’Dari 51 miliar ton menjadi nol’’. Artinya, sekarang ini produksi emisi karbon yang merusak atmosfer setiap tahun sebanyak 51 miliar ton. Kalau mau menyelamatkan bumi, tidak ada pilihan lain kecuali menghapus total emisi karbon menjadi nol.

BACA JUGA: Meikarta

Tentu ini pilihan sulit, karena produser karbon terbesar dunia adalah negara-negara maju termasuk Amerika Serikat. Negara-negara miskin sangat sedikit memroduksi karbon, karena penggunaan energi yang terbatas.

Gates menyimpulkan bahwa penghasilan dan penggunaan energi berjalan seiring. Masyarakat pada di negara-negara yang mengkonsumsi sedikit energi per kapita memiliki pendapatan per kapita terendah. Hal itu terjadi di negra-negara Afrika yang tidak mempunyai cukup pasokan listrik.

Di negara-negara yang sudah maju, listrik selalu ada, lampu jalan terus hidup di malam hari, AC, komputer, dan TV dapat selalu berfungsi. Hal ini sudah menjadi gaya hidup modern selama berpuluh tahun. Manusia modern tidak menyadari dampak lingkungannya sampai terjadi situasi darurat seperti di Amerika, atau ancaman cuaca ekstrem di Jakarta.

Manusia modern mengandalkan suplai listrik setiap hari. Cara produksi listrik sejauh ini menyumbang perubahan iklim paling banyak. Manusia modern harus memikirkan mendapatkan listrik yang lebih bersih, dan menggunakannya untuk membantu mengurangi emisi karbon. Pemakaian moda transportasi berbasis listrik adalah salah satunya.

BACA JUGA: Luhut dan OTT

Gates menerangkan bagaimana penciptaan energi bersih ini dapat dilakukan dengan mempercepat inovasi, memberikan insentif yang menurunkan biaya dan mengurangi risiko, juga membuat aturan agar teknologi baru dapat bersaing. Membuat standar kelistrikan, standar bahan bakar bersih dan standar produk yang bersih, hingga memberi denda atas pengrusakan karbon.

Mengatasi ancaman lingkungan tidak bisa dilakukan dengan kebijakan instan dan menginginkan hasil yang instan juga. Apa yang dilakukan oleh Heru Budi Hartono di DKI menunjukkan cara berpikir yang paradoksal dan tidak koheren. Dia menghapus jalur sepeda, memangkas anggaran subsidi transportasi dan mengalihkannya untuk kepentingan lain.

Ketika Jakarta terancam cuaca ekstrem dia malah sibuk menebar garam. Emak-emak di Jakarta bisa protes kalau suplai garam kosong gegara diborong oleh Pemprov DKI. (*)

Editor: DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *