Jamoetics UBAYA Gelar Workshop Pemasaran dan Iklan Digital Herbal

waktu baca 2 menit
Workshop Jamoetics: Pemasaran dan Iklan Digital Herbal yang dapat meningkatkan ketrampilan digital usaha kecil obat tradisional (UKOT) dalam bidang pemasaran.

SURABAYA-KEMPALAN: Komitmen Ubaya dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat untuk mendukung upaya transformasi digital kembali terlaksana dengan kegiatan workshop Jamoetics: Pemasaran dan Iklan Digital Herbal yang dapat meningkatkan ketrampilan digital usaha kecil obat tradisional (UKOT) dalam bidang pemasaran.

Pada Hari Sabtu, tanggal 29 Oktober 2022, pukul 10.00-12.00 WIB workshop dibuka oleh Founder Jamoetics, Dr. Oeke Yunita, S.Si. M.Si. Apt. yang memaparkan pentingnya ketrampilan digital untuk usaha herbal dan obat tradisional di era digital, terutama di bidang pemasaran digital.

Pemaparan tersebut diperjelas saat sesi narasumber Grace Felicia Djayapranata, S.E., MBA., CMA (USA)., CPM (ASIA) dengan judul materi “Strategi Pemasaran Digital Herbal” yang membahas tentang strategi pemasaran digital dengan perencanaan menggunakan 5W 1H (who, what, when, why, where dan how) dan strategi konten dalam sosial media Instagram.

Penjelasan tersebut didukung dengan penjelasan praktis dari narasumber Bapak Afdhal Aulia, BA.IR dengan judul materi “Kiat dan Teknik Iklan Digital Produk Herbal” yang membahas tentang teknik pembuatan iklan digital yang digunakan dalam upaya peningkatan pemasaran digital untuk suatu produk, termasuk di dalam penjelasannya tentang penggunaan online ads dan pemilihan influencer.

Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Dyas Kristanto, S.Si., MM., dan didampingi oleh Alfian Hendra Krisnawan, S.Farm., M.Farm., Apt. sebagai tim pemasaran digital dalam Program Kemitraan Masyarakat, Kemdikbudristek RI.

Peserta workshop berasal dari berbagai daerah dan jenis profesi yang meliputi pemilik UKOT misalnya UKOT PT perusahaan jamu Nyonya Mipis, pemilik usaha/klinik herbal dan masyarakat umum yang menaruh minat pada herbal. Antusiasme peserta workshop terlihat dari jumlah peserta yang konsisten hingga akhir workshop dan pertanyaan-pertanyaan yang cukup banyak untuk kedua narasumber serta masukan peserta untuk penyelenggaraan event lanjutan dari workshop tersebut. (*)

Editor: Freddy Mutiara

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *