Resmikan Green House Masjid Al-Akbar, Khofifah Panen Golden Melon

waktu baca 2 menit
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat memanen golden melon saat peresmian Green House MAS.

SURABAYA-KEMPALAN: Sarana rekreasi dan belajar di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) kian lengkap. Ini setelah diresmikannya Green House MAS oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pada Rabu (9/11).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti sekaligus panen perdana tiga jenis varietas golden melon oleh Gubernur Khofifah bersama Ketua Badan Pengelola MAS Mohammad Sudjak.

Green house yang berdiri di atas lahan seluas 11 m x 26 m tersebut  berada di area urban farming MAS. Saat ini, area tersebut ditanami 1.038 golden melon dengan 3 varietas. Yaitu, Varietas Inthanon RZ (fisiknya luar kuning ada net dalam hijau), Varietas Alisha Panah merah (fisik luar kuning polos dalam orange) dan Varietas Ranggipo RZ (fisiknya luar hijau bergaris ada net).

Panen tiga varietas golden melon itu dapat  dilakukan setelah masuk masa panen genap 70 hari.

“Alhamdulillah, hari ini kita bisa memanen langsung golden melon yang usianya sudah genap 70 hari. Ini sungguh inovasi yang kreatif dari pengelola Masjid Al-Akbar untuk memanfaatkan potensi lahan kosong di MAS,” kata Khofifah usai memanen.

Tak hanya memanen, Khofifah juga mencicipi langsung tiga varietas golden melon tersebut. Ketiganya terasa begitu manis.

Menurutnya, budidaya golden melon yang dilakukan di MAS bisa menjadi contoh bagaimana mengembangkan sektor agrikultur modern di lahan terbatas. Sehingga para pelajar, mahasiswa, maupun pengunjung MAS dapat menjadikan Green House ini sebagai sarana belajar pertanian milenial.

“Jadi ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat, bagaimana kita bisa menanam berbagai tanaman holtikultura berbasis milenial. Termasuk mencoba menanam di pekarangan rumah kita, tidak harus melon bisa cabai atau tomat,” terangnya.

“Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas untuk ditanami produk hortikultura, tentunya ini bisa menjadi sumber income bagi kesejahteraan masjid. Begitu pula jika di tanam di pekarangan keluarga,” pugkasnya.

Sementara itu, Helmy M Noor, Humas Masjid Al Akbar menjelaskan, area urban farming yang berada di sisi timur luar MAS memiliki luas 2.000 meter persegi, dan sudah ditanami berbagai tanaman. Medianya beragam, mulai dari media tanah, hydroponic, hingga yang terbaru green house.

Area Urban Farming ini difungsikan sebagai sarana edukasi dan rekreasi untuk masyarakat yang datang ke Masjid Al-Akbar. Area ini ditanami berbagai jenis tanaman, mulai dari jeruk, mangga, tomat, timun dan masih banyak lagi. Selain itu juga terdapat barcode di setiap papan identitas tumbuhan yang dibudidayakan.

“Setiap tanaman yang kami budidayakan disini ada papan identitasnya, ada barcodenya. Jadi kalau pengen tahu informasi seputar tanamannya, bisa di barcode terus muncul informasi lengkapnya, mulai nama, fungsi, sampai manfaat,” jelasnya.  (Dwi Arifin)

Editor: DAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *