Pilpres 2024, Memerdekakan Indonesia Kembali Atau Terjajah Lagi?

waktu baca 4 menit
kolase kempalan.com

KEMPALAN: DEMOKRASI seharusnya dibuat menyenangkan dan membahagiakan, namun sayangnya Demokrasi telah dibajak dan dibuat mati suri.

Demokrasi yang sejatinya kontestasi untuk menghasilkan pimpinan nasional yang baik, berkualitas dan berpihak pada amanah konstitusi, mensejahterakan dan mencerdaskan kehidupan masyarakat Indonesia, kini telah beralih menjadi siapa yang kuat, siapa yang punya uang dan siapa yang kuasa itulah yang menang.

Tak penting lagi bicara kualitas pemimpin, yang ada adalah bagaimana kekuasaan bisa direbut meski dengan menghalalkan segala cara. Machiavelis dan liberalis seolah menjadi ruh demokrasi di negeri yang katanya Pancasila.

BACA JUGA: Pamit ke Jokowi, Anies Menunjukkan Sikap Kenegarawanan

Suasana demokrasi yang seharusnya menjadi kontestasi gagasan kini seolah menjadi arena pertempuran antara calon diluar istana dan calon yang digadang oleh istana. Tentu bagi istana tidak penting gagasan baru dalam proses pembangunan, yang dibutuhkan adalah jaminan program kalau tidak boleh dikatakan proyek istana harus bisa diwujudkan.

Inilah yang menjadi titik perbedaan, istana seharusnya menyadari bahwa setiap proyek pemerintah yang bertujuan mensejahterakan rakyat adalah amanat konstitusi yang harus dilanjutkan, tidak ada alasan bagi siapapun yang menggantikan presiden saat ini untuk tidak melanjutkan program baiknya. Itulah yang disebut oleh Anies dan Partai NasDem dengan Continuity dan Change. Menjadi masalah bila dibalik program itu ada kepentingan lain, kepentingan asing, aseng dan oligarki. Kalau itu yang terjadi maka menjadi bisa dipahami kalau kemudian istana dan presiden ikut menjadi pemain politik menentukan siapa yang harus menjadi penerusnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *