FORpKOT: Dugaan Ijazah Palsu Kades Kangayan Belum Rampung. Siapa Terlibat?

waktu baca 2 menit
Ketua LBH FORpKOT Herman Wahyudi

KEMPALAN-SUMENEP – Siapa yang terlibat dalam dugaan ijazah palsu Kades Kangayan, Sumenep, Arsan kok polisi belum menuntaskan?.

Padahal, kasusnya berlangsung hampir 3 tahun. Dan statusnya kini dari penyelidikan sudah dinaikkan menjadi penyidikan.

Itulah pertanyaan Ketua LBH FORpKOT Herman Wahyudi yang mengaku bingung melihat kasus dugaan ijazah palsu Kades Kangayan, Pulau Kangean, Sumenep terkesan digantung.

Alasan pengacara yang selalu berpakaian parlente ini, laporan ijazah palsu yang melibatkan Kades Kangayan sudah lama dilaporkan ke pihak kepolisian. Sekitar 2 tahun lalu hampir masuk tahun ke tiga.

Namun, hingga jelang tutup tahun 2022. Kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkan Kades Kangayan serta orang penting masih remang-remang.

“Kasus Kades Kangayan saya lihat remang-remang. Apakah sudah SP3, apa masih lanjut. Soalnya waktu dilaporkan sampai sekrang hampir 3 tahun. Ini kurang lazim, ” cerita Herman.

Karena itu, Herman berharap ada kejelasan soal laporan dugaan ijazah palsu yang melibatkan banyak pihak. Termasuk Kades Kangayan.

“Biar publik tak bertanya-tanya, ada apa ini. Kok kasus ijazah palsu Kades Kangayan digantung. Segera selesaikan. Kalau emang terbukti langsung sebut tersangkanya,” pungkas Herman.

Informasi yang dihimpun kontributor kempalan menyebut,
Penyidik Polres Sumenep, Madura baru menaikkan status kasus ijazah Kades Kangayan, Arsan menjadi penyidikan.

Sejumlah orang yang diduga terlibat infonya sudah diperiksa penyidik Polres Sumenep.

“Penyidik sudah melakukan pemanggilan saksi-saksi untuk pendalaman kasus Arsan,” sebut sumber kempalan.

Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, kasus dugaan ijazah palsu memang butuh waktu lama karena melibatkan banyak pihak untuk menguji kebenaran dokumen negara itu.

Menurut Widi, waktu Uji tes ijazah palsu membutuhkan waktu yang cukup panjang karena antrian seluruh Indonesia.

“Itu yang bikin lama, ya bersabar dulu, lah,” jelas AKP. Widiarti kepada media Senin, (17/10/2022).

Ditanya apakah ada potensi tersangka, Widi masih belum memastikan dan masih perlu pendalaman.

“Menunggu hasil saksi ahli, baru bisa menentukan,” terangnya.

Sekedar diketahui, Arsan menjabat Kepala Desa Kangayan, Pulau Kangean, Sumenep kesekian kali.

Usai Pilkades 2019, Arsan dilaporkan oleh sejumlah aktivis kepulauan Kangean karena diduga terlibat memalsukan ijazah saat mengikuti Pilkades Serentak 2019 lalu.

Ijazah Arsan diduga memakai nomor induk orang lain. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *