Penyesalan Thomas Doll usai Persija Gagal Rebut Posisi Puncak

waktu baca 2 menit
Pelatih Persija, Thomas Doll (*)

JAKARTA-KEMPALAN: Pelatih Persija Jakarta mengaku kecewa karena anak asuhnya gagal merebut puncak klasemen di pekan ke-10 Liga 1 musim 2022-2023.

Persija Jakarta ditahan imbang 0-0 saat menjamu Madura United Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, pada Sabtu (17/9) malam WIB.

Hasil seri ini menggagalkan peluang Macan Kemayoran untuk naik ke puncak klasemen dan mengkudeta posisi Madura United.

Persija sebenarnya punya banyak peluang untuk mencetak gol lewat aksi Michael Krmencik, Abdulla Yusuf Helal, Hanno Behrens, dan Hansamu Yama.

BACA JUGA: Bonek Rusak Fasilitas, Ketua Komdis PSSI: Sangat Tidak Patut

Namun, penampilan apik kiper Madura United Miswar Saputra berhasil menggagalkan berbagi peluang milik Persija.

Hal yang sama juga dirasakan pelatih Persija, Thomas Doll. Menurut Doll timnya sudah bermain sangat baik, namun memang kesulitan mencetak gol.

“Pertandingan ini sangat sulit, sangat keras sepanjang 90 menit. Tapi kami main baik. Secara taktik dan bertahan kami menang banyak duel. Tapi terhambat urusan mencetak gol.” kata Thomas Doll, dikutip dari situs Liga Indonesia Baru.

“Saya di ruang ganti mengatakan ke pemain kalau kami seharusnya tetap bangga. Kami menunjukkan semangat juang. Saya merasa hari ini tim yang lebih baik karena melawan pemuncak klasemen. Saya merasa kita kehilangan sentuhan akhir. Kami kurang menyiapkan itu dalam laga ini,” tambah pelatih asal Jerman itu.

BACA JUGA: Mundur dari Jabatan Presiden, Azrul Ananda Beri Pesan ke Bonek

Thomas Doll juga mengakui bahwa dirinya telat untuk memasukkan Riko. Padahal masuknya Riko benar-benar memberikan perubahan pada alur serangan Persija karena akselerasi lincah Riko sangat mempersulit lini pertahanan Madura.

“Ini memang keputusan sulit. Karena (Abdulla) Yusuf baru comeback (dari cedera). Laga ini sebenarnya saya sudah merencanakan sesuatu pada mereka. Karena Madura sudah kehilangan tenaga, kami masukkan Riko dan (Ricky) Cawor. Mereka (Madura United) bertahan bagus.” ucap Thomas Doll.

“Tapi keputusan ini bukan karena pemain, tapi kebutuhan tim. Keputusan sulit memang. Pilihannya bagus. Kami nanti melawan (Persib) Bandung. Apakah Riko main sejak awal atau tidak. Karena banyak persaingan di depan.” tutup pelatih Persija Jakarta itu.

(*) Edwin Fatahuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *