Mahasiswa Teknik Mesin dan Manufaktur UBAYA Tingkatkan Ilmu Blow Molding dari Praktisi Mengajar

waktu baca 2 menit
Bapak Satrio Avrianto dari PT. Rapid Plast Indonesia dan Bapak Jaya Suteja, S.T.,M.T., Ph.D Dosen Teknik Mesin dan Manufaktur UBAYA

SURABAYA-KEMPALAN: Mould Design merupakan salah satu mata kuliah di Prodi Teknik Mesin dan Manufaktur UBAYA yang mempelajari dasar perancangan cetakan plastik.  Mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu dari perkuliahan saja tetapi juga mendapatkan sharing praktek baik yang sudah dilakukan pihak industri melalui Praktisi Mengajar.

Pada Kamis 8 September 2022 diadakan Kegiatan Praktisi Mengajar berupa Kuliah Tamu tentang Pengenalan Extrusion Blow Molding Process, di mana material plastik dilelehkan kemudian ditangkap oleh cetakan dan kemudian ditiup supaya mengikuti bentuk cetakan. Sebagai praktisi adalah Satrio Avrianto selaku Production Assistant Manager PT. Rapid Plast Indonesia yang didampingi oleh The Jaya Suteja, S.T., M.Sc. Ph.D sebagai moderator.

Bapak Satrio Avrianto selaku Production Assistant Manager PT. Rapid Plast Indonesia

Kegiatan Praktisi Mengajar juga merupakan salah satu bagian dari kegiatan Program Matching Fund yang diketuai Jaya Suteja Dosen Teknik Mesin dan Manufaktur UBAYA. Dengan adanya hibah pendanaan dari Kemendibud RistekDikti melalui Program Matching Fund, praktisi industri dan dosen berkolaborasi untuk mengembangkan mata kuliah yang terkait.

Mahasiswa meningkatkan ilmu Blow Molding lewat Praktisi Mengajar.

“Melalui Program Matching Fund ini mahasiswa dan dosen juga mendapatkan pengalaman untuk membantu menyelesaikan permasalahan di industry,” jelas Jaya Suteja. “Selain itu, dalam program ini juga melibatkan dosen dan mahasiswa dari berbagi bidang keilmuan. Selain dari prodi Teknik Mesin dan Manufaktur juga melibatkan Teknik Industri dan Teknik Kimia UBAYA,” tambah Jaya.

Melalui Program Matching Fund mahasiswa dari ketiga prodi tersebut dapat melaksanakan berbagai program MBKM dengan merekoginisi atau menyetarakan mata kuliahnya dengan bentuk Magang Industri ataupun Studi Independen. (Arum Soesanti)

Editor: Freddy Mutiara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *