NOC Indonesia Puji Mimpi Besar Kempo Menuju Olimpiade

waktu baca 2 menit
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari (baju putih) saat menghadiri pengukuhan pengurus PB Federasi Kempo Indonesia (FKI). (Foto: NOC Indonesia)

JAKARTA-KEMPALAN: Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari memuji mimpi besar kempo untuk masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.

Hal itu disampaikan Okto (sapaan karib Oktohari) saat menghadiri upacara pengukuhan Federasi Kempo Indonesia (FKI) Masa Bakti 2022-2026 yang dipimpin Yasonna Hamonang Laoly di Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta, Sabtu (3/9).

Pada kesempatan itu, FKI mengusung tema “United We Are Stronger, United for The Olympic Dream”. Okto berharap, judul tersebut bisa menjadi kenyataan, sehingga kempo benar-benar bisa dipertandingkan di Olimpiade di masa yang akan datang.

“Saya tertarik sama judulnya United for the Olympic Dream. Ya, ini perjalanannya  tidak mudah, tetapi dengan umur yang sudah terjalin oleh pengelolaan kempo di dunia mestinya cabang olahraga ini bisa mendapatkan tempat di kegiatan internasional, termasuk Olimpiade,” ujar Okto.

Okto melihat PP FKI mempunyai keseriusan dalam memajukan olahraga kempo di Indonesia. Sebagai informasi, para ksatria FKI sukses mengharumkan nama Merah Putih di Kejuaraan Dunia Kempo XVIII di Hammamet, Tunisia, 10-15 mei 2022.

Dalam ajang tersebut, para ksatria Merah Putih mendulang panen medali di mana FKI meraih 37 medali, yang terdiri dari 7  medali emas, 9 medali perak, dan 21 medali perunggu.

Melihat capaian ini, Okto mengatakan akan mengusahakan kempo untuk dapat dipertandingkan di Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG), multi-event beladiri yang berada di bawah naungan Dewan Olimpiade Asia (OCA).

“Ya saya kira itu lebih ke diplomasi untuk meyakinkan teman-teman dari OCA bahwa Kempo ini adalah sebuah kegiatan olahraga yang bisa dipertandingkan di komunitas se-Asia,” kata Okto seusai acara pengukuhan.

“Saya cukup percaya diri bahwa Kempo ini bisa masuk ke AIMAG, sebetulnya ini perjuangan bersama. Jadi kita semua sama-sama dengan teman-teman dari FKI dan Federasi Kempo di Asia lainnya untuk memperjuangkan agar bisa dipertandingkan di AIMAG,” sambungnya.

Pada acara pengukuhan PP FKI,  Yasonna yang telah menerima penyerahan bendera FKI dari ketua umum FKI 2018-2022, Timbul Thomas Lubis, berkomitmen menjalankan tugasnya sebagai Ketua Umum PP FKI. Terlebih ia akan dibantu oleh jajaran pengurus yang terbukti memiliki komitmen untuk memajukan Federasi Kempo Indonesia.

“Saya mendapat kehormatan jadi ketua umum PP FKI ini tak saya jadikan beban, tetapi tanggung jawab yang bisa kita pikul bersama. Banyak orang baik di sini yang telah menunjukkan prestasinya dan ini akan kita lanjutkan,” kata Yasonna yang sekarang menjabat Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. (Yunita Mega Pratiwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *