Kecerobohan KJA Offshore

waktu baca 4 menit
ILUSTRASI: Keramba terapung di Laut. (Foto: aquatec.co.id)

KEMPALAN: BERTEPATAN dengan peringatan hari Kemerdekaan RI ke 77 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, meluncurkan karya inovasi berupa Keramba Jaring Apung (KJA) Offshore di Perairan Pantai Perawan, Pantai Selatan Malang. Bangunan lepas pantai ini tidak hanya berfungsi sebagai media budidaya ikan untuk membantu masyarakat nelayan setempat juga berfungsi sebagai hotel terapung untuk menunjang kegiatan wisata. Karya inovasi kampus Maritim ITSĀ  yang diberi judul Ocean FarmITS (OFITS) dibangun dengan dana Rp 1,3 miliar tersebut patut diapresiasi. Pertama, diharapkan bisa bermanfaat untuk masyarakat nelayan dan kedua mengembangkan daerah tujuan wisata bahari khususnya di Malang Selatan.

Pembuatan KJA offshore ini bukan yang pertama kali dibangun dengan membawa sejuta asa di dalamnya. Pada tahun 2017 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) membangun budidaya ikan dengan metode keramba jaring apung (KJA) lepas pantai (KJA Offshore) di tiga lokasi yakni Karimun Jawa provinsi Jawa Tengah, Pantai selatan Jawa tepatnya di Pangandaran dan Sabang Provinsi Aceh. Harapannya sama, pembangunan KJA Offshore ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan potensi lahan budidaya laut di Indonesia yang tergarap baru dua persen atau sekitar 281 ribu ha dari total potensi budidaya laut sebesar 12,08 ha.

BACA JUGA: Babak Baru Sekdaprov Jatim

ketiga KJA offshore tersebut dibangun dengan mengadopsi teknologi industri perikanan milik Norwegia yang dianggap terbaik untuk teknologi salmon nya. Seperti halnya KJA offshore di Kanada, Thailand, dan Vietnam banyak yang mengadopsi standar Norwegia. Target produksi ketiga KJA Offshore untuk budidaya kakap putih yang dicanangkan KKP saat itu cukup signifikan 1.600 ton per musim tanam. Sayang, tanpa perhitungan yang cermat KJA offshore senilai Rp 131 miliar yang penebaran benihnya pertama kali dilakukan Presiden Jokowi di Pantai Pangandaran tersebut hancur semua diterjang gelombang.

Berbeda dengan yang dibangun ITS di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang berada di perairan yang tidak bergelombang besar. Secara teknis bangunan tersebut akan awet. Pemanfaatannya untuk kegiatan wisata lebih besar peluangnya mengingat ketersediaan hotel atau penginapan di daerah kawasan wisata Sidoasri masih minim. Terkait wisata bahari yang dicanangkan, Tim Ocean FarmITS akan menyediakan skenario berupa paket wisata. Dalam hal ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai selatan berdasarkan preferensi mereka dengan tujuh paket wisata yang teridentifikasi. Ketujuh paket wisata tersebut meliputi paket berenang, menikmati kopi, makan siang, penginapan di OFITS, naik perahu nelayan, kemah di lingkungan Pantai Perawan, serta pengenalan teknologi lepas pantai dan budidaya ikan di KJA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *