Kaisar Sambo

waktu baca 6 menit
Irjen Pol Ferdy Sambo bersama sang istri Putri Candrawathi. (Instagram @divpropampolri)

KEMPALAN: KALAU Ferdy Sambo seorang kaisar, maka Putri Cendrawathi adalah permaisurinya. Kalau Mahfud MD menyebut Ferdy Sambo adalah ‘’raja’’ karena memimpin kerajaan di tubuh Polri, maka Putri Cendrawathi adalah sang permaisuri. Papa Charlie–begitu call sign untuk menyebut Putri Cendrawathi, atau PC–akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah main petak umpet berminggu-minggu.

Ferdy Sambo, sang kaisar, disebut memimpin sebuah organisasi besar yang menjadi bayang-bayang Polri yang kabarnya lebih powerful dibanding Polri sendiri. Organisasi klandestine ini begitu digdaya dan ditakuti karena kemampuannya dalam hal mengakumulasi keuangan nyaris tidak terbatas. Secara legal organisasi bayang-bayang ini disebut sebagai Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Merah Putih yang berdiri atas surat keputusan petinggi Polri semasa Idham Aziz.

Sekarang Satgassus sudah dibubarkan begitu saja oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Tapi itu bukan the end of story, justru malah mejadi awal cerita yang panjang. Publik mendesak Kapolri untuk menjelaskan dan mempertanggungjawabkan operasionalisasi Satgassus itu.

BACA JUGA: Farel Prayoga

Semakin ditutup-tutupi semakin liar isu yang berkembang. Skema kekaisaran Sambo beredar luas di media sosial menggambarkan jaringan operasional yang dipimpin oleh Kaisar Sambo. Dalam jaringan itu terlibat beberapa perwira tinggi Polri termasuk beberapa kapolda. Jaringan ini mengendalikan bisnis perjudian yang dikenal dengan sandi 303 yang beroperasi di seluruh Indonesia.

Jaringan 303 inilah yang disebut-sebut sebagai gudang uang dari kerajaan Sambo. Dalam jaringan itu tertulis jelas-jelas orang-orang yang disebut sebagai bandar-bandar besar dengan nama jelas, foto, dan nomor telepon. Beberapa orang yang dikonfirmasi membantah menjadi bagian dari jaringan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *