Menu

Mode Gelap

kempalanews · 22 Jun 2022 19:22 WIB ·

Bulan Ini Indonesia Kejar Ekspor Ayam ke Singapura untuk Isi Kekurangan Pasokan Ayamnya


					Ilustrasi ayam-ayam di peternakan (mark stebnicki/pexels) Perbesar

Ilustrasi ayam-ayam di peternakan (mark stebnicki/pexels)

JAKARTA-KEMPALAN: Pemerintah Indonesia sangat berharap dapat menggantikan Malaysia sebagai ekspor ayam ke Singapura. Pemerintah mengharapkan segera mencapai kesepakatan terkait rencana ekspor ayam dengan Singapura.

Masalah rantai pasokan dan kekurangan pangan global masih terus berlanjut hingga saat ini yang ditandai dengan penghentian ekspor ayam oleh Malaysia.

Beberapa waktu yang lalu Malaysia memutuskan untuk menghentikan ekspor ayam ke luar negeri khususnya Singapura hingga pasokan dan harga ayam di Malaysia mulai stabil.

Singapura saat ini tengah mengalami kesulitan memenuhi pasokan ayamnya sehingga negara tersebut memutuskan untuk menaikkan harga nasi ayam Hainan yang merupakan salah satu makanan khas Negeri Singa tersebut.

Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, mengatakan bahwa para pihaknya sedang melakukan diskusi mengenai teknis ekspor ayam dengan Singapura dan berharap pada bulan ini ekspor tersebut dapat mulai dilaksanakan.

Badan Pangan Singapura (SFA) telah membenarkan adanya rencana impor ayam dari Indonesia.

Achmad Dawami, Ketua Asosiasi Peternak Unggas Indonesia, mengatakan bahwa produksi ayam di Indonesia per minggu sebanyak 55 hingga 60 juta unggas dan mengalami surplus sebesar 15 hingga 20 persen.

Menurut Achmad, permintaan ekspor ke Singapura per bulannya diperkirakan sebanyak 3,6 hingga 4 juta ekor unggas dapat membantu untuk memenuhi kurangnya pasokan ayam di Singapura.

Achmad mengatakan bahwa Singapura bertujuan untuk mengimpor ayam hidup agar rumah potong hewan domestik bisa terus beroperasi, tetapi sayangnya Indonesia belum punya pengalaman ekspor unggas hidup dibandingkan ayam potong.

“Mudah-mudahan dalam dua minggu ke depan sudah ada realisasi, kalau harus menunggu berbulan-bulan kita akan kehilangan momentum,” ucap Achmad.

Dalam beberapa bulan terakhir, salah satu sumber protein termurah di Malaysia tersebut telah mengalami lonjakan harga karena kurangnya pakan global yang diperburuk oleh situasi perang Rusia dan Ukraina yang menyebabkan produksi terganggu.

Pada minggu lalu Malaysia mulai mencabut sebagian larangan ekspornya pada ayam premium tertentu, tetapi untuk larangan ekspor ayam broiler komersial dan jenis produk ayam lainnya akan tetap ada.(CNN/Suara/Detik/Akurat, Arlita Azzahra Addin)

Editor: Reza Maulana Hikam

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Aksi Peduli di Hari Bhayangkara ke-76, Polsek Tanggulangin Bagi Sembako

1 Juli 2022 - 12:25 WIB

HUT Bhayangkara ke-76, Puan Harap Polri Makin Profesional dan Humanis ke Rakyat

1 Juli 2022 - 12:12 WIB

Kado Hari Bhayangkara ke-76, Kapolresta Sidoarjo Raih iNews Maker Award 2022

1 Juli 2022 - 11:26 WIB

Hari Bhayangkara Ke-76, Khofifah Ajak Jajaran Porli Perkuat Sinergi Pemulihan Ekonomi di Jatim

1 Juli 2022 - 09:49 WIB

Pameran Karya Jurnalistik Lintas Generasi, Tampilkan Don Hasman

1 Juli 2022 - 07:35 WIB

Kelompok DPD RI di MPR Dorong Capres Jalur Non-Parpol Lewat Amandemen ke-5

1 Juli 2022 - 05:58 WIB

Trending di kempalanews