Menu

Mode Gelap

kempalansport · 10 Mei 2022 06:14 WIB ·

Anies Wujudkan JIS, Lampaui Ekspektasi yang Digagas Para Gubernur Sebelumnya


					Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto: Instagram @aniesbaswedan) Perbesar

Jakarta International Stadium (JIS), Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Foto: Instagram @aniesbaswedan)

JAKARTA—KEMPALAN: Jakarta International Stadium (JIS) atau Stadion Internasional Jakarta nan megah dan indah kebanggaan warga Jakarta dan rakyat Indonesia akhirnya berdiri setelah penantian panjang sekira 13 tahun.

Stadion yang dibangun di sisi utara Kota Jakarta ini adalah sebuah karya prestisius yang berhasil dirampungkan oleh putra-putra bangsa. JIS berdiri di eks lahan Taman BMW (Bersih, Manusiawi, dan Berwibawa) hadir lebih dari sekadar pengganti Stadion Lebak Bulus yang beralih fungsi menjadi Depo Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, pada 2009 lalu.

Dan, sejak dibongkarnya Stadion Lebak Bulus pada 2009 itulah Jakarta belum memiliki stadion yang representatif, hingga kemudian pada saat Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta, mencanangkan pembangunan JIS di Taman BMW pada Kamis, 14 Maret 2019 dan groundbreaking pembangunan dimulai pada September 2019.

Pada acara pencanangan pembangunan stadion bertaraf internasional tersebut, Anies mengucapkan terima kasih kepada para gubernur pendahulunya, aparat pemerintah, serta masyarakat yang memulai prosesnya selama bertahun-tahun.

Politikus Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik menjelaskan, gagasan pendirian stadion megah ini ada sejak era Sutiyoso. Saat itu Taufik menjabat manajer klub sepak bola Persitara Jakarta Utara dan mengusulkan kepada Sutiyoso agar membangun stadion.

“Waktu itu saya bilang ke Sutiyoso, ‘Pak, Jakarta itu tidak punya stadion. Gelora Bung Karno bukan punya kita (Pemprov DKI Jakarta)’. Akhirnya ketemulah tanah BMW (lokasi JIS saat ini),” ujar Taufik seperti dilansir suara.com, Minggu 2 Januari 2022.

Setelah DKI Jakarta beberapa kali berganti kepemimpinan, baru di era Anies Baswedan stadion impian itu terwujud. Bahkan, JIS hadir melampau ekspektasi yang digagas gubernur-gubernur sebelumnya, Semakin membanggakan lagi karena seluruh proyek JIS dikerjakan anak bangsa.

Sebelum stadion bertaraf internasional itu pada akhirnya terwujud, sempat berjalan penuh lika-liku pada masa DKI Jakarta dipimpin gubernur sebelum Anies Baswedan. Seperti apa riwayatnya dari satu gubernur ke gubernur berikutnya?

Pembangunan stadion masa Gubernur Fauzi Bowo yang karib disapa Foke pada 2008-2010 berupa persiapan lahan. Namun, rencana pembangunan gagal karena sengketa tanah.

Kemudian pada 2014, Gubernur DKI Jakarta saat itu Joko Widodo atau Jokowi melakukan pencanangan dan belum sampai melakukan pembangunan stadion.

Hal serupa terjadi pada masa Jakarta dipimpin pejabat Gubernur Djarot Saiful Hidayat. Pada 2017, Djarot mencanangkan pembangunan stadion, namun seperti halnya Jokowi, Djarot juga belum berhasil membangun stadion dan tidak kunjung terealiasasi.

Lantas pada 2019-2022, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pembaruan desain stadion yang ecofriendly. Anies mencanangkan pembangunan JIS dan berhasil. Selesai sekira April 2022.

Zahran melalui cuitan di akun Twitter Zahran207 @Zahran20171, merunut tahapan pembangunan JIS pada masa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dikemas dalam bentuk video singkat.

Disebutkan pada Maret 2019, Pemprov DKI Jakarta melakukan ground breaking stadion dan peletakan batu pertama pada 14 Maret 2019. Masuk April 2019, alat berat mulai didatangkan ke lokasi proyek dan proses perataan tanah untuk proses pembangunan stadion.

Kemudian Mei 2019, pada bulan ini mulai dilakukan proses pengerjaan tes kedalaman tanah atau kualitas tanah stadion. Dan Juni 2019, pembangunan JIS tinggal menunggu finalisasi gambar atau desain stadion sekaligus menunggu pemenang tender kontraktor pembangunan stadion nantinya.

Tiga bulan berikutnya, Juli-Agustus-September 2019, PT Jakpro mulai melakukan pembangunan stadion dengan tahap awal pemasangan paku bumi atau pondasi awal stadion agar bisa memperkuat konstruksi tanah stadion.

Adapun pembebasan tanah baru selesai 2020. Dan desain stadion seperti dijelaskan sebelumnya, dibuat pada 2019.

Sementara itu, Roy Suryo melalui akun Twitter KRMT Roy Suryo @KRMTRoySuryo2, menegaskan ada perbedaan mencolok antara pembangunan stadion pada masa DKI Jakarta dipimpin oleh gubernur sebelum dan masa Anies Baswedan.

Menurut Roy Suryo Stadion JIS adalah fakta dan Stadion BMW hanya impian belaka. Selain itu, dari sisi desain dan kapasitas juga sangat berbeda.

Desain BMW berupa ‘lilitan sorban’ dengan kapasitas penonton sebanyak 40 ribu. Sedangkan JIS, demikian lanjut Roy Suryo, desainnya berupa ‘ikatan kepala dengan gigi belalang’ dan kapasitas penonton sebanyak 80 ribu.

“Biar tdk KUDET (KUrang upDET), Antara IMPIAN Stadion BMW (= Bersih, Manusiawi Wibawa) vs FAKTA Stadion JIS (Jok, eh, Jakarta International Stadium) itu BEDA Bingits Desain BMW Kaps 40rb adalah “Lilitan SORBAN” (emoticon wajah tersenyum), Kalau JIS Kaps 80rb adalah “Ikatan Kepala dg Gigi Belalang” AMBYAR,” cuit Roy Suryo, Senin, 9 Mei 2022.

Sebelumnya pada 5 Mei 2022, Roy Suryo juga menganggap perlu menjelaskan sejarah pembangunan JIS agar kemudian tidak jadi bahan hoaks para buzzerRp.

Ia mengatakan, sejarah Stadion JIS (BMW) idenya memang sejak dari Gubernur Fauzi Bowo atau Foke. Namun, pada masa Gubernur Jokowi, Ahok, maupun Djarot belum bisa dibangun karena ada permasalahan soal tanah, bahkan ada laporan KPK di 2014.

Roy Suryo menambahkan, stadion (JIS) baru benar-benar dibangun oleh Gubernur Anies Baswedan pada 14 Maret 2019.

“Agar tdk jadi Bahan HoaX BuzzerRp, Sejarah Stadion JIS (BMW) idenya memang sejak Gub Foke th 2008, Namun di Era2 sesudahnya (JokoWi, Ahok, Djarot) blm bisa dibangun2 karena Tanah bermasalah, bahkan ada Laporan KPK th 2014 Baru tgl 14 Mar 2019 benar2 dibangun oleh Gub Anies AMBYAR,” cuit Roy Suryo.

Dihubungi terpisah, Senin petang, 9 Mei 2022, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu mengatakan, dirinya adalah saksi sejarah yang mengerti betul bahwa rencana ‘Stadion BMW’ yang digadang-gadang sejak zaman Foke, dan beberapa kali ada upacara peletakan batu pertama zaman Jokowi, Ahok, dan Djarot.

“Itu gagal semua karena tanah masih status sengketa. Baru tahun 2019, zaman Mas Anies menang gugatan (karena tim lawyer juga beda). Dan dibangun sebenar-benarnya, diubah banyak hal. Mulai dari desain, kapasitas, dan sebagainya. Makanya namanya berubah jadi JIS, bukan BMW lagi,” beber Roy Suryo.

Berikut ini perbedaan antara Stadion BMW Jakarta dengan JIS. Stadion BMW Jakarta dirancang pada masa Gubernur Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, dan Djarot Syaiful Hidayat.

Kapasitas penonton sekira 40.000, anggaran biaya Rp 1,05 triliun, tema/konsep: lilitan sorban, arsitek Tiyok Prastyoadi, standar bangunan hemat energi. Groundbreaking Stadion BMW 28 Mei 2014, rencana penyelesaian pembangunan menghadapi kendala.

Sementara itu, Jakarta International Stadium (JIS) dicanangkan Gubernur Anies Rasyid Baswedan, kapasitas penonton sekira 80.000, anggaran biaya Rp 4,08 triliun, tema/konsep: ikatan kepala dengan gigi belalang, arsitek PDW Architects. Adapun grounbreaking JIS 14 Maret 2019 dan rencana selesai Maret 2022.

Akun twitter tatak ujiyati @tatakujiyati juga menanggapi soal anggapan klaim sepihak JIS dan melupakan jasa orang lainnya sebagai hal yang tidak benar.

Menurut Tatak, meski Anies tidak secara eksplisit menyebut para gubernur pendahulunya, tetapi jelas ia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk para pejabat pendahulu yang telah membebaskan tanah.

“Klaim sepihak JIS & lupakan jasa org lain? A big NO. Dengar pidato Anies ini. Ia berterimakasih pd SEMUA yg telah bekerja keras wujudkan JIS, walau tak disebut eksplisit tentu tmsk para pejabat pendahulu yg membebaskan tanah. Terimakasih Pak Foke, Pak Jokowi, Pak Ahok, semuanya,” cuitnya.

Tatak kemudian melampirkan pidato Anies saat soft launching JIS pada Selasa, 19 April 2022, sebelum laga final International Youth Championship (IYC) 2021 antara Barcelona U-18 vs Atletico Madrid U-18.

Cuitan Tatak juga mendapat respon dari akun twitter Tegar Pranowo @pun4k4k4n. Tegar mengatakan, di manapun di belahan dunia ini selalu ada unsur estafet dalam pemerintahan, bahkan walaupun pemerintahan baru hasil pemberontakan. Klaim sepihak seolah tutup mata dari kinerja pemimpin sebelumnya.

“Tidak ada yg melupakan sejarah & unsur estafet dlm kemajuan kota Jakarta. Jangankan para gubernur sebelumnya ya, bahkan thd para tukang sekalipun Pak Anies mengucapkan terimakasih,” balas Tatak.

Berikut isi pidato Anies saat soft launching yang kembali diunggah oleh Tatak.

Saudara-saudara sekalian warga Jakarta, catat hari bersejarah ini. Hari di man kita nyatakan bahwa atas izin Allah SWT, satu janji penting kembali dituntaskan.

Ribuan insan yang terlibat dalam pembangunan stadion ini adalah anak-anak bangsa yang nanti mereka bisa bercerita kepada keluarga, bisa bercerita kepada anak-anaknya dan anak dari anak-anaknya, bahwa di bangunan ada jejak keberanian mereka, ada jejak kerja keras mereka pada maha karya ini.

Bahwa mereka ikut meninggikan kota ini, mereka ikut meninggikan bangsa ini di hadapan bangsa bangsa lain di dunia. Mereka berikan kebanggaan, kemajuan, kebahagiaan bagi Jakarta dan bagi Indonesia.

Kepada mereka semua kita sampaikan apresiasi yang tak terhingga, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala membalas setiap tetes keringat mereka dengan kebaikan, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala melimpahkan banyak kebermanfaatan dari stadion ini.

Dan dari stadion ini akan mengalir pahala terus menerus kepada mereka sebagai bagian dari catatan amal jariyahnya.

Stadion ini bukan hanya milik Pemprov DKI Jakarta dengan BUMD-nya, tetapi dia juga menjadi milik seluruh warga Jakarta dan siap menjamu seluruh warga Indonesia, bahkan siap untuk menjamu warga dunia.

Semoga Jakarta International Stadium ini membawa kemajuan, membawa kebahagiaan bagi Jakarta, bagi Indonesia dan insya Allah ini menjadi tempat di mana kita merasakan kemajuan, kebahagiaan, dan keberkahan dari Yang Maha Kuasa.

Sebelumnya suaranasional.com memberitakan pernyataan Koordinator Gardu Banteng Marhaen (GBM) Sulaksono Wibowo, Minggu, 8 Mei 2022, yang meminta pemerintah pusat harus mengganti nama JIS menjadi Jokowi International Stadium setelah Anies tidak lagi menjabat Gubernur DKI Jakarta. (kba)

Editor: Freddy Mutiara

 

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Shin Minta Garuda Muda Fokus Hadapi Thailand, Asnawi Absen di Semifinal

18 Mei 2022 - 09:02 WIB

Fathur dan Dewi, Medali Emas di Hanoi dan Menikah Tahun Ini

18 Mei 2022 - 08:00 WIB

Prediksi dan Jadwal Siaran Langsung Final Liga Europa: Eintracht Frankfurt vs Rangers

18 Mei 2022 - 07:46 WIB

Liverpool Bisa Berharap Gerrard Jegal City

18 Mei 2022 - 06:31 WIB

Liverpool Menang, Juara Liga Inggris Ditentukan di Hari Terakhir

18 Mei 2022 - 06:07 WIB

Thailand atau Malaysia? Ketua Umum PSSI: Siapapun Lawannya Harus Dikalahkan

16 Mei 2022 - 10:24 WIB

Trending di kempalansport