Kebijakan Kiribati “Migration with Dignity” sebagai Titik Balik Perubahan Sistem Migrasi di Pasifik Selatan dan Australia

waktu baca 6 menit
Ilustrasi Imigran-Britannica
Samuel Elisa (Mahasiswa Hubungan Internasional Unair)
Samuel Elisa (Mahasiswa Hubungan Internasional Unair)

Kiribati merupakan negara di kawasan Pasifik Selatan dengan luas wilayah daratan sebesar 810 km2 dan wilayah perairan sebesar 3.1 juta km2.

International Panel on Climate Change (IPCC) pada tahun 1990 mengakui adanya potensi perubahan iklim dapat berakibat pada peningkatan volume air laut terutama pada negara kepulauan dengan luas wilayah yang kecil (Meira, 2018:1).

Oleh karena itu, secara khusus negara seperti Kiribati mulai memikirkan upaya relokasi populasi melalui berbagai kebijakan migrasi.

Tidak hanya berkaitan dengan potensi perubahan iklim dan kenaikan volume air laut, akan tetapi secara internal Kiribati juga memiliki permasalahan terkait kontaminasi air minum yang semakin asam, peningkatan potensi penyakit malaria dan demam berdarah, berkurangnya biodiversitas pangan laut dan ikan, serta potensi arus angin El-Nino dan La-Nina yang mengancam human security (Meira, 2018:2-4).

Mengingat potensi bencana di masa datang yang semakin tidak terhindarkan, Presiden Anote Tong pada September 2012 dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-67 memperkenal kebijakan “migration with dignity” yang akan dilakukan oleh pemerintah Kiribati dengan tujuan relokasi penduduk sebagai strategi program menengah jangka panjang.

Kebijakan tersebut didukung penuh oleh pemerintah dengan dua komponen kunci yaitu meningkatkan pembangunan penduduk agar kualifikasi pekerja terampil dan terpelajar dengan meningkatkan standar literasi, edukasi dan kemampuan berbahasa sehingga migran dari Kiribati dapat diterima dengan baik di dunia internasional, serta mengupayaan fasilitasi dan negosiasi terhadap banyak negara terutama dalam kawasan pasifik seperti Selandia Baru dan Australia (Meira, 2018:5).

NEXT: Melalui data di atas,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *