Senin, 25 Mei 2026, pukul : 04:03 WIB
Surabaya
--°C

Red-Notes Guntur

thamrindahlan
# 54 Pengalaman di Kerajaan Saudi Arabia ketika Ibadah Umroh 26/3 sd 6/4 2022 Prokes sudah di perlonggar. Tidak ada karantina bagi jamaah dari luar Mekah Madinah. Tidak ada pula PCR dan Swab. Pemakaian masker pun tidak terlalu di awasi Askar. Shalat sudah dempet bahu ke bahu. Tawaf dan Sai rapat berkerumun. Alhamdulillah covid 19 sudah melandai akhirnya melantai ditelan tanah. Vaksinasi sukses. Kemarin di Lingkungan Perumahan BHP Kel Dukug RW 06 Jaktim masih dilakukan Boster Vaksin yang di inisiasi Polri. InshaAllah awak dan keluarga sudah membeli Tiket mudik ke Jambi . Bersyukur ekonomi rakyat sudah bergerak ditandai oleh keberadaan Bazar di mana mana. Emak emak yang tergabung di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mengikuti Ekonomi Kreatif Mas Menteri Sandiaga Uno tersa di mana mana. Kehidupan normal tampaknya sudah ada didepan mata dengan catatan tetap disiplin pakai masker dan jaga kesehatan diri masing masing. Pula Bangka terkenal martabaknya Pulau Kemarau banyak klenteng menara Kehidupan Indonesia normal didepan mata Mari syukuri kebersamaan
rakyat semesta Salamsalaman

Johannes Kitono
Semoga angka 98,2 % itu benar dan bukan hasil rekayasa. Tentu saja melegakan dan bye bye Covid 19 , Delta ataupun Omicron. Team Riset UI pasti tidak main main dgn hasilnya yang sempat dikutip Reuter. Dan semoga team tidak dipengaruhi oleh buku How To Lie with Statistic seperti yang pernah terjadi di TIR Udang, Lampung saat Pemilu. Ketika perusahaan INTI bilang ke PLASMA coblos Kuning hampir 100 % Kuning, partai Penguasa. Agar kelihatan cantik tapi tetap menyolok maka suaranya diatur jadi 98 % , sisanya 2 % di hibahkan ke partai non penguasa. Itulah model Pemilu ketika era Orde Baru.

BACA JUGA  Pesta Tanpa Mahkota di GBT: Saat Persebaya Menghibur Diri dengan Parade Lima Gol

Arek Nom
font-nya terlalu kecil. kurang nyaman di mata. Ada baiknya nyontoh media online di amrik seperti new york times atau washtington post yg sekitar 16 atau 18. Mengapa harus irit ruang seperti media cetak?

LiangYangAn 梁楊安
Saya tidak yakin atas kecurigaan “adanya varian lain yang sengaja dilepas di sana” ; terlalu riskan untuk sebuah kota dengan jumlah penduduk yang begitu banyak !! Saya kira apa yang disampaikan Prof. Martin Hibberd (London School of Hygiene and Tropical Medicine) yang diberitakan BBC News lebih kena, bahwa pendekatan Shanghai sebelumnya tidak cocok untuk varian Omicron, yang jauh lebih menular. Alasan   utamanya adalah Shanghai sangat penting bagi perekonomian Tiongkok. Shanghai berkontribusi lebih dari 3% dari PDB Tiongkok dan menyumbang lebih dari 10% dari total perdagangan Tiongkok sejak 2018. Pada tahun 2020, penerbangan kargo ke Bandara Internasional Pudong Shanghai menyumbang 3,4 juta ton barang – satu juta lebih banyak dari gabungan bandara di kota-kota Beijing, Guangzhou dan Shenzhen.

BACA JUGA  Sidoarjo Memilih: Pesan Dingin Bupati Subandi di Tengah Hangatnya Pilkades Serentak 2026

Pryadi Satriana
Penelitian yg hasilnya 99,2% itu atas permintaan pemerintah. Mestinya hasilnya dijadikan salah satu pertimbangan utk mengambil kebijakan, bukan sekadar tahu. Kebijakan haruslah pro rakyat, bukan utk kepentingan pemilik modal: “menghabiskan stok vaksin di Jabodetabek, mumpung mau mudik.” Paling tidak, pemerintah perlu menjelaskan ttg perbedaan biaya tes antigen: di Jabodetabek bisa cuma 45rb tapi di daerah mencapai 95rb. Itu indikator menumpuknya stok vaksin di Jabodetabek. Mau dihabiskan dg kebijakan tes antigen sebelum mudik? Kalau memang tidak demikian, pemerintah perlu menjelaskan kepada rakyat. Harus. Sehat selalu. Salam. Rahayu.
uve Zhang Pengalaman mengajarkan dirjen itu tak bisa buat “keputusan” besar tanpa ada
“petunjuk” .wkwkwkkw

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.