Senin, 25 Mei 2026, pukul : 04:03 WIB
Surabaya
--°C

Red-Notes Guntur

Cewek bule yang kecantikannya seolah milik “Ken Dedes”—bisa disebut sempurna (perfect) —nyaris mengobrak-abrik NKRI dari dalam Istana dan keluarga Bung Karno”.

Guntur begitu rinci menuliskan sosok wanita muda itu. Ia pun berusaha mengingat-ingat siapa namanyi. Sampai ia menulis naskah itu ia belum berhasil mengingatnya kembali. Intel wanita itu berkebaya Jawa, berhasil ikut latihan menari dengan adiknya, Megawati, Rachmawati, dan Sukmawati.

BACA JUGA: Rumah Semeru

Begitu dekat hubungan itu sampai Bung Karno mengusulkan agar dia tinggal di Istana Merdeka. “Bung Karno juga menyebut wanita itu sebagai ‘saudara angkat’ adik-adik saya”.

Sebenarnya, tulis Guntur, sebelum diputuskan untuk masuk ke Istana Merdeka, Bung Karno sudah memerintahkan semua badan intelijen melakukan investigasi terlebih dulu. Namun, mahasiswi AS itu ditemukan benar-benar “clean and clear”.

BACA JUGA  Ironi Kompetisi Internal PSSI Sidoarjo 2026: Juara Tanpa Mahkota dan Nestapa di Balik Hibah Rp950 Juta

Identitas dan profesi yang bersangkutan baru terbongkar berkat informasi Presiden Pakistan Ayub Khan, sahabat kental Bung Karno

“Khan menghubungi Bung Karno lewat telepon dan menjelaskan apa dan siapa sang ”mahasiswi” itu”.

“Bahkan, boleh jadi juga, kehadirannya untuk mengganggu hubungan baik Bung Karno dengan banyak kepala negara blok sosialis, seperti Nikita Khrushchev, Mao Zedong, dan Fidel Castro, yang baru saja membuka kedutaan besarnya di Jakarta.

BACA JUGA: Taktik Filibuster

Tak tertutup juga diinfokan, kemungkinan usaha-usaha pembunuhan terhadap para pemimpin di Indonesia, termasuk Bung Karno.

Mendapatkan informasi itu, Bung Karno, melakukan pengecekan dan pembicaraan tertutup dengan Badan Pusat Intelijen (BPI) yang dipimpin Dr Subandrio, Komandan Intel Cakrabirawa Kolonel Marokeh Santoso, Tim Khusus DKP Bidang Intelijen, dan Reserse AKP Sono.

BACA JUGA  Gelar Turnamen Padel Terbesar di Jatim, Ini Cara El Grande Padel Club Menggaet 750 Peserta

Diambil keputusan untuk mengusir perempuan itu dari Istana dan Indonesia. Syukur masalah itu tak sempat terekspos ke media massa di Indonesia atau pun internasional.

Dari buku-bukunya itu saya baru menemukan jawaban mengapa Guntur seperti menghilang dari peredaran beberapa tahun terakhir. Ternyata Guntur terus membaca dan menulis.

Buku-buku itu akan mengabadikan namanya. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul 99,2 Persen

mzarifin umarzain
Ada kopid kelelawar/kampret, barangkali ada kopid cebong, kopid kadrun. Ada kopid onta, tikus. Barangkali ada virus zetta dari Indonesia?

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.