Menu

Mode Gelap

kempalanews · 20 Apr 2022 18:18 WIB ·

Jokowi Luncurkan Defend ID, Apa Itu?


					Presiden Jokowi meluncurkan Holding dan Program Strategis BUMN Industri Pertahanan Defend ID, Rabu (20/04/2022), di Surabaya. (Setkab) Perbesar

Presiden Jokowi meluncurkan Holding dan Program Strategis BUMN Industri Pertahanan Defend ID, Rabu (20/04/2022), di Surabaya. (Setkab)

SURABAYA-KEMPALAN: Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, meluncurkan Holding serta Program Strategis Badan Usaha Milik Negara dari Industri Pertahanan yang bernama Defense Industry Indonesia yang disingkat menjadi Defend ID.

Peluncuran ini dilaksanakan di PT PAL Indonesia (Persero) di Kota Surabaya, Jawa Timur pada Rabu (20/4).

Ketika memberi sambutan, Jokowi menekankan, Indonesia harus segera membangun kemandirian sekaligus mendorong industri pertahanan supaya siap memasuki era persaingan baru dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan pokok untuk menjaga kedaulatan NKRI.

“Kemandirian industri pertahanan harus kita wujudkan bersama-sama, tidak bisa sendiri-sendiri, tidak bisa parsial, enggak bisa. Kita harus perkuat industrinya, kita juga harus bangun ekosistemnya agar tumbuh dan berkembang semakin maju,” tegasnya dikutip Kempalan dari Setkab.

Maka dari itu, mantan walikota Solo itu juga mengapresiasi langkah konsolidasi pembentukan perusahaan induk atau holding BUMN industri pertahanan bernama Defend ID yang sudah lama dinantikan yang menurutnya akan menjadi TOP50 perusahaan pertahanan dunia.

Presiden juga mengingatkan Defend ID untuk terus mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan menurunkan impor alat pertahanan dan keamanan (alpalhankam). Adapun ia menyebutkan TKDN produk pertahanan unggulan ditingkatkan sampai 41 persen, hingga mencapai 100 persen.

“Kita harus bergerak cepat, lincah, dan juga jeli melihat peluang, proaktif menjawab peluang agar bisa menjadi bagian dari rantai pasok global. Ini penting sekali, dengan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri,” ucap politisi PDIP ini.

Jokowi juga menekankan bahwa peluncuran holding dan program strategis BUMN industri pertahanan ini harus dijadikan lompatan untuk bertransformasi membangun ekosistem industri pertahanan yang modern dan kuat.

“Membentuk BUMN industri pertahanan yang kuat dan mandiri, yang mampu bersaing dan menguasai pasar di dalam negeri utamanya, dan diperhitungkan di pasar internasional atau pasar global,” tambahnya.

Ia melanjutkan, BUMN industri pertahanan itu akan menjadi ujung tombak kemandirian industri pertahanan di Indonesia, oleh sebab itu Jokowi menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan manufaktur komponen terbaru berbasis dual-use technology dengan membangun kemitraan global.

Dalam agenda ini, juga ada penandatanganan kerja sama antara Kemhan dan Kementerian BUMN untuk mendorong peningkatan peran BUMN dalam pemenuhan alpalhankam serta peningkatan tingkat komponen dalam negeri untuk produksi alat pertahanan dan keamanan. (Setkab, Reza Hikam)

Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Provinsi Berkinerja Terbaik Penerapan SPM dari Kemendagri

18 Mei 2022 - 22:40 WIB

Halal Bihalal Warga Kampung, Ketua DPRD Surabaya Angkat Keguyuban dan Gotong Royong

18 Mei 2022 - 22:04 WIB

Anies Jalin Kesepakatan Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan dengan Berlin

18 Mei 2022 - 19:06 WIB

PPDB SMPN Surabaya Dimulai, Simak Tahapan dan Cara Pendaftarannya!

18 Mei 2022 - 18:53 WIB

Macron Desak Israel untuk Investigasi terkait Pembunuhan Shireen Abu Akleh

18 Mei 2022 - 12:28 WIB

Shireen Abu Akleh-Tempo

Peci Terdakwa Disoal Jaksa Agung, sebagai Trik Kuno

18 Mei 2022 - 12:05 WIB

Trending di kempalanalisis