Pak Presiden, yang Kami Butuhkan Ketersediaan Sembako Murah

waktu baca 3 menit
ILUSTRASI: Harga Sembako yang mulai naik (Foto: Nadwa Rifada/Telisik

OLEH: Isa Ansori (Kolumnis)

KEMPALAN: Sebaik-baik Anda menyimpan bangkai pada akhirnya akan tercium juga. Nampaknya peribahasa ini sangat cocok disematkan kepada pihak Istana yang sejak awal malu-malu untuk menambah kekuasaan dengan jalan apapun.

Beragam kemasan dilakukan dibuat untuk memuluskan ambisi serakah kekuasaan. Mulai dari menyewa lembaga survei abal abal agar persepsi publik bisa menerima penundaan pemilu sampai usulan perpanjangan jabatan. Sampai dengan mengerahkan gerombolan penjahat kinstitusi yang terdiri dari pejabat dan ketua partai politik.

Yang terbaru adalah masyarakat dimobilisasi untuk menyatakan tahun 2024 masih bersama Jokowi.

Tak cukup hanya masyarakat yang dimobilisasi untuk deklarasi 2024 masih bersama Jokowi, tapi juga para kepala desa dikumpulkan oleh meteri pembangunan desa yang ternyata satu paket dengan ketua parpol yang terang-terangan bangga menjarah konstitusi.

BACA JUGA: Anies Menghidupkan Praktik Pancasila dengan Apik di Jakarta

Belakangan diketahui bahwa para kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia itu bermasalah, karena ketuanya tidak setuju bahwa jabatan kepala desa digunakan untuk kepentingan politik apalagi itu melanggar konstitusi. Ada pihak pihak yang ingin memanfaatkan Asosiasi untuk kepentingannya. Dugaan itu kemudian menjadi lebih jelas karena salah satu dewan penasehatnya adalah LBP yang selama ini memang gencar mewacanakan pemunduran pemilu dan penambahan wacana jabatan presiden.

Namun, sayangnya semangat melanggar konstitusi dari pihak istana tidak semakin mereda, justru semakin menjadi jadi. Padahal tugas yang semestinya adalah harus menjaga dan mentaatinya.

BACA JUGA: Sayangnya Relawan Anies Masih Menjadi Kerumunan?

Perlawanan dari masyarakat sipil terus menerus menggerus ambisi rakus yang merangkak seperti tikus. Menggerogoti dan merusak kesana kemari kepada setiap yang dijumpai. Tak peduli itu lembaga kampus atau politisi yang ditemui. Sang politikus tikus dan pejabat srigala berusaha menerkam mangsa untuk dipaksa menerima gagasan kotornya.

Energi perlawanan masyarakat sipilpun semakin bertambah, ketika koalsi masyarakat sipil yang bernama perhimpunan menemukan Indonesia kembali menyatakan perlawanannya, lalu aktivis mahasiswa yang tergabung kedalam BEM Seluruh Indonesia, berkali-kali melakukan aksi demonstrasi menolak konspirasi jahat pemunduran pemilu dan perpanjangan masa jabatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *