SUMENEP-KEMPALAN-Sejumlah atlet yang tergabung di PABSI dan PABERSI Sumenep, Kamis pagi (23/12/) mendatangi kantor Disparbudpora, JL Gotong Royong, Pajagalan, Kota Sumenep.
Mereka mencium aroma kejanggalan karena Hibah Cabang Olahraga (Cabor) yang setiap tahun diterima tak bisa dicairkan.
Rusydi Rahman, Ketua Umum PABSI (Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia) Cabang Sumenep mewakili atlet yang ada mengaku kecewa atas sikap Disparbudpora yang tak mencairkan hibah untuk para atlet PABSI dan PABERSI (perkumpulan angkat berat seluruh Indonesia).
Rusydi bercerita, Diparbudopora Sumenep menjanjikan hibah sebesar Rp 35 juta untuk PABSI dan Rp 20 juta untuk PABERSI untuk mendukung kegiatan atlet selama setahun.
Pada Oktober 2021. Proposal pengajuan hibah ditujukan ke Bupati Sumenep dibuat. Apa yang menjadi persyaratan sudah dilengkapi.
Beberapa hari dari proposal pengajuan hibah itu, dirinya dipanggil oleh Kasi Olahraga Disparbudpora hendri untuk menandatangani pernyataan pengajuan hibah.
Beberapa minggu setelah pernyataan ditandatangani. Rusydi mendapat informasi jika pengajuan hibah untuk PABSI akan cair.
“Setelah ditunggu-tunggu kok tak cair. Ini ada apa. Padahal, tiap tahun atlet kami selalu mendapat medali di tingkat provinsi,” ucap Rusydi kepada kontributor kempalan, Kamis siang.
Menurut Rusydi, ada 23 Cabor di Sumenep yang selalu mendapat hibah untuk pembinaan atlet setiap tahunnya. Pada tahun 2021, hanya ada 21 cabor yang menerima uang pembinaan.
Sementara itu, Subiyakto, Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga (Pora) Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep saat dikonfirmasi kempalan mengaku tak tahu pasti penyebab dua Cabor yang tak mendapatkan hibah (uang pembinaan).
Subiyakto berdalih dirinya baru aktif menjabat Kabid Pora sejak awal November 2021.
Kendati demikian, Subiyakto mengaku sudah berusaha mencari solusi agar dua Cabor itu juga mendapat uang pembinaan sebagaimana 21 Cabor lainnya.
“Tadi setelah kami didatangi perwakilan dua Cabor. Lalu saya ajak perwakilan menghadap ke Pak Sekda dan Bagian Hukum,” terang Subiyakto saat dikonfirmasi kempalan Kamis siang tanpa menjelaskan secara rinci maksud dirinya dan perwakilan PABSI dan PABERSI menemui Sekda Sumenep Edy Rasiyadi dan Kabag Hukum, Hizbul Wathan.
Setelah menemui Sekda Edy dan Kabag Hukum, persoalan hibah dua Cabor itu masih belum ada kejelasan.
Menurut Subiyakto, Pemkab Sumenep untuk 2021 menyediakan uang pembinaan atlet dari berbagai Cabor di Sumenep sebesar Rp 2 miliar. Selain KONI dan PSSI.
Selain itu, Pemkab Sumenep juga menyediakan hibah untuk kelompok kepemudaaan seperti HMI Rp 200 juta dan KNPI Rp 100 juta. (ham)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi