Inovasi Program, Cara Pemkab Sumenep Meningkatkan Kinerja

waktu baca 2 menit
Bappeda Sumenep saat menggelar FGD (Focus Group Discussion) dengan tema Membangun Kemajuan dan Inovasi Sumenep dengan Program Merdeka Belajar.

SUMENEP-KEMPALAN-APA yang bisa dilakukan Pemkab Sumenep untuk mewujudkan segudang harapan warganya? Jawabannya pasti inovasi.

Ya.. Dengan segala keterbatasan, Pemkab dituntut bisa menghadirkan inovasi sebagai solusi untuk percepatan akselerasi pembangunan.

Bappeda Sumenep sebagai OPD yang memiliki tugas merancang pembangunan Kabupaten Sumenep, baru-baru ini menggelar FGD (Focus Group Discussion) dengan tema Membangun Kemajuan dan Inovasi Sumenep dengan Program Merdeka Belajar. Ikut dalam acara itu, perwakilan kampus di Sumenep, utusan OPD dan stakeholder yang lain.

Menurut Kepala Bappeda Sumenep, Yayak Nurwahyudi, inovasi menjadi keharusan bagi sebuah pemerintah daerah untuk mengukur indikator kinerja utama pemerintah daerah.

Kata Yayak, inovasi daerah memiliki kriteria sebagai unsur dari inovasi. Dia mencontohkan, setiap program atau kegiatan inovasi daerah yang diusulkan harus mengandung unsur pembaharuan. Baik pembaharuan keseluruhan program atau sebagian program.

Selain itu, lanjut Yayak, inovasi daerah yang tercermin dalam program juga bisa memberi manfaat bagi daerah dan masyarakat.

“Salah satu manfaat dari inovasi program itu, bisa menambah PAD, menghemat belanja daerah, meningkatkan capaian kinerja dan meningkatkan mutu pelayanan publik,” tutur Yayak usai acara FGD yang digelar di Aula Bappeda Sumenep.

Ada empat sasaran inovasi yang sedang digodok Bappeda Sumenep guna mewujudkan harapan masyarakat.

Pertama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua, pelayanan publik. Ketiga, daya saing daerah. Keempat, indeks inovasi daerah.

Dalam inovasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Bappeda merancang inovasi tata kelola pemerintahan daerah meliputi penataan tata laksana internal dalam pelaksanaan fungsi manajemen dan pengelolaan unsur manajemen, seperti: e-Planning, e-Budgeting dan lain sebagainya.

Begitu pun dalam pelayanan publik, Bappeda merancang inovasi yang meliputi pelayanan perijinan, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya.

Agar Pemkab Sumenep memiliki daya saing, Bappeda merancang inovasi bidang urusan pekerjaan umum, inovasi dalam bidang urusan lingkungan hidup dan lain sebagainya.

Yayak berharap inovasi program Pemkab Sumenep bisa diketahui khalayak luas hingga masyarakat ikut merasahakan adanya terobosan inovasi dari organisasi perangkat daerah Sumenep.

Karena itu, berbagai inovasi Pemkab Sumenep nantinya bisa memanfaatkan platform digital sebagai alat perluasan jangkauan layanan pemerintahan kepada khalayak luas. Selain, memanfaatkan alat bantu manual yang disertai dengan Standard Operational Procedure dalam penyelenggaraan layanan pemerintahan.

Dalam rancangan berbagai inovasi program itu, Bappeda menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Sumenep untuk berkolaborasi melalui Program Merdeka Belajar.

“Kolaborasi antara Pemkab Sumenep dan perguruan tinggi serta kelompok industri nanti bersinergi dalam mewujudkan aneka program inovasi dalam meningkatkan pelayanan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan. Lebih-lebih bisa menjadi replikasi untuk daerah lain,” pungkas Yayak mengakhiri penjelasannya. (ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *