Selasa, 9 Juni 2026, pukul : 13:44 WIB
Surabaya
--°C

Diwakili Denny, Teknobiologi UBAYA Dapat Dana Riset Rp50 Juta Pfizer Biotech Fellowship Kategori S-2

SURABAYA-KEMPALAN: Prestasi ilmiah di tingkat nasional kembali didapat Denny Nyotohadi, mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA) dengan mendapatkan dana penelitian kategori Pascasarjana S-2 Pfizer Biotech Fellowship 2021. Pencapaian ini melengkapi ukiran prestasi sebelumnya: Fakultas Teknobiologi UBAYA berhasil meloloskan satu tim di lima besar Pfizer Biotech Fellowship 2021 di kategori undergraduate competition alias S1.

Pfizer Biotech Fellowship 2021 sejatinya merupakan program kompetisi bagi mahasiswa S1, S2, serta dosen atau peneliti di bidang bioteknologi kesehatan. Program ini untuk beradu gagasan menciptakan inovasi dan berbagi pemikiran pada penyusunan roadmap perkembangan bioteknologi kesehatan di Indonesia.

Dalam lomba tersebut, Denny Nyotohadi membawakan riset bertitelkan “Uji Aktivitas Biosurfaktan dan Antiinflamasi Produk Probiotik Multistrain untuk Pencegahan dan Pengobatan Covid-19.” Denny pun mengaku gembira atas pencapaiannya tersebut “Saya tidak mengira sampai awarding ceremony dihadiri Menteri Kesehatan Bapak Budi Gunadi Sadikin dan para pakar lain. Dalam lomba kategori pascasarjana, kita hanya mengumpulkan proposal, lalu dipilih dan diminta revisi supaya lebih bagus lagi,“ terang pria yang menguasai teknik analisa mikro-organisme, teknik analisa DNA, dan teknik rekayasa genetika.

Denny Nyotohadi, mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (UBAYA) mendapatkan dana penelitian kategori Pascasarjana S-2 Pfizer Biotech Fellowship 2021.

Denny menceritakan, sambil menunggu pengumuman, peserta lomba juga diberi tambahan ilmu tentang perkembangan bioteknologi yang ada di Indonesia dan di luar negeri. “Indonesia sekarang berada di posisi mana, beserta beberapa ilmu tambahan seperti tentang proses vaksin yang saya sudah pernah dapat di UBAYA. Kami juga mendapat pengalaman dari para pakar dan di-encourage supaya jangan menyerah,” ujar dia.

BACA JUGA  Melintas Batas Negara, Mengukir Prestasi: Ceila Wajah Baru Diplomat Bisnis Indonesia di Malaysia

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam acara puncak Pfizer Biotech Fellowship menekankan pentingnya pengembangan SDM yang berkualitas di bidang bioteknologi. “Pandemi Covid-19 menyadarkan kita akan peran bioteknologi kesehatan terhadap ketahanan kesehatan nasional,” ujar Menkes Budi.

Dalam lomba, pemenang bukan ditentukan oleh ranking. Tetapi mendapatkan pendanaan atas proposal yang diajukan. Pendanaan penelitian untuk tesis besar dana yang diterima Rp50 juta. Sebagaimana diketahui, dari 10 gagasan penelitian terbaik kategori S1 yang berhak melaju ke babak berikutnya, Fakultas Teknobiologi UBAYA meloloskan tiga tim, sedangkan pada 10 peserta kategori mahasiswa Pascasarjana S2, dua di antaranya berasal dari Teknobiologi UBAYA.

Fakultas Teknobiologi UBAYA meloloskan Denny Nyotohadi dan Natasha Felicia Karnadi untuk kategori mahasiswa Pascasarjana S-2. Denny dan Natasha bersanding bersama delapan peserta lain dari berbagai PTN dan PTS terkemuka di Tanah Air, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Jember, dan Unika Atma Jaya dalam kompetisi lanjutan.

BACA JUGA  Menuju Satu Abad Green Force: Persebaya Ajak Bonek Naik Kelas Lewat Estetika Digital

Untuk kategori mahasiswa S2, mayoritas peserta mengajukan proposal penelitian dengan tema seputar akses yang lebih luas terhadap terapi inovatif dan terobosan pengobatan dalam bioteknologi kesehatan.

Ada tiga kategori yang dapat diikuti mahasiswa S1, S2 dan dosen atau peneliti program studi bioteknologi kesehatan Indonesia, yaitu Undergraduates Competition, Graduate Education Grants, dan Training of Trainers. Untuk Training of Trainers merupakan program untuk dosen yang diadakan oleh Pfizer. Pesertanya dari dosen Teknobiologi UBAYA adalah Tjie Kok S.Si., M.Si., Apt., Ph.D, Dr. Dra. Mariana Wahjudi M.Si., dan Yulanda Antonius S.Si., M.Sc.

Berbeda dengan kompetisi mahasiswa S1, kompetisi mahasiswa S2 adalah penelitian tesis. Topik yang diangkat merupakan topik-topik relevan dan terbaru mengenai bidang bioteknologi kesehatan. Misalnya, berkaitan dengan Covid-19, biosensor untuk mikroorganisme patogen, desain vaksin dan lainnya.

Mengutip dari laman resmi https://www.Pfizer.co.id, peserta kategori Undergraduates Competition akan memperebutkan hadiah juara pertama sebesar Rp 75 juta, juara kedua Rp 60 juta dan juara ketiga Rp 50 juta. Sedangkan kompetisi kategori Graduate Education Grants akan dipilih lima tesis terbaik untuk mendapatkan dana penelitian senilai Rp 50 juta per orang. (*)

Editor: Freddy Mutiara

 

 

 

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.